Mengutip dari postingan Pak Hernowo: Menulis sesungguhnya adalah ekspresi hati dan curahan jiwa kita yang terdalam. Karena itu, keaslian sesungguhnya merupakan kata kunci di sini. Bagi seorang penulis sejati, perasaan otentik sangat penting dan keotentikan itulah sesungguhnya yang hendak dikomunikasikan seorang penulis kepada setiap pembaca tulisannya. Menulis sesungguhnya adalah sebuah proses untuk menjadi diri kita yang sebenarnya. Bahkan menulis sesungguhnya adalah sebuah proses untuk menjadi diri kita yang seutuhnya, sebuah proses pergulatan untuk menemukan diri kita yang sejati. Maka, tidak mungkinlah kita meminjam kata-kata (apalagi gagasan dan pemikiran) orang lain untuk menjadi diri kita yang sesungguhnya. —Arvan Pradiansyah

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.