Mengapa begini, mengapa begitu?

Huah…..ku menghela napas panjang….!

Sejak kemarin, tiba-tiba saja aku jadi berfilsuf ria. Asik dengan pemikiran-pemikiran sulit yang membuatku jadi bingung sendiri. Berbagai berita tentang kacaunya perpolitikan Indonesia menjelang pemilu yang kutonton di Metro TV en TV One (he..he..bukan promosi lho!) membuatku tambah pusing. Bingung…bingung…kumemikirkannya!!!

Pertanyaan yang kutanyakan padaku sendiri adalah : Mengapa sih orang-orang pada rebutan kekuasaan dan ingin menjadi orang yang terhebat di negeri ini? Tidakkah mereka ingin menduduki kursi itu karena ambisi diri sendiri ataukah memang karena alasan "demi rakyat"??? Kalo boleh berkomentar sedikit kasar, "Aku Muak!!" (maap ya…jadi gak enak T__T)

Tidakkah mereka orang-orang yang foto dan namanya terpampang di berbagai sudut jalan itu memiliki, paling tidak, sedikit ketakutan atas amanah yang akan mereka emban nanti? Tahukah mereka bahwa apapun perbuatan dan amanah yang diberi akan diminta pertanggungjawabannya nanti di akhirat kelak??

Jadi teringat perkataan seorang teman ketika aku SMA. Ia justru berkata "Innalillahi wa inna illaihi ro’jiun" dan "Astaghfirullah" sesaat setelah ia terpilih menjadi Ketua Osis di SMA ku. Aku yang masih lugu pada saat itu bertanya-tanya….Koq malah bilang begitu to? Bukannya klo dapat suatu jabatan harusnya bilang "Alhamdulillah"??

Kemudian ia menjelaskan perihal jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku di atas, bahwasanya sebuah Jabatan itu justru bisa menjadi sesuatu yang "mengerikan" jikalau si pengemban jabatan tidak bisa menjalankan amanahnya dengan baik. Pertanggungjawabannya gedhe euy!! Di akhirat sana!!!!!

Maka dari itulah, aku mempertanyakan hal tersebut pada orang-orang yang haus kekuasaan. Apakah mereka sadar seberapa besar amanah dan tanggung jawab yang mereka terima? Takutkah mereka pada peradilan di akhirat kelak???

Segala sesuatu amal bergantung pada niatnya…..

Semoga niatan para caleg itu benar-benar karena Allah semata….Wallahua’lam…

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

2 thoughts on “Mengapa begini, mengapa begitu?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.