Doa Ibu

Alhamdulillah, syukur tiada terkira. Allah masih memberikan Kasih dan Sayang-Nya padaku sehingga hingga hari ini aku masih berada di dunia. Syukur tiada terkira. Hari itu, tanggal 14 Januari, 26 tahun lalu, Ibu melahirkanku ke dunia. Beragam rasa, campur aduk kualami sekarang ini. Namun, satu yang pasti, Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah….

Berada di puluhan ribu mil dari tanah air, tak membatasi doa-doa ibu untukku. Pagi ini, sebuah doa tulus terkirim dari my dearest mom and dad TT_____TT.

“Assalamualaikum. Adek, selamat ultah ya. Semoga diberi umur yang barokah, diberi ilmu yang bermanfaat, diberi jodoh yang diridhoi Allah swt, diberi rezeki yang barokah, selalu menjaga kesehatan lahir dan batin, selalu mendoakan orangtua, keluarga, kaum muslimin dan muslimat, sakinah, mawaddah, wa rahmah, khusnul khotimah. Aamiin yaa Rabbal ‘alamiin….” – Mak

#Yaa Allah, kabulkanlah doa ibundaku…. Pintaku dari lubuk hati yang terdalam….

doa-ibu

 

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

One thought on “Doa Ibu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.