Skripsi, Tesis dan Disertasi

Kemarin malam, di saat aku sedang mengalami stagnansi dengan tesisku, Alhamdulillah aku mendapatkan “pencerahanâ€? dari informal supervisor-ku (yang selalu kurepoti semenjak di Jepang dulu hingga sekarang ini. He..he..Itsumo doumo arigatou sensei :D). Stagnansi ini disebabkan oleh kebingunganku tentang apa itu bedanya skripsi, tesis dan disertasi. Soalnya, sampai kemarin aku masih rada’ blank gimana mbedainnya.

Aku merasa kualitas tesisku tak ada bedanya dengan skripsi yang kutulis 3 tahun yang lalu. Jika skripsi dan tesis sama, maka apa dong yang menjadi perbedaan antara seorang sarjana dengan seorang master???

Berikut ini penjelasan dari beliau untuk menjelaskan apa itu bedanya skripsi, tesis dan disertasi dengan menggunakan sebuah analogi…. Smoga bisa sedikit mencerahkan hati-hati para mahasiswa tingkat akhir yang sedang kebingungan dengan karya tulis akademiknya. (ha..ha.. nyindir diri sendiri :b)

================================

(oya, sebelumnya, cerita di bawah ini telah kuubah sedikit, terutama dalam gaya penyampaian. Tapi semoga tidak mengubah substansi dan esensi ilmunya :D).

=================================

Ada tiga orang mahasiswa yang sedang berada di sebuah taman nan ASRI, nyaman dan sejuk dipandang mata (heh, malah lebay…^^â€?).

Sebut saja tiga orang tersebut bernama; si S1, S2 dan S3. Nah, sekarang ini mereka sedang mendapat “tugas akhirâ€? penelitian dari dosennya, dan mereka harus menuliskan hasil penelitian tersebut dalam bentuk sebuah masterpiece karya tulis (^^â€?) di akhir perjuangan mereka selama belajar.

Setelah karya tulisnya selesai, mereka akan menjelaskan hasil penelitiannya tersebut kepada para “pengujiâ€? yang baik hati, murah senyum, dan tidak terlalu suka "membantai" (aamiin. He…he…) => iki ceritane malah jadi ndak fokus ta??? Oopss… kembali ke tema utama….

Oya, walo sama-sama mahasiswa, jenjang keilmuan mereka berbeda lho. Hasil tulisan akhir si S1 nantinya akan bernama skripsi, si S2 bernama tesis, dan si S3 bernama disertasi.

Lanjut lagi ceritanya…..

Mereka hendak menuliskan tema yang sama, yaitu tentang seekor capung berwarna merah yang ada di taman tersebut. Meskipun temanya sama, karena jenjang keilmuannya berbeda, maka perspektif berpikir mereka dalam menuliskan karya tulisnya akan berbeda pula.

Bagi si S1, ketika ia mengamati dan mencoba untuk menjelaskan ke orang lain tentang capung merah di taman itu, ia hanya akan berbicara dan menulis tentang capung merah itu saja, dengan menambahkan analisa kira-kira mengapa capungnya bisa berwarna merah (deskriptif). Cara pandang inilah yang nantinya akan digunakan dalam menulis skripsi.

Nah, bagi si S2, perspektifnya dalam menganalisa capung merah adalah dengan cara membandingkan dengan capung ijo, capung hitam, capung coklat dan capung-capung warna lainnya, untuk mencapai level pengetahuan tentang capung. Inilah yang disebut sebagai tesis.

Kalau untuk si S3, ia memulai dengan melihat dan menganalisa capung dari berbagai warna. Dan kemudian, ia mencoba membandingkannya dengan serangga lain, bahkan dengan binatang lain. Hal ini ditujukan untuk mencari tahu tentang SERANGGA atau binatang secara umum. Dari perbandingan itu, ia bisa mengekstrak sebuah kesimpulan yang lebih bisa diglobalkan. Maka inilah yang disebut sebagai disertasi.

=============================

Setelah membacanya, masih bingung ndak? Dhong gak? Kalau bingung, ntar saya tanyain lagi ke sensei saya. ha..ha… (ra nggenah mode : ON)

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

6 thoughts on “Skripsi, Tesis dan Disertasi”

  1. jadi intinya pembahasan tesis lebih luas dr skripsi, dan pembahasan disertasi lebih luas dr tesis n skripsi (bener gak ya? hehe) pokoke ganbate kudasai buat tesisnya retno san

  2. salah satunya seperti itu :D! setelah semuanya selesai, daku kan bercerita tentang pengalaman menulisnya. ha..ha.. Haik, ganbarimasu. Maturnuwun sanget mbak..

  3. iyah, ini hanya sebahagian kecil dari penjelasan yang lebih kompleks. Mungkin baru bisa bener-bener mengerti banyak ketika telah berhasil menjalani keseluruhan prosesnya. he… ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.