[Tips] Schwangerschaftgeld – Uang untuk Ibu Hamil di Jerman

Salah satu bantuan sosial yang diberikan Jerman untuk penduduknya (baik orang asli Jerman maupun pendatang) adalah Schwangerschaftgeld, atau pregnancy benefit alias uang untuk ibu hamil (plus melahirkan). Menurut info teman, uang ini berasal dari pemerintah Jerman, namun proses permohonannya melalui lembaga sosial semacam Caritas, Donumvitae dll.

Nah, uang bantuan ini ditujukan bagi wanita hamil untuk persiapan perlengkapan menyambut calon debay, seperti baju ibu hamil, perlengkapan ibu menyusui, stroller, pakaian dan perlengkapan bayi, dll.

Besaran uang bantuannya bervariasi, mulai dari 600 – 1000 Euro, tergantung penghasilan, pengeluaran dan tabungan masing-masing keluarga. Jadi, tidak bisa disamaratakan antara satu keluarga dengan keluarga yang lain mendapat berapa dan juga tergantung kota domisili tinggal. Teman saya ada yang mendapat 600, ada juga yang 750, 800 bahkan 1000 Euro. Jadi, menurut saya kadang keputusan besaran bantuannya tergantung kondisi keuangan kita (dokumen yang kita bawa), kota domisili dan subjektivitas konselor lembaga bantuan tersebut :D. Kata teman juga, bantuan ini diberikan bagi yang uang tabungannya di bawah 5000 euro (untuk menunjukkan kalau memang dari keluarga dengan penghasilan ngepas/ di bawah standar Jerman).

Pengajuan dana bantuan ini bisa dilakukan ketika seorang wanita positif dinyatakan hamil, dengan usia kehamilan paling nggak 12 minggu (ditunjukkan dengan bukti buku Mutterpass, semacam buku kesehatan Ibu dan Anak/ KIA versi Jerman). Juga belum pernah mengajukan bantuan serupa di tempat lain (untuk kehamilan yang sama). Hal ini untuk mencegah terjadinya double permohonan (*kemaruk jenenge, kalo semua tempat diajuin ^^”).

Kemudian, proses selanjutnya, sang suami atau istri bisa membuat appointment dengan lembaga bantuan sosial tadi (Caritas, Donumvitae dll) di kota tempat tinggal masing-masing, baik via telepon atau email. Kemudian, lembaga tersebut akan membuat appointment sesuai jadwal kita, dan meminta kita untuk membawa beberapa dokumen penunjang. Antara lain:

  1. Mutterpass
  2. Resident permit yang masih berlaku + zusatzblatt (lembaran hijau)/ paspor yang masih berlaku
  3. Bukti pendapatan 3 bulan terakhir sekeluarga (slip gaji, surat jaminan beasiswa, bantuan sosial dari pemerintah Jerman semacam dari Jobcenter, dll)
  4. Rekening Koran 3 bulan terakhir (suami istri, jika keduanya punya rekening bank). Ini ditujukan untuk mengetahui besaran pengeluaran bulanan
  5. Kartu ATM/ informasi tentang rekening bank yang dimiliki

Nah, saat kami mengajukan permohonannya, suami membuat appointment via email ke Donumvitae Bonn, kemudian kami datang sesuai jadwal appointment yang diberikan dengan membawa segala berkas yang diminta. Btw, yang datang ke kantornya harus keduanya ya (suami dan istri).

Konselor yang ada sangat ramah dan berbaik hati dalam membantu proses permohonan aplikasi dana bantuan kehamilan ini dan juga kita bisa konsultasi seputar kehamilan, seperti bagaimana mencari bidan, senam hamil/ yoga, bgaimana mengajukan Elterngeld dan Elternzeit, dsb.

Ibu konselor yang kami temui cukup fasih berbahasa Inggris, jadi tidak terlalu sulit dalam berkomunikasi. Nah, si bu konselor ini bertanya beberapa hal, sambil mengecek dokumen kami dan menginput data yang ada ke komputer. Sepertinya, data yang diinput ini akan jadi basis berapa besaran bantuan yang diberikan. Kemudian sesi tanya jawab.

Pertanyaan yang disampaikan beliau (semacam wawancara), antara lain:

  1. Dari mana dapat info tentang lembaga sosial tersebut
  2. Data pribadi si ibu hamil (sambil cek dokumen; Mutterpass, nomor rekening bank (jika ada) dan resident permit)
  3. Detail pemasukan sekeluarga per bulan di Jerman (sambil cek bukti slip gaji, surat jaminan beasiswa, Kindergeld, dll)
  4. Detail pengeluaran rutin bulanan (sambil cek rekening koran bank): sewa apartemen, listrik, internet, asuransi keluarga, uang sekolah dan makan anak, biaya kuliah, uang transportasi keluarga, langganan TV kabel dll (tidak termasuk uang makan/ belanja). Termasuk ditanya di Jerman ada hutang atau nggak
  5. Apa saja yang dibutuhkan untuk perlengkapan ibu hamil, ibu menyusui dan bayi (yang sudah dimiliki dan belum dimiliki).

Setelah input data selesai, sang konselor langsung memutuskan berapa besaran bantuan yang diberikan. Di sini, menurut saya agak kurang etis kalau protes kita harusnya dikasih berapa (menuntut), terutama jika kita tahu berapa yang didapat teman lain, en kita dapat lebih sedikit. Seharusnya, kita sudah sangat bersyukur karena bisa dapat “uang bonus” ini, dan seperti yang saya sebutkan tadi, kondisi keuangan tiap keluarga berbeda :).

Kemudian, ada formulir yang harus ditandatangani oleh si ibu hamil sebagai persetujuan isi data formulir, besaran dana bantuan, dan perjanjian tidak akan mengajukan bantuan serupa di tempat lain.

Dana bantuan kehamilan ini, akan ditransfer ke rekening yang tertera (punya suami or istri), dan dikirim menjadi 2 bagian: sebelum melahirkan dan sesudah melahirkan (dengan menyerahkan bukti kelahiran/ akta kelahiran anak ke lembaga tersebut).

Kurang lebih itu gambaran pengalaman saya dalam proses pengajuan Schwangerschaftgeld di Jerman. Mungkin orang lain punya pengalaman yang agak berbeda karena faktor domisili atau lembaga bantuan sosialnya. Semoga memberikan gambaran bagi teman-teman yang sedang hamil/ istrinya sedang hamil di Jerman :). Sehat-sehat selalu untuk ibu dan calon debaynya yaaa 🙂

Author: Sunu Family

We are an Indonesian family living in Bonn, Germany since 2017. Our family consists of Ayah (Radit), Umi (Retno/ Chiku), Kakak (Zahra), and Adek (Faiq). We will share our experience living in Germany, our trips, thoughts, Umi's related research on her study, etc.