"Kita"

Barusan aja ber-FB-notes walking, and I found a good writing of my friend’s (diambil dari SINI). I already asked his permission to "copas" it into my blog :D. hehe…


Jaa, have a good and nice reading 🙂


"Kita"
Oleh : Ario Muhammad
(untuk : Ratih Nur)



Bismillah..
Dulu, "aku" adalah "aku" dengan satu porsi, tanpa ada intervensi.
Namun kini, "aku" menjadi "kita" dalam satu wadah, namun saling mengintervensi.
Sejatinya, dulu dan kini tidaklah berbeda, yang membuatnya jadi bahan pertanyaan adalah "kemudian".
"Kemudian" yang akan menjawab untuk apa "aku" menjadi "kita", dan "kita" menjadi punya banyak sekali persoalan untuk mampu dipahami.
"Kemudian"-lah, yang akan perlahan memberi jawab, untuk apa "aku" beralih menjadi "kita", dan kenapa "kita" selalu menyempurnakan.
"Kau" dan "aku" yang kemudian menjadi "kita", bukanlah sebuah kata sembarangan. Sebab bagi "kita", ikatan ini menyejarah, ikatan ini memberi arti bagi dunia, ikatan ini bukanlah ada tanpa do’a, justru ia hasil dari ikhtiar dan do’a yang "aku" dan "kau" ciptakan pada sujud-sujud petang kita.
Maka "kau" dan "aku" bukan lagi berada pada sebuah dinding tak saling mempengaruhi, tapi kita adalah dua bilangan yang saling mempengaruhi.
"Jika kau berkurang, aku-pun begitu."
Karena teori "kita", bukanlah tentang siapa yang lebih purna, dan siapa yang lebih lemah, tapi tentang siapa yang lebih mampu menghargai DIA, dan tentang bagaimana sama-sama kita menuju kesempurnaan cinta untuk-Nya.
Untuk itu, "kita" menjadi dimensi kompleks yang senantiasa kita cipta untuk membuat jejak "kita" menyejarah dalam catatan-Nya, bukan manusia biasa.
Maka "kita" mungkin terasa begitu hebat pengaruhnya. Tentang kelelahan yang tercipta, tentang penyesuaian yang terus menerus ada, tentang penerimaan yang sengaja hadir dalam kata, juga tentang kebahagiaan yang sering hadir dalam selang seling hari kita.
Maka pengaruh "kita" pada "aku" dan "kau", harapannya adalah sebuah pengaruh yang menguatkan, sebuah pengaruh yang mampu memperjelas alur hidup kita, juga (mungkin) sebuah pengaruh yang membawa kita pada capaian cita-cita syurga.
Maka "kau" adalah yang terbaik bagi "aku", namun semuanya menjadi semakin sempurna ketika "kau" dan "aku" menjadi "kita".
Maka "kau" adalah senja-senja dengan kegelimangannya yang mewarnai do’a-do’a petang ini.
Maka "kau" adalah lukisan-lukisan langit pemberi warna bagi "aku" yang sering salah dan tak sempurna.
Maka "kau" adalah sebuah jawaban, kenapa "aku" menjadi ada dalam sebuah himpunan "kita".
Maka tanpa "kau", sakinah ini takkan tercipta.
Tanpa "kau" mawaddah ini takkan ada.
Juga tanpa "kau" Rahmah ini akan pergi entah kemana.
Juga tanpa "kau", ikatan "kita" ini takkan tercipta.
Taipei, 19 Oktober 2011
~Yusuf Al Bahi~

***

PS:
Semoga "aku" menemukan "kau" pada saatnya nanti.
Saat itu, "aku" dan "kau" akan halal, resmi menjadi "kita";
bersama mengarungi hidup meraih ridho-NYA. aamiin 🙂

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

5 thoughts on “"Kita"”

  1. avicena1986 said: Mantabs !! ^______^v *njuk…kapan ki ceritanee ? ah dek chiku just wacana aja nih..haha

    Ahahay~ Si mbakyu ini, "cepat" sekali menanggapi :D! Pertamax euy 😉

    As I wrote above, "pada saatnya nanti" :"), insyaAllah…

  2. azizrizki said: ario yah:)

    Inggih, yang nulis tulisan di atas namanya bung Ario. Ditulis untuk istri beliau, Mbak Ratih Nur. Karena tulisannya bagus banget, jadi saya copas deh. hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.