The color of life

Beberapa hari ini, aku sedang berusaha sekuatku, mengumpulkan kembali semangat yang sempat terserak. Sang hati ini sedang mengalami fluktuasi. Manusiawi. Karena aku juga manusia, maka ada saat-saat dimana hati ini ingin menangis sekeras-kerasnya, dikala diri merasa jatuh ke titik terendah.


Hidup itu memang benar-benar penuh warna. Tapi, tidak semua warna berwarna cerah, ada yang kelam bahkan gelap.
Kali ini, aku sedang belajar mengenal warna kelam. Dan ini menyakitkan. Maka, wajar jika aku sempat memiliki rasa ingin lari dari warna kelam itu.
Namun, warna ini dapat menjadikanku lebih kaya akan rasa; menjadi lebih baik dan dewasa (insyaAllah). Pun, cepat atau lambat dalam kehidupanku, aku harus bertemu dengan semua warna tersebut. Semakin banyak kita mengenal warna, maka semakin bervariasi-lah kanvas kehidupan kita. Dan jikalau menelaah lebih dalam lagi, ada banyak sekali hikmah yang terkandung dibaliknya.
"Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan".
Teruslah semangat, wahai hati :)!
Teruslah bersemangat untuk perbaikan diri!
Semoga menjadi lebih baik…. Aamiin…

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

2 thoughts on “The color of life”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.