Jalan Cinta Para Pejuang

Tulisan-tulisan di bawah ini adalah kumpulan untaian kata yang ada di dalam karya Salim A. Fillah yang berjudul "Jalan Cinta Para Pejuang". Mengapa ku-posting di sini? Karena mereka adalah beberapa dari banyak hal yang berkesan bagiku, untuk saat ini πŸ™‚


#0
Jalan Cinta Para Pejuang

Di jalan cinta para pejuang, ada empat tapak
Tapak pertama VISI
Agar aku tak lagi tertidur lelap, tapi bangkit terjaga
Agar aku tak lagi tertunduk sayu, tapi tegak terpancang
Agar
CINTAKU tak lagi terpejam sendu, tapi tajam terpancar
Agar aku tak menyipit silau, tapi menatap lekat
Agar aku tak memandang serampang, tapi menelisik jeli
Di jalan cinta para pejuang, ada empat tapak
Tapak kedua GAIRAH
Agar aku tak lagi lemah
Agar aku tak lagi goyah
Agar CINTAKU jadi gagah
Agar aku tak cepat lelah
Agar aku tak menyerah
Di jalan cinta para pejuang, ada empat tapak
Tapak ketiga NURANI
Agar aku jujur pada diri
Agar kudengarkan suara hati
Agar CINTAKU jadi suci
Agar kupandang dunia dari ufuk tinggi
Agar aku dibimbing Ilahi
Di jalan cinta para pejuang, ada empat tapak
Tapak keempat DISIPLIN
Agar aku penuh taqwa dalam banjir cinta dan badai asmara
Agar aku bukan hanya penikmat rasa,
tapi juga penjaga agama
Agar CINTAKU bukan hanya kesenangan diri,
tapi juga ridha Ilahi
Agar aku tak hanya dicinta orang terkasih,
tapi juga Yang Maha Pengasih
Agar aku tak hanya dirindukan isteri*, tapi juga bidadari
(dalam Salim A. Fillah, p. 91 – 92)
Note:
(* untuk konteksku, berarti suami. hahaha….)

#1
Jangan kau kira cinta datang dari keakraban dan pendekatan yang tekun,
cinta adalah putera dari kecocokan jiwa,
dan jikalau itu tiada
cinta takkan pernah tercipta,
dalam hitungan tahun, bahkan millenia
(by Kahlil Gibran) dalam Salim A. Fillah, p.234
#2
"Ruh-ruh itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang saling mengenal di antara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal di antara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah."
(H.R. Al Bukhari [3336] secara mu’allaq dari ‘Aisyah dan Muslim [2638] dari Abu Hurairah) dalam Salim A. Fillah, p. 237

#3
Kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya
ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu; itu kesamaan
ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan; itu keseimbangan
ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman; itu kegenapan
tapi satu hal tetap sama
mereka cocok karena bersama bertasbih memuji Allah
seperti segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, ruku’ pada keagungan Nya…
(dalam Salim A. Fillah, p. 238)

Semoga, saat itu dekat masanya…. Aamiin

Dan lihatlah, aku ada πŸ™‚

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

5 thoughts on “Jalan Cinta Para Pejuang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.