Lima Fakta tentang Turki

Sewaktu sedang asyik surfing nyari info beasiswa LN, eh ketemu tautan PPI Turki. Salah satu artikelnya sangat menarik perhatianku. Jadinya aku copas deh. he..he..

Copas dari blog PPI Turki : http://ppiturki.blogspot.com/

===========================================

Fakta #1: Predominantly Moslem Populated Country

Sebelum benar-benar datang ke Turki, mungkin kebanyakan pelajar akan membayangkan bahwa Turki adalah sebuah negara muslim yang konservatif (kecuali Anda benar-benar mencari informasi tentang ini). Faktanya, atmosfer kehidupan Eropa sangat terasa di Turki. Paling tidak, di salah satu kota dengan jumlah pelajar yang cukup besar: Istanbul. Gaya pakaian yang modis ala Eropa lengkap dengan stockings, boots, dan scarves (bahkan ketika cuaca tidak dingin); wajah-wajah Eropa dengan rambut pirang dan kulit pucat; plus budaya kebarat-baratan seperti berciuman di muka umum dan di taman-taman., merupakan pemandangan biasa di sini Yang lebih lucu lagi, beberapa rekan pelajar Indonesia yang berusaha mencari tau arah kiblat berusaha bertanya kepada beberapa tetangga, tapi tidak satupun dari mereka yang tahu. Kebanyakan dari kami harus menemukan masjid dulu untuk akhirnya mengetahui kemana arah kiblat dari Istanbul. Ketika dalam sebuah kesempatan terjadi diskusi tentang proses masuknya Turki ke Uni Eropa, ada seorang siswa menggunakan istilah "moslem country" untuk merujuk Turki. Alhasil, sang dosen langsung merengut dan bilang bahwa Turki ini "predominantly moslem populated country".

Fakta #2: Dense Country

Istanbul, kota terbesar di Turki, adalah kota yang padat sekali! Ada sekitar 20 juta orang hidup di Istanbul. Di beberapa jalan utama, misalnya Jalan Istiklal, benar-benar tampak lautan manusia yang tidak pernah habis, mau pagi kek, siang kek, sore kek, sampai malam dan pagi lagi, jalanan selalu penuh dengan manusia, macet, bukan macet kendaraan seperti di Jakarta, tapi macet manusia. Setiap naik bis, metro, tramvay, atau kendaraan umum darat lainnya, kesempatan untuk dapat tempat duduk sangat kecil.

Fakta #3: Well Maintained Transportation

Masih tentang transportasi umum, yang ini negara kita sudah tertinggal jauh. Selain punya sistem metro bawah tanah layaknya negara-negara Eropa lain, Turki juga punya kereta gantung yang mereka sebut Teleferik. Kita juga punya sistem ini, tapi hanya untuk tujuan rekreasional, seperti yang ada di TMII. Malaysia pun punya, seperti yang ada di Genting Highland. Tapi di Istanbul ini, kereta gantung atau cable car atau teleferik ini benar-benar dipakai untuk sarana transportasi umum untuk menyeberang dari satu bukit ke bukit lain, mengingat kontur bumi Istanbul yang sangat berbukit-bukit. Metode dan nilai tiketnya juga persis seperti tarif metro dan bis saja, 1,5 Lira atau sekitar 0,75 euro.

Fakta #4: Free Sport Utilities for a Healthier Society

Kebanyakan pelajar Indonesia tidak melakukan olahraga secara teratur di Turki ini. Mungkin kebanyakan akan merasa bahwa jalan kaki dari asrama ke kampus setiap hari saja sudah cukup. Apalagi, jalannya naik turun. Di beberapa kampus ada kolam renang dan tempat fitnes, tapi berbayar, jadi kebanyakan pun belum pernah mencobanya. Faktanya, bahwa hampir di setiap taman yang ada di Istanbul dan kota-kota lain di Turki, pemerintah menyediakan alat-alat fitnes gratis di tempat-tempat terbuka. Ada sepeda statis, air walker, angkat beban, alat sit up, dan berbagai alat lain seperti yang biasa kita temui di tempat fitnes berbayar. Bagusnya lagi, masyarakat Turki benar-benar memanfaatkannya dengan baik. Kalau fasilitas semacam ini ada di negara kita, besi-besinya pada dicuri dan dijual kali ya?


Fakta #5: A Country in Two Continents

Yang ini jelas merupakan karakteristik paling unik milik Turki secara umum, dan Istanbul secara khusus. Secara geografis, setengah dari Istanbul berada di kawasan Benua Eropa, sementara setengah lainnya berada di kawasan Benua Asia. Kedua kawasan ini dipisahkan oleh Selat Bosforus yang dihubungkan dengan sebuah Jembatan Bosforus sepanjang 1,5 kilometer. Bayangkan kalau ada rekan yang tinggal di sisi Asia, dan sekolah di sisi Eropa. Menyenangkan sekali ya setiap hari lintas benua ketika berangkat kerja atau sekolah, melewati sebuah gapura raksasa bertuliskan "Selamat Datang di Sisi Eropa" dan "Selamat Datang di Sisi Asia".

(dt)

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

2 thoughts on “Lima Fakta tentang Turki”

  1. waaa.. tambah pengen ke sana..

    untuk fakta yg pertama saya gak akget, soalnya turki memang terkenal dgn sekularismenya kan?
    baru pada pemerintahan periode sekarang yang mulai berani menampakkan sisi islaminya, itupun masih sanagt minim dibandingkan indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.