Tentang Bersikap pada Cinta

Recently, I did a blog walking and found this great post. It’s from my friend’s blog. Hope this post can be useful for me and you (who read this), not only for now but also for the future…. (until "that" time is come)


Tentang Bersikap pada Cinta

Oleh Kamilul Ihsan

Belajar untuk mencintainya seperti biasa.

Belajar untuk menyayanginya sewajarnya.

Mencoba untuk berpikir semua hal berjalan tetap seperti biasa sehingga saat dia pergi pun semua akan tetap terasa biasa. :’)

Tak akan ada habis rasanya ketika kita membahas masalah cinta,,,

Tak akan ada ujung kiranya ketika kita mendiskusikan tentang cinta,,

Karna ia ada bukan untuk dibahas,,

Ia ada bukan untuk dibicarakan,,

Ia ada bukan untuk dibicarakan panjang lebar,,

Namun ia ada untuk di rasakan, di sini…. di hati πŸ™‚

Sudah mahfum rasanya ketika kita, yang masih muda ini mendengar kisah tentang cinta muda-mudi,,

Sudah biasa rasanya telinga ini, mendengar banyak keluh kesah mereka tersakiti oleh cinta,,

Namun coba kita tengok ke belakang, pada kisah para sahabat..

Tentang kisah cinta Fatimah dan Ali

Bagaimana mereka bersikap pada cinta..

Bagaimana keduanya menyimpan dan mengolah sebuah rasa yang dinamakan cinta,,

Teringat perkataan Ustadz Salim:

"Belajarlah untuk mencintai sejantan Ali. Karna sesungguhnya cinta tidak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan."


Gambar diambil dari SINI

Ya Alloh, jadikan cinta ini cinta yang Engkau ridhai…

Jika dia memang bukan milik kita

Melalui waktu, hapuslah ‘cinta dalam diam’ ini dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat

Biarkan ‘cinta dalam diam’ ini menjadi memori tersendiri dan sudut hati ini menjadi rahasia antara kita dengan Sang Pemilik hati πŸ™‚

"Barangsiapa sangat mencintai seseorang kemudian ia tetap menjaga diri dari perbuatan dosa & menyimpan cintanya sampai ia mati karnanya, maka ia telah mati syahid…" (HR Hakim, Hatib Ibnu Asyakir dan Dailami)

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

2 thoughts on “Tentang Bersikap pada Cinta”

  1. "Barangsiapa sangat mencintai seseorang kemudian ia tetap menjaga diri dari perbuatan dosa & menyimpan cintanya sampai ia mati karnanya, maka ia telah mati syahid…" (HR Hakim, Hatib Ibnu Asyakir dan Dailami)

    Aih… :’)

Leave a Reply to rizativa Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.