Info & Tips Beasiswa Pemerintah India

Tulisan ini ditulis oleh seniorku di HI UGM dulu, yang kini tengah menuntut ilmu di India :). Bagi yang berminat, selamat membaca :)! Semoga bermanfaat!

Pendaftaran Beasiswa ICCR Segera Dibuka

Written by Gonda Yumitro

Posted November 7, 2011 at 2:11 pm

Tulisan ini dimuat dalam buletin Atase Pendidikan KBRI New Delhi Edisi V, ditampilkan di blog dengan harapan agar bisa berbagi informasi bagi teman-teman yang belum bisa mendapatkan buletin tersebut




Bagi tamatan SMA dan mahasiswa Indonesia yang berminat untuk kuliah di India dengan beasiswa, kesempatan tersebut terbuka luas. Sebagaimana biasanya, ICCR akan segera membuka pendaftaran beasiswa Indian Council for Cultural Relations (ICCR) bagi mahasiswa asing, termasuk dari Indonesia, pada pertengahan atau akhir November nanti.

Jangka waktu pendaftaran beasiswa ini cukup lama karena pendaftaran terakhir biasanya ditutup pada akhir Januari. Oleh karena itu, mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah di India mempunyai waktu yang cukup banyak untuk mempersiapkan persyaratan yang diperlukan.

Berkenaan dengan hal tersebut, pada edisi ini, Sukriya akan membahas seputar beasiswa ICCR dan pengalaman mahasiswa Indonesia mengikuti seleksi beasiswa tersebut.

Seputar Beasiswa

Indian Council for Cultural Relation (ICCR) merupakan lembaga kerjasama kebudayaan India yang didirikan pada tanggal 9 April 1950 oleh menteri pendidikan pertama India, Maulana Abdul Kalam Azzad[1].

Lembaga ini melakukan berbagai kegiatan kebudayaan sebagai sarana soft diplomacy pemerintah India. Salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada 2.325 mahasiswa asing dari berbagai negara untuk belajar berbagai bidang keilmuan kecuali kedokteran, kedokteran gigi dan keperawatan di berbagai jenjang baik S-1, S-2 maupun S-3 di berbagai universitas India[2].

Beasiswa ICCR terdiri dari 21 skema. Adapun yang memungkinkan diakses oleh mahasiswa Indonesia adalah Technical Cooperation Scheme Colombo Plan Scholarship Scheme, ICCR Scholarship Scheme for Dance and Music dan Reciprocal Scholarship Scheme, dan General Cultural Scholarship Scheme (GCSS). GCSS merupakan skema yang paling sering diakses oleh mahasiswa Indonesia.

Bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mendaftar beasiswa ICCR, informasi beasiswa ini bisa diperoleh langsung di kedutaan atau konsulat India di Indonesia atau melalui beberapa media seperti pamflet dan Internet.

Cara paling mudah untuk memperoleh informasi dan formulir pendaftaran adalah dengan membuka situs http://www.iccrindia.org/scholarships.htm atau http://www.indianembassyjakarta.com atau http://www.dikti.go.id.

Formulir pendaftaran yang diunduh dari website tersebut di atas, hendaknya segera diisi dan dilengkapi dengan berbagai berkas yang diperlukan. Secara umum, berkas yang diminta untuk pendaftaran beasiswa ICCR sama seperti berkas beasiswa lainnya.

Persyaratan tersebut antaralain terdiri dari biodata yang diisi sesuai dengan form yang disediakan, curriculum vitae, surat rekomendasi, terjemahan nilai dan ijazah dari SMA sampai pendidikan terakhir yang sudah dilegalisir, surat keterangan sehat dan bebas HIV/AIDS, foto copy passport, TOEFL dan synopsis penelitian untuk mahasiswa yang mendaftar jurusan arsitektur atau program doktor/post doctoral[3].

Ketika mengisi formulir pendaftaran, pelamar beasiswa ICCR hendaknya menunjukan keunggulan dirinya, meskipun tidak boleh dilebih-lebihkan. Adapun berkaitan dengan pilihan jurusan dan kampus pelamar diberikan kesempatan untuk menentukan 3 pilihan.

Informasi tentang kampus tersebut bisa diperoleh dengan menghubungi mahasiswa Indonesia di India, mencari informasi melalui internet atau menanyakannya ke kedutaan India terkait kampus-kampus yang terakreditas di India. Dengan cara ini diharapkan pertimbangan memutuskan 3 pilihan jurusan atau kampus di formulir pendaftaran tersebut betul-betul matang.

Kemudahan dalam beasiswa ICCR antaralain syarat IPK dan TOEFL yang tidak terlalu tinggi. IPK minimal cukup 2,75 saja. Hal ini kemungkinan berkenaan dengan sistem penilaian di India yang berbeda dengan di kampus-kampus Indonesia, dimana mencari nilai A sangat sulit.

Adapun TOEFL nilainya cukup rendah, yaitu 500. Meskipun demikian akan lebih baik jika mencapai 550 karena skore 500 hanya persyaratan untuk lulus administrasi. Padahal nantinya setelah lulus tes administrasi, peserta akan diundang ke kedutaan India di Jakarta, atau konsul di Medan atau Bali untuk mengikuti tes bahasa Inggris.

Biasanya panggilan untuk mengikuti tes bahasa inggris dan wawancara akan dilakukan pada akhir Januari atau awal Februari. Tes tersebut akan diadakan sekitar minggu pertama atau kedua Februari.

Beberapa materi yang diujikan antaralain berkenaan dengan kemampuan general English test seperti reading, structure, ditambah penulisan essay terhadap topik yang diberikan. Setelah itu, pelamar akan menjalani tes wawancara.

Pada saat wawancara, pertanyaan yang diberikan seputar hal-hal umum seperti kenapa anda memilih beasiswa ICCR dan tidak ke Negara lain?, bisa dijelaskan tentang kelebihan dan kekurangan diri anda?, apa rencana setelah menyelesaikan kuliah di India?, dan seterusnya.

Intinya pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan upaya melihat kapasitas akademik calon, mengklarifikasi tujuan kuliah ke India yang sebenarnya sudah ditulis di form, melihat kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan relevansi studi calon penerima beasiswa dengan karier masa depan.

Selain itu, tentu saja dengan interview ini, pihak ICCR dan kedutaan India akan mengetahui kemampuan berbahasa inggris calon penerima beasiswa. Bahkan hasil tes bahasa inggris secara keseluruhan di kedutaan inilah yang paling menentukan kelulusan.

Setelah tes tersebut, akan ada 30 orang mahasiswa yang lulus untuk dikirimkan ke ICCR di India. Dari ke-30 orang tersebut, hanya akan 20 orang saja yang dipanggil ICCR untuk melanjutkan pendidikan di India.

Pengumuman kelulusan akan dilakukan secara bertahap mulai dari bulan April sampai bulan Agustus, tergantung admission dari kampus di India. Kebanyakan menerima panggilan pada bulan Juni dan Juli.

Jika sudah diumumkan lulus beasiswa ICCR, maka yang bersangkutan akan mendapatkan beberapa fasilitas, antaralain akomodasi, biaya hidup, biaya kuliah, biaya kesehatan, serta uang buku dan biaya rekreasi ke kota-kota lain di India setahun sekali.

Adapun tiket pulang pergi India harus disiapkan sendiri oleh yang bersangkutan. Meskipun tidak terlalu besar, akan tetapi beasiswa tersebut sudah mencukupi untuk biaya hidup di India yang tergolong masih cukup murah. Akan tetapi, jika yang bersangkutan ingin membawa keluarga, ia harus menyiapkan biaya sendiri.


Pengalaman Mahasiswa Indonesia

Untuk memberikan informasi yang lebih jelas, Sukriya melakukan wawancara dengan beberapa alumni dan penerima beasiswa ICCR India. Dalam kesempatan tersebut, beberapa alumni dan mahasiswa tersebut berbagi pengalaman, kesan dan tips ketika mereka mengikuti tes beasiswa ICCR.

Romi Setiawan, Alumni M.A Economic Annamalai University bercerita bahwa ketika mendaftar beasiswa ICCR, ia secara tidak sengaja mendapatkan informasi tersebut. Lulus dari Gontor, ia datang ke Jakarta untuk mengikuti program tahfidz alquran karena ia berencana untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar.

Pada saat liburan, ia bersama temannya pergi jalan-jalan. Karena melihat gedung kedutaan India di Jakarta yang unik dengan bentuk limas, maka mereka pun berhenti dan datang ke sana. Pada waktu itulah ia mengetahui jika pendaftaran beasiswa ICCR sedang dibuka.

Kasih Wulandari, Alumni M.A English Alighar Muslim University mendapatkan informasi beasiswa ICCR melalui beberapa seniornya yang pernah kuliah di India. Karena itu, ia menyarankan, �Jika ingin kuliah di India, cobalah berkonsultasi dengan mereka yang sedang atau telah lulus dari beasiswa ICCR India.�

Winda Candra, alumni M.A School of Literary and Cultural Studies, EFLU berbagi tips. �ketika mendaftar kita harus benar-benar menyiapkan berkas yang lengkap, termasuk pasport. Jangan lupa menyusun dokumen tersebut dalam format yang rapi, lengkap dan semenarik mungkin. Tentu saja jangan sampai terlambat mengirimkannya�.

Lebih lanjut, karena berkas yang diperlu dikirimkan sebanyak 6 copy, winda menyarankan agar sebelum mengirimkan berkas kita juga meng-copy satu eksemplar untuk arsip.

Dadang Jatmiko, mahasiswa Master of Commerces, Jamia Millia Islamia, mengatakan bahwa akhir Januari atau awal Februari hendaknya sering-sering membuka email. Pada bulan februari akan ada list yang dipanggil untuk tes. Biasanya di telpon dan melalui email.

�Tapi ada jg teman yang hanya pakai email dan tidak di telpon. Yang jelas, jarak pengumuman dan tes cukup dekat, jadi harus kudu sering lihat email�. Tegasnya.

Salim Nabhan, mahasiswa M.A English, Delhi University, memberikan tips pada untuk persiapan tes bahasa inggris, �yang penting sebelum mendaftar beasiswa kita harus sering latihan TOEFL agar mempunyai kemampuan grammer bahasa inggris yang bagus. Usahakan selalu mengasah kemampuan dalam berbicara dan mendengar. Selain itu, sering-sering menulis essay tentang berbagai topik.�

Zulkhan Indra, mantan Ketua PPI India berpendapat, �Jangan grogi saat wawancara, percaya diri adalah kuncinya. Anda harus tahu apa yang akan anda katakan. Siapkan diri sebelum wawancara. Berlatih berbicara Bahasa Inggris dengan teman-teman atau cermin sekalipun. Tunjukkan kepada pewawancara kenapa Anda yang harus mereka pilih�

Dengan gaya khasnya, Novian, mahasiswa Ph.D Filsafat Delhi University menyatakan, �Jika kita sudah mengikuti semua proses dan seleksi dengan maksimal, maka tinggal banyak berdoa dan tawakkal saja.� (red)

————-

[1] M.Prabha. The waffle of the toffs: a sociocultural critique of Indian writing in English. Oxford & IBH, 2000

[2] http://www.iccrindia.net/scholarshipschemes.html

[3] http://indianembassyjakarta.com/education.html

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.