[Story] Jakarta itu sempit

Siapa yang bilang kalo Jakarta itu sempit? Jawabannya adalah : AKU (haha….)

Semakin hari aku tinggal di kota megapolitan ini, semakin kusadari bahwa di tengah “kebesaran” kota dan hiruk pikuk masyarakatnya, Jakarta menyimpan sebuah fakta yang cukup meng”ayem”kan hatiku. Jakarta dengan kemudahan akses, baik itu jaringan atopun informasi.

Tak susah untuk mendapatkan info terbaru tntang sesuatu. Tak susah pula untuk bertemu dengan orang-orang penting yang biasanya hanya bisa kita lihat di tivi. Walo kita ndak berkunjung ke kediaman mereka, paling ndak sekali dua kali secara sengaja ato tak sengaja bertemu dengan orang-orang penting itu di suatu tempat.

Contohnya adalah pagi ini. Di sebuah ruangan dalam suatu acara yang kuhadiri (Asia Forum VI di PSJ UI), aku bisa bertatap muka dengan berbagai orang penting dari bermacam institusi. Sebut saja, Bapak Rektor Univ Al Azhar Jakarta (yang juga mantan Menristek), para pejabat dalam berbagai jajaran departemen pemerintah (LIPI, BPPT, Bappenas, etc), atopun orang-orang penting dari Kedutaan Jepang, JF dan JJC. Sungguh kesempatan langka.

Namun, tak hanya itu saja yang membuatku senang pagi ini. Skenario NYA yang indah, telah mempertemukanku dengan senpai-senpaiku dulu di HI dalam acara ini (salah satunya mbak wie’ yang mewakili Bappenas). Gak nyangka!!! Alhamdulillah…

Jakarta yang macet, sumpek, panas, dan melelahkan, menyimpan keindahan dan kelebihan tersendiri. Keluasan akses informasi yang dimiliki, dan kemudahan menjalin jaringan, membuat mataku sedikit terbuka bahwa Jakarta tak seburuk yang aku pikirkan.

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

2 thoughts on “[Story] Jakarta itu sempit”

  1. saiia jg kmrn dtg di Asia Forum mbak,,
    diajakin tmn stlh liat spanduknya… ternyata acaranya terbatas..
    klo mbak diundang yah??

  2. Halo Mbakyu…
    hehehe, just drop by to say "Assalamualaikum"…Thanks for the ride to the eki yah…Great to find that jogjanese are still jogjanese, wherever we are. halah. 🙂

    wie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.