[Share] Etika Berkomunikasi dan Mengirim Email

[OOT] Etika Berkomunikasi dan Mengirim Email

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

4 thoughts on “[Share] Etika Berkomunikasi dan Mengirim Email”

  1. Beberapa waktu ini, saya mendapatkan email dengan "kasus" yang sama, yaitu pengiriman email dengan body text kosong, hanya attachment saja. Dan terlebih, itu merupakan email resmi.

    Nah, kalau boleh memberi masukan (sebagai saya pribadi), apabila kita (baik sebagai pribadi maupun mewakili institusi) mengirim email (ke siapapun) harap menuliskan paling tidak sepatah dua patah kata sebagai pengantar email dan signature di dalam body text email tersebut. Jangan lupa menyampaikan perkenalan, terutama jika itu adalah email pertama ke instansi/ orang yang bersangkutan.

    Jika mengirimkan attachment saja dan body text kosong, menurut saya pribadi kurang baik, karena si penerima email belum tentu paham dengan maksud si pengirim email tersebut.

    Oya, satu lagi. Jangan lupa untuk menuliskan TITLE di Subject Email tersebut. Yang padat dan singkat, serta mewakili keseluruhan isi email 🙂

    Hal ini sebagai pengetahuan, jika ke depannya berkomunikasi dengan pihak umum dan profesional :).

    Semoga bisa menjadi bahan pembelajaran kita bersama. Semoga berkenan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.