[Share] How to Find Free Wifi while Backpacking

Nge-net dan nge-gadget sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Apalagi buat para “aktivis” yang menggantungkan semua komunikasi (*terutama gratisan) melalui media ini. Sehari saja tidak nge-update, bisa kacau berbagai komunikasi persiapan suatu kegiatan.

Hal ini sangat saya rasakan ketika berkunjung ke negeri matahari terbit, pekan lalu. Walaupun dikenal sebagai negara dengan hi-tech, tapi tidak berarti akses internet (gratisan) mudah didapat. Begitu pula saya rasakan ketika berback-packing ke Bandar Sri Begawan. Walaupun negara kaya, bukan berarti internet (gratisan) ada di mana-mana. Tapi itu bukanlah menjadi penghalang buat kita, orang Indonesia, yang terkenal dengan kreativitas dan ide cemerlangnya 😀 (*in positive meaning lho!).

wi-fi

Ketika kita berkunjung ke suatu negara atau kota, coba himpun informasi terlebih dahulu tentang infrastruktur internet (gratisan) di kota tersebut. Atau kalau yang ber-backpacking, bisa pilih penginapan/ hostel yang menyediakan wifi gratisan (*in some cases, ada beberapa penginapan/ hotel yang mewajibkan customernya untuk membeli voucher internet dengan harga yang wah).

Berikut ini beberapa tempat publik yang biasanya menyediakan wifi gratisan (terutama kota-kota besar):

1) Stasiun kereta besar atau Bandar Udara

Kalau sedang bepergian atau baru tiba, coba cek di bandara or stasiun ybs, biasanya ada free wifi (walau kadang ada batasan waktu penggunaan). Misalnya di tanah air, bandara kita dan juga stasiun kereta besar (contoh: Stasiun Tugu, Yogyakarta) ada fasilitas internet gratis berbatas (tiap 15 menit perlu login).

Di bandara-bandara internasional lainnya, ada juga yang menyediakan internet gratis. Kalau di KLIA (Kuala Lumpur) ada batas waktu 3 jam pemakaian.

Nah, untuk konteks Taiwan, jaringan internet gratisan bisa diakses di setiap gedung pemerintah dan stasiun kereta dengan nama “iTaiwan”. Layanan ini disediakan oleh pemerintah Taiwan di berbagai Government Indoor Public Area. Motto-nya, “Service without boundaries, providing a better life to all citizens”. Walau itu stasiun kecil melosok sekalipun, biasanya iTaiwan tetep hadir membersamai para traveler en pencari wifi gratisan :D. Informasi lengkap seputar iTaiwan bisa dilihat di SINI.

Untuk kota Taipei sendiri, akses free wifi bisa diperoleh juga melalui jaringan “TPE-Free” internet access. Tidak hanya di bandara, stasiun kereta/ MRT, tetapi juga ada di setiap perempatan jalan besar. Jadi, buat yang ber-backpacking di Taipei, berbahagialah 😀

2) Fast-food Restaurant atau “Warung Kopi” besar

Sewaktu saya ber-backpacking ke Northern Borneo, saya sedikit kesulitan mencari wifi gratisan. Selain karena kurangnya informasi, juga karena mobilitas yang cukup tinggi. Sewaktu saya di Brunei, tempat menginap saya tidak menyediakan free internet, alias harus beli voucher. Sayangnya, berhubung budget mepet, alhasil saya berkeliling di sekitar penginapan dan menemukan satu tempat yang menyediakan internet gratisan. Dialah M*D (fast-food restaurant yang you know what :D).

Namun, karena ada password untuk menyambungkannya, saya harus mencari tahu. Dengan berbekal membeli es krim (menu paling murah di sana XD), saya pun sekaligus menanyakan apa password wifinya :p. Dan setelah itu, untuk kunjungan berikutnya tak perlu lagi membeli makanan (hanya untuk mengetahui password. hahaha)

Sama halnya dengan cafe atau warung kopi lainnya, mekanisme untuk mendapatkan internet gratis perlu dilakukan dengan cara membeli produknya dulu, baru kemudian bisa gratis.

3) Jaringan Mini-Market

Nah, untuk yang ini, akses internet gratis tak bersyarat bisa didapatkan di beberapa jaringan mini-market, misalnya 7-1*. Saat berkunjung ke Tokyo, saya dan rekan-rekan agak kesulitan mencari akses internet gratis, namun kemudian alhamdulillah dengan keberadaan 7-1* yang ada di berbagai lokasi dan menyediakan internet gratis, perjuangan para “aktivis” untuk selalu update bisa terselamatkan :D.

4) Bis Umum

Di beberapa kota besar, ada bis kota atau bis umum yang juga memberikan akses internet gratis. Untuk konteks Taipei, ada beberapa bis jalur tertentu yang menyediakan fasilitas “TPE-free bus”. Dan di Tokyo saja juga menemukan fasilitas ini. Di tanah air, bis damri dari dan ke Bandara juga memberikan akses ini kepada para penumpangnya :).

Nah, sementara ini empat hal di atas yang bisa saya share. Mungkin ada masukan atau cerita lain dari teman-teman tentang how to find and get free internet access saat berjalan-jalan di kota-kota yang pernah kalian kunjungi 🙂

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.