Jakarta tenggelam

Dua hari terakhir ini, terutama pada jam-jam segini (maksude di atas 3 pm) hujannyaSubhannallah.Guedhe banget!! Plus plus pake angin kenceng pula.serasa akan ada topan (huwa!!!) Kasian bunga en taneman ibu di halaman. Kelelep banjir kabeh TT__TT

Petir menyambar ke sana kemariSuara gledek menggelegar dengan kerasnya. Ini menandakan sumber petir kaya’nya cukup dekat dari rumah.Tadi siang padahal kinclong-kinclong alias cerah berawan. Tapi, tiba-tiba saja suasana mendadak jadi ganas gini. Padahal aku berencana untuk keluar rumah. Jadi batal deh.

Hm.. Menonton siaran Metro TV sore hari kemarin, pas berita yang di bahas adalah isu-isu seputar banjir. Daerah sekitar Jakarta yang menjadi tumpuan resapan air (Bogor, Puncak, Depok, Cianjur) menjadi salah satu penyebab Jakarta banjir. Alasannya, daerah hutan nan hijau itu telah berubah fungsi sebagai Villa mewah(duh..duh..orang sugih Jakarta mbok ya ndak usah kebanyakan rumah. Mesti omahe jarang ditinggali koq yo). Jadi, air berlebih mereka dikirimkan secara gratis ke Jakarta.

Jakarta tenggelam

Mengapa ya, manusia itu ndak pernah belajar dari kesalahan yang pernah ia buat? Sudah jelas-jelas banjir pasti melanda Jakarta. Padahal, hujan deres 15 menit aja.sudah bisa bikin (minimal) mata kaki kelelep.

Pernah aku berkhayal dalam dunia animasi imajinasiku. Seandainya saja Jakarta bisa dirombak ulang.diratakan dengan tanah, dan dibangun kembali dengan tata kota yang apikSaluran-saluran air, daerah hijau, tanaman-tanaman indah, fasilitas yang seimbang (ora usah keakehan MALL!), semuanya diatur dengan apik, rapi dan sesuai dengan yang seharusnya Intine, tetep memperhatikan sisi moralitas, estetika dan etika dah.

Nggak habis pikir. Mengapa pemerintah kota dengan seenaknya aja memberikan izin bagi para pengembang yang haus kekayaan. Mendirikan MALL ato Rumah mewah di sana-sini. Bisa-bisanya di satu perempatan (contohe di Bekasi) ada 3 MALL yang letaknya bersebrangan. Kurang apa lagi sih?? Mbok ya dipikir-pikir dulu kalau mau dibangun. Jangan cari uangnya aja donk!

Nggak hanya itu, melirik ke tiap individu warga Jakarta. Sudahkah kita membuang sampah pada tempatnya?? Sungai atau parit atau kali bukanlah tempat sampah! Anda sudah berumur berapa, sampai-sampai tidak bisa membedakan mana tempat sampah yang benar Harus belajar lagi dari TK, untuk bisa paham bahwa tempat membuang sampah adalah di TONG SAMPAH! BUKAN SUNGAI!

Gara-gara pembangunan yang gak realistis dan gaya hidup yang sembrono, bukanlah hal yang mustahil jika suatu saat Jakarta akan benar-benar tenggelam. So, kita tunggu saja. Kapan Jakarta akan tenggelam, jika kita tidak mau berubah!

GO GREEN!!!

Semoga kita semua tidak menjadi orang-orang yang merugimereka yang merugi adalah yang tidak mau belajar dari kesalahan dan tidak lebih baik dari hari kemarin.

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

4 thoughts on “Jakarta tenggelam”

  1. dikira yang bakalan kena musibah adalah orang yg dekat sungai saja…makanya buang sampah ke sungai?
    atau benar kata mba Retno…orang yang buang sampah ke sungai itu masih bodoh…harus dikasih tahu…:)

  2. hm,,,,klo dalam mimpi, aq ajak smua orang jkt-bogor ngungsi,,,trus,,jkt-bogor nya dibom sampe luluh lantak,,,,trus sama kru tata kota dan desain diobuatlah kota baru,,yang tentu saja layak huni, ramah lingkungan, dan sehat…

    sayangnya itu cuma mimpi,,,TT,,,

    (untunge ahad dah cabut ke mly horeeee!!!)

  3. Semua orang ngerasa, kalo saya bangun satu rumah, gak bakal pengaruh besar. Kalo saya buang selembar plastik, gak bakal pengaruh besar. Dikit2 lama2 jadi bukit. Eh, jadi banjir ding…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.