Ketulusan…

Ketulusan

Oleh B. Bagus Praba K., Pengajar Muda Kab. Maluku Tenggara Barat

Dia tidak berbicara prestasi, yang hanya mengejar prestasi, melihat kekurangan sebagai kesalahan…

Dia tidak berkata kompetisi, kompetisi sempit menjadikan dunia terbagi, memahami kejujuran sebagai keterbelakangan…

Dia tidak mengintip rumput tetangga, yang seringkali lebih subur dan hijau, dan tidak pernah tahu bahwa miliknya unik…

Dia tidak memandang semua kesempatan baik, sebagai peluang yang mesti diambil

Ketika tangan menggenggam semua, tersadar tidak satupun yang bisa dikerjakan…

Dia tidak mendiskusikan keberadaan, aktris besar menjadi besar, bukan karena ratusan drama yang dia perankan, tapi kedalaman jiwa dalam tiap tokoh yang terpancar…

Dia tidak mengoarkan hasil, hasil banyak membuat orang buta, untuk saling mengejar dan diakui…

Dia tidak menghiraukan opini orang, kiri dan kanan berhak menilai berapapun. Tapi mimpi tercapai ketika konsisten…

Dia percaya pada proses, bukan sesumbar dan kemasan cantik, bukti lebih kuat daripada presentasi ratusan rencana…

Dia hanya berbicara memberi, memberi apa yang terkasih di hatinya, hingga tangannya pun lupa bahwa sudah memberi…

Dia hanya melihat impian, mimpi yang lebih berharga dari sekedar penghargaan

Pikirannya tidak terbelokan oleh pujian, apalagi terhentikan

Dia hanya fokus pada sasaran, bukan indahnya hiasan yang mengelilingi, pernak-pernik lebih menarik mata. Tapi sasaran mempersiapkan masa depan yang lebih baik…

Balik layar menjadi posisi terbaik, jika hal itu menjadi lebih berdampak dan membangun, daripada menjadi aktor utama…

Dia lebih memilih mempersiapkan masa depan seorang anak. Jika hal itu jauh mempengaruhi masa depan, daripada semua kegiatan yang terjadi di riwayatnya…

Prestasi , hasil, penghargaan, keberadaan, kemenangan kompetisi, apresiasi, bergulir dengan sendirinya ketika mereka melihat ketulusan tetap tulus…

Ketulusan menjadi tulus jika tetap tulus…

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.