[Share] Seleksi Beasiswa LPDP – Part 1

Alhamdulillah. Segala Puji Bagi Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Doa saya untuk melanjutkan studi (lagi) diijabah Allah dengan dilancarkannya proses dalam berjuang mendapatkan beasiswa. Namun ini semua belum berakhir. Perjalanan saya menuju ke Berlin masih panjang. Palilng tidak sudah dua tahapan proses sudah saya lewati, yaitu proses seleksi beasiswa pendidikan Indonesia (BPI) LPDP dan persiapan keberangkatan (PK).

Nah, dalam beberapa postingan ke depan, perkenankan saya berbagi pengalaman tentang bagaimana awal proses saya dari awal hingga pengumuman hasil seleksi. Namun sebelum menuju ke sharing pengalaman, let me describe secara singkat selayang pandang LPDP.

Tentang LPDP

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah lembaga di bawah Kementerian Keuangan dengan pengawasan dari empat Kementerian, yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi serta Kementerian Agama Republik Indonesia. LPDP dibentuk sebagai salah satu pemenuhan dan pelaksanaan amanah UUD 1945 terkait fungsi pendidikan, mengalokasikan 20 persen Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) adalah untuk pendidikan.

Merujuk pada sejarahnya, pada tahun 2010 Pemerintah dan DPR RI melalui UU Nomor 2 tahun 2010 tentang APBN-P 2010 menyepakati bahwa sebagian dana dari alokasi dana fungsi pendidikan dalam APBN-P tersebut dijadikan sebagai Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola dengan mekanisme pengelolaan dana abadi (endowment fund) oleh sebuah Badan Layanan Umum (BLU).

Mekanisme yang ada di LPDP, merupakan sebuah terobosan untuk menjamin keberlangsungan pendidikan antar generasi (future leaders), yang memiliki aspek Fleksibilitas (terkait siklus normal penganggaran agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran allowance), sebagai antisipasi apabila APBN mengalami penurunan sebagai akibat dari faktor eksternal sehingga alokasi anggaran pendidikan akan turun, serta sebagai antisipasi apabila terjadi force majeur yang menjadi sebab terganggunya pelaksanaan pendidikan.

Pengelolaan dana abadi pendidikan ini digunakan untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia di berbagai bidang yang menunjang percepatan pembangunan Indonesia dan mempersiapkan calon pemimpin muda masa depan, melalui pemberian dana pendidikan untuk beasiswa dan riset kepada putra – putri terbaik Bangsa Indonesia. Selain itu, hal ini bertujuan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi mendatang sebagai pertanggungjawaban antargenerasi serta mengantisipasi keperluan rehabilitasi pendidikan yang rusak akibat bencana.

Nilai-nilai yang diperjuangkan LPDP, antara lain: Integritas, Profesional, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan yang diimpelementasikan dalam keseharian dan budaya organisasi setiap insan LPDP.

  1. Integritas: Berpikir, berkata, berperilaku dan bertindak dengan baik dan benar serta memegang teguh prinsip-prinsip moral.
  2. Profesionalisme: Bekerja tuntas, akurat atas dasar kompetensi terbaik, penuh tanggung jawab, dan komitmen yang tinggi.
  3. Sinergi: Membangun hubungan kerja sama internal maupun kemitraan yang produktif dan harmonis.
  4. Pelayanan: Bekerja sepenuh hati, transparan, cepat, akurat dan mudah dalam memenuhi kepuasan pemangku kepentingan.
  5. Kesempurnaan: Berupaya melakukan perbaikan disegala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik.

Program Layanan LPDP

LPDP memperoleh DPPN dari APBN sebesar Rp 15.6 Triliun, yang kemudian menjadi dana abadi pendidikan. Program Layanan LPDP terdiri dari 2 macam, yaitu pengembangan dana (melalui investasi) dan penyaluran dana. Khususnya untuk penyaluran dana, terbagi menjadi 3, yaitu program beasiswa, pendanaan riset dan rehabilitasi fasilitas pendidikan.

Untuk program beasiswa terdiri dari:
1) Beasiswa Magister/ Doktoral (Dalam/ Luar Negeri)
2) Beasiswa Tesis/ Disertasi (Dalam/Luar Negeri)
3) Beasiswa Pendidikan Indonesia Dokter Spesialis (Dalam Negeri)
4) Beasiswa Presiden Republik Indonesia
5) Beasiswa Afirmasi

Tema-tema yang menjadi prioritas pertama LPDP, yang dipandang akan memberikan kontribusi besar dalam perkembangan Indonesia di masa depan, antara lain seperti: maritim, perikanan, pertanian, ketahanan energi, ketahanan pangan, industri kreatif, dan pendidikan. Selanjutnya prioritas kedua yaitu manajemen pendidikan, teknologi transportasi, teknologi pertahanan dan keamanan, teknologi informasi dan komunikasi, serta teknologi medis dan kesehatan. Untuk prioritas ketiga tema yang ditawarkan adalah lingkungan, agama, vokasi, ekonomi atau keuangan syariah, bahasa atau budaya, sains terapan, dan hukum bisnis internasional.

Tahapan yang harus dilalui dalam proses seleksi Beasiswa LPDP:
a. Tahap Pendaftaran Online
b. Proses Seleksi Administrasi (kelengkapan dokumen dan persyaratan)
c. Proses Penilaian Dokumen
d. Proses Seleksi Wawancara, Leaderless Group Discussion (LGD) dan Essay on the spot
e. Penetapan Kelulusan sebagai Penerima Beasiswa
f. Program Persiapan Keberangkatan (PK)

Program Pendanaan Riset LPDP terdiri dari:
1. Riset Inovatif dan produktif (bantuan dana riset komersial dan bantuan dana riset implementatif)
2. Riset afirmasi nasional
3. Penghargaan hasil karya riset

Rehabilitasi fasilitas pendidikan, terdiri dari:
1. Fasilitas Pendidikan yang Rusak Akibat Bencana Alam
2. Fasilitas Pendidikan yang Terkait Langsung dengan Proses Pembelajaran

Pada Desember 2015, LPDP meluncurkan program baru yaitu Penghargaan Publikasi Ilmiah Internasional, yang merupakan salah satu bentuk penganugerahan kepada periset atau kelompok periset yang telah berhasil mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal internasional yang terindeks lembaga profesional. Penghargaan Publikasi Ilmiah Internasional ditujukan untuk artikel ilmiah yang bertema strategis terkait dengan pengembangan khazanah ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya.

LPDP dalam Angka

Dalam periode tahun 2013 – 2015, tercatat terdapat 79.919 orang pendaftar beasiswa, baik untuk magister, doktor, tesis, disertasi, profesi, dan afirmasi. Pendaftar terbanyak adalah untuk jenjang magister (2013-2015) sebanyak 56.575 orang, sedangkan untuk tingkat doktor hanya 11.111 orang. Dari total pendaftar beasiswa tersebut, jumlah penerima beasiswa (total 2013 – 2015) adalah sebanyak 6.335 orang, dengan rincian akumulasi program magister sebanyak 4.543 orang, doktoral 878, tesis 596, disertasi 273, dan profesi 45.

1

Dalam perkembangannya, terdapat peningkatan jumlah penerima beasiswa dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2013, jumlah penerima beasiswa hanya 1.555 orang, kemudian meningkat pada tahun 2014 sebesar 3.025 orang. Khususnya untuk tahun 2015, sampai pertengahan tahun terdapat 1.755 orang penerima beasiswa. Untuk penerima beasiswa afirmasi, pada tahun 2013 tercatat sebanyak 26 orang mendapatkan beasiswa ini. Sedangkan, pada 2014 penerimanya mencapai 672 orang.

2

Berdasarkan provinsi asal, penerima beasiswa afirmasi periode 2013-2014 terbanyak berasal dari Papua dengan total 163 orang, kemudian Nusa Tenggara Barat sebanyak 146 orang, Nusa Tenggara Timur sebanyak 92 orang dan Sumatra Barat sebanyak 66 orang.

Sumber:

 

 

[Share] Esai LPDP – Sukses Terbesar

Alhamdulillah, per 10 Desember 2015 yang lalu, Allah mengabulkan doa dan salah satu ikhtiar saya untuk melanjutkan studi. Setelah lama harap-harap cemas, pengumuman yang sangat ditunggu itu muncul juga. Ya, itulah seleksi beasiswa pendidikan Indonesia (BPI) dari LPDP.  Saya mengikuti proses seleksi batch IV tahun 2015.

Nah, salah satu syarat saat seleksi administratif adalah membuat esai sukses terbesar dalam hidup saya. Berikut ini esai yang saya tulis. Semoga bisa memberi gambaran bagi rekan-rekan yang akan atau sedang berikhtiar.

SUKSES TERBESAR DALAM HIDUP SAYA

Oleh: Retno Widyastuti

Seek out your mission in life, and you are living a life of significance. And when your passions meet the needs of the world, you find your mission in life (Rene Suhardono, 2014).

Setiap orang memiliki definisi dan standar yang berbeda tentang kesuksesan. Ada yang mengukurnya dengan material, non-material atau keduanya. Bagi saya pribadi, definisi kesuksesan adalah ketika nilai keseimbangan optimal tercapai antara penumbuhan individu, hubungan dengan keluarga, studi di kampus/ bekerja dan aktivitas organisasi (Teori Informasi – Entropy, Khoirul Anwar 2014). Dengan kata lain, sukses adalah ketika potensi dan pencapaian diri terus bertumbuh, hubungan keluarga terbina dengan baik, menjalankan amanah studi atau kerja dengan sungguh-sungguh, serta aktif berkontribusi untuk lingkungannya melalui organisasi. Keempat komponen tersebut dijalankan bersama-sama secara berimbang dan optimal.

Selama 28 tahun ini, ada banyak pengalaman dan peristiwa yang saya alami. Walaupun saya belum mencapai nilai keseimbangan optimal yang menjadi tolak ukur kesuksesan saya, namun ada periode dimana saya merasa bisa menjalankan peranan serta misi saya dengan baik. Adalah periode itu ketika saya menjalani studi master saya di Taipei, Taiwan pada tahun 2012 – 2015. Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan untuk studi di luar negeri dalam waktu panjang untuk pertama kalinya. Saya mendapatkan beasiswa dari Taiwan Scholarship dan diterima di program Asia Pacific Studies, National Chengchi University. Baik beasiswa maupun kampus tempat saya belajar, adalah termasuk yang paling bergengsi di Taiwan, sehingga persaingan dan tekanan di sana cukup ketat.

Selain itu, di Taiwan saya ditantang untuk menjalani kehidupan mandiri dan bertahan di tengah suasana yang serba asing. Namun begitu, saya tetap mencoba menjalankan dua setengah tahun tersebut dengan penuh kesungguhan. Hasilnya, Alhamdulillah di tengah perjuangan beradaptasi dengan budaya yang berbeda dan menjadi minoritas, saya dapat mempertahankan prestasi akademik yang ditunjukkan dengan nilai yang selalu di atas standar. Selain itu, saya juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti 4 konferensi bertaraf internasional dengan mempresentasikan karya ilmiah saya di Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, dan Filipina. Prestasi non-akademik pun pernah saya raih selama di Taiwan, seperti menjuarai lomba esai tingkat universitas dan juga honorable mention lomba fotografi amatir mahasiswa internasional se-Taiwan.

Tidak hanya berfokus pada akademik, saya juga aktif bergabung dalam berbagai organisasi intra-kampus maupun ekstra-kampus, antara lain: NCCU International Association, PPI Taiwan, FORMMIT Taiwan, Majalah Islam SALAM, serta PPI Dunia. Dari kegiatan organisasi tersebut, saya belajar untuk berorganisasi bersama orang-orang yang memiliki beragam latar belakang kebangsaan, budaya, etnis, suku maupun agama yang membuat saya semakin sadar betapa keberagaman manusia beserta karakternya itu sungguh luar biasa. Selain itu, melalui organisasi saya bisa berkontribusi optimal sambil melatih leadership skill sebagai persiapan sebelum terjun ke masyarakat.

Kemudian, untuk lebih menghidupkan dampak dari keberadaan saya, saya turut serta dalam berbagai kegiatan volunteer sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Bersama-sama dengan para mahasiswa internasional lainnya di kampus saya, saya ikut serta dalam aktifitas pengumpulan bantuan untuk bencana taifun Haiyan di Filipina, bencana kemanusiaan di Gaza dan Suriah, serta tak luput ikut membantu berbagi pengalaman dengan mengajar Bahasa Inggris di sebuah sekolah dasar Taiwan dan komunitas lansia di dekat universitas tempat saya studi. Dan untuk turut serta dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, walaupun berada di Taiwan saya berkesempatan untuk bergabung sebagai tutor untuk rekan-rekan Buruh Migran Indonesia di Taiwan melalui Universitas Terbuka Taiwan dan Kejar Paket C Taiwan.

Dari pengalaman selama di Taiwan tersebut, saya merasakan waktu dan aktivitas yang saya jalani dapat terlaksana secara optimal dan keseimbangan aktivitas dapat diraih. Selain menemukan passion saya di dunia akademik dan pendidikan, saya juga belajar untuk menumbuhkan orang lain (coaching others) dan mengabdikan diri untuk masyarakat di sekeliling saya. Semua hal ini membuat saya sadar tentang misi yang telah dan akan selalu saya emban. Dengan menemukan dan merasakan “kesuksesan” selama di Taiwan tersebut, saya berharap ke depannya pola keseimbangan peran optimal ini akan terus saya terapkan untuk berkontribusi nyata bagi negeri maupun kemanusiaan.

[Tips] Langkah Penting Meraih Beasiswa Luar Negeri

Silakan, mari disimak, buat para pejuang studi 🙂

a madeandi's life

Anda mungkin satu dari sekian banyak orang yang bermimpi sekolah di negara maju tetapi tidak memiliki dukungan finansial yang memadai. Impian Anda tidak harus kandas karena ada beasiswa. Beasiswa ini umumnya untuk S2 atau S3 meskipun ada juga untuk S1. Tulisan ini tentu saja bukan satu-satunya pedoman untuk meraih beasiswa luar negeri. Rajin membaca sebanyak mungkin sumber informasi adalah kunci keberhasilan. Silakan simak diagram berikut dan penjelasannya.

Langka meraih pertama Langka meraih beasiswa luar negeri

View original post 571 more words

[Share] How to Apply Japanese Visa from Taipei

Alhamdulillah. Memang rencana-Nya selalu indah. Di akhir Juli lalu saya mengalami peristiwa yang mengubah rencana hidup saya selama satu semester, status saya sebagai mahasiswa yang harus diperpanjang sampai Januari 2015. Namun ternyata ada skenario-Nya yang lain, yang sedang menanti. Itu adalah rezeki untuk bisa berkunjung ke tanah para Samurai, Jepang.

Sebenarnya saya sudah merencanakan kunjungan ke Jepang sejak November tahun lalu, namun karena terpentok masalah finansial, saya sempat urung menjalankan rencana tersebut. But, Alhamdulillah, sponsorship yang saya dan teman saya ajukan, dikabulkan. Salah satu alasan dikabulkannya, karena saya masih berstatus “mahasiswa” 😉

Nah, beberapa pekan terakhir ini sempat ramai dengan kebijakan imigrasi baru Jepang yang akan memberikan bebas visa untuk WNI pemegang E-paspor per 1 Desember 2014 nanti. Namun, tentu saja ada beberapa persyaratan lain yang harus dipenuhi, untuk mendapatkan “bebas visa” ini. Berita lengkapnya bisa dibaca di SINI.

Buat rekan-rekan WNI yang khususnya ada di Taipei dan belum memiliki E-paspor, harus mengurus visa. Untuk pengurusan Visa ke Jepang dari Taiwan, bisa diajukan ke: Japan Interchange Association – Taipei Office, yang beralamat di No. 28號慶城街松山區台北市 Taiwan 105.

Silakan lihat detail ancer-ancernya di bawah ini 😀

alamat taipei
Naik MRT Wenhu Line (jalur coklat), turun di MRT Nanjing East Road Station.

Berikut ini beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan visa Jepang:

  • VISA Application form. Bisa diunduh di Visa Application Form
  • One photo (standard passport), ukuran 2 x 2 inch (sekitar 4,5 x 4,5 cm), berwarna dengan latar belakang foto putih. Ditempel di formulir pendaftaran.

Kalau saya, berhubung waktu pengurusan visanya agak mepet dengan jadwal keberangkatan, saya mengakali foto 4 x 6 saya dengan menggunting bagian atas-bawahnya supaya pas jadi 4×4 :p.

  • Original passport + Photocopy of passport’s personal information page
  • Photocopy of passport’s page proving the latest stamp entering Taiwan
  • Original ARC + Photocopy (both sides); or other entry permits sticker/receipt as if the ARC is under issued,
  • Original student ID card + Photocopy (both sides),
  • Bank account passbook (already swiped with the latest balance info) + Photocopy; the balance should be at least NTD 100,000.

Nah, untuk urusan tabungan ini, memang yang paling memberatkan dari semua persyaratan. Bagi yang mendapat sponsor untuk kunjungan ke Jepang (dibuktikan dengan surat asli financial coverage), syarat tabungan ini bisa digugurkan.

  • Itinerary schedule for the trip; for a conference trip, it’s better to ask the itinerary schedule and invitation letter from conference’s committee,
  • Round trip flight ticket proof. If we go with somebody else, and that somebody was helping us to buy the ticket, then we also need to provide passport’s personal info page photocopy of that somebody.

Ini hukumnya wajib, saat saya kemarin ke kantornya, saya sempat salah menge-print tiket kepulangan, sehingga sedikit bermasalah. Tapi, Alhamdulillah ibu-ibu bagian visanya berbaik hati memberikan waktu untuk saya men-forward email bukti pembelian tiket ke email kantor mereka, dan di-print-kan di sana.

  • Proof of hotel reservation in Japan.

Semua syarat di atas disusun rapi dan berurutan ya :). Oleh ibu-ibu penjaga loket visa akan dicek dengan sangat teliti keabsahan di tiap lembar dokumen yang disertakan. Apabila ada hal lain yang diperlukan, beliau akan menanyakannya.

Oya, catatan tambahan:

  • Proses pengurusan visa adalah 1 hari kerja (misalnya, masukin hari Senin pagi, hari Selasa siangnya sudah bisa diambil 🙂 ). Untuk beberapa kasus urgent dan penting (misal, terkait tugas negara), pemrosesan visa bisa hanya 3 jam sahaja 😉
  • Kantor Japan Interchange Association-nya buka dari jam 09.15 – 11.30 (khusus untuk pengajuan visa) dan dibuka lagi jam 14.00 – 16.00 (untuk pengajuan dan pengambilan visa) dan pengurusan visa hanya hari Senin – Kamis saja (Jumat tidak melayani visa).
  • Biaya pemrosesan visa adalah sebesar NTD 920, dibayar tunai saat pengambilan paspor dan visa.

Jaa, bagi rekan-rekan WNI yang berencana ke Jepang dari Taiwan, selamat membaca dengan seksama. Kalau ada yang mau ditanyakan, don’t hesitate to ask your question and leave your comment below 🙂

*PS: beberapa bagian di postingan ini saya copas infonya dari Mas Hadziq di facebook bliau. Mohon izin nggih mas, maturnuwun sanget

[Tips] Applying Korean Visa from Taipei

Alhamdulillah, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Kesempatan untuk “conquering” the rest of East Asian countries akan segera tercapai :D! Mimpi untuk singgah ke seluruh negara Asia Timur sudah kutanam sejak lama. Alhamdulillah, rejeki dari Allah, Jepang dan China sudah kusambangi. Tinggal (separuh) negeri ginseng menanti ^^

Akhir Mei 2013 lalu, daku mendapatkan kabar bahwa paper yang kukirimkan untuk CISAK 2013 diterima, dan insyaAllah akan kupresentasikan pada 7 Juli 2013 nanti di KAIST, Daejeon, Korea Selatan. Judul paperku adalah: “Paradox” on China’s Great Western Development; Social-ethno Problem in Xinjiang Uyghur Autonomous Region. Paper ini merupakan modifikasi final term paper kuliah Economic Development in Mainland China yang kutulis semester lalu.

Image

Berbagai persiapan tengah kulakukan, seperti; aplikasi visa, searching tiket, dan merancang rencana perjalanan (yeah, it’s backpacking time :D). Dalam postingan kali ini, daku hendak berbagi informasi bagaimana prosedur dan proses pengurusan administrasi + perizinan ke negeri ginseng dari bumi Formosa ini :).

TENTANG VISA

Berhubung Korea Selatan tidak punya hubungan diplomatik dengan Taiwan, maka yang ada di Taipei sini bukanlah Embassy of Republic of Korea, melainkan Korean Mission in Taipei. Lokasinya di Taipei World Trade Center, Rm. 1506, 15F, No. 333, Sec. 1, Kee Lung Road. Taipei. See details: HERE

Image

Untuk menuju ke sana, bisa naik bis nomor 611 (langsung dari NCCU) atau 650 (dari halte Gongguan yang mengarah ke NTUST), turun di Taipei World Trade Center. Kantornya di lantai 15. Jam kantornya: 09:00 am ~ 12:00 pm dan 14:00 pm ~ 16:00 pm (Senin – Jumat).

Adapun persyaratan untuk visanya, antara lain:

  1. Formulir aplikasi visa yang sudah diisi. Unduh form di SINI
  2. Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan + 1 lembar fotokopiannya
  3. Foto berwarna 3×4 cm ditempel di formulir aplikasi visa
  4. ARC (Allien Resident Card –> smacam KTP) + fotokopiannya
  5. Surat keterangan asli dari Universitas (minta ke International Office) terkait status mahasiswa kita
  6. Abstrak paper konferensi
  7. Invitation letter/ calling visa (asli) dan surat keterangan penerimaan paper (asli) dari panitia pengundang
  8. Conference Schedule (dari panitia pengundang)
  9. Additional: jika memiliki surat keterangan beasiswa selama kuliah di Taiwan atau ada surat sponsor untuk menghadiri konferensi, lebih baik dilampirkan. Untuk lebih meyakinkan 🙂
  10. Membayar biaya aplikasi visa (non-refundable): NTD 900
  11. Proses Visa: 4 hari kerja

Nah, berhubung ke Korea dalam rangka konferensi, jadi tidak perlu melampirkan bukti rekening tabungan. Kalau hanya untuk jalan-jalan, syarat visanya perlu ditambah: surat keterangan dari Bank dengan jumlah rekening tabungan minimal NTD 100,000 –> klo gini kasusnya, langsung cari pinjeman untuk nge-print buku :p.

Oya, prosesnya aplikasinya alhamdulillah ndak ribet. Waktu daku ke sana, Alhamdulillah kantornya sepi. Dan gak perlu ber-ribet2 ria dengan keamanan super ketat kaya’ di Indonesia, bisa langsung masuk ke visa application office, ketemu ama mbak-mbaknya, serahin dokumen, dicek (sudah lengkap or belum), bayar biaya aplikasi, trus selesai deh. Gak sampai 5 menit :D! insyaAllah paspor dan visaku dapat diambil pada Selasa, 11 Juni 2013 nanti. Smoga dimudahkan dan dilancarkan (smoga gak ada masalah XD. aamiin)

Anyway, tahap lainnya adalah cari tiket pesawat. Setelah searching sana sini, ada beberapa alternatif penerbangan baik yang regular flight atau low cost airline flight.

# Regular flight:

  1. EVA Air (direct Taoyuan – Incheon)
  2. China Airlines (direct Taoyuan – Incheon)

# Low Cost Airline:

  1. Flyscoot (direct Taoyuan – Incheon)
  2. Cebu Pacific Air (dari Taoyuan mampir Manila/ Cebu lanjut ke Incheon/ Busan)
  3. T’way Airlines (direct dari Songshan airport – Gimpo)
  4. Air Busan (direct dari Taoyuan – Busan)

Setelah compare harga dan aksesnya, akhirnya kupilih Tway Airlines, lowcost airline milik perusahaan Korea. Harganya yang paling murah dibandingkan yang lain selama summer break ini. Dan juga mengingat penerbangannya dari Songshan airport, itu jauh lebih memudahkanku karena hanya perlu sekali naik MRT dan gak ribet. hehehehe…..

Anyway, sekian dari saya. Smoga dimudahkan dan dilancarkan segala sesuatunya 🙂

Ekonomi Bahasa Inggris – Rhenald Kasali

Another great writing from Mr. Kasali. Really inspiring :D!

EKONOMI BAHASA INGGRIS

Oleh: Rhenald Kasali (Guru Besar UI)

Jawa Pos

Tidak semua bangsa-bangsa yang maju bisa berbahasa Inggris, tetapi anehnya bangsa-bangsa yang maju itu punya ke-pede-an yang bagus. Jadi meski bahasa asing yang diterima secara internasional (misalnya bahasa Inggris) kurang bagus, mereka pede saja.

Di Harvard, saya banyak bertemu anak-anak muda yang TOEFL-nya di atas 600, tetapi kalau bicara, hmm,⦠susah juga saya mengerti apa yang mereka mau sampaikan. Tapi toh mereka pede aja. Yang saya sering bingung adalah orang-orang yang diajak bicara, tak jarang sama-sama susah dimengerti apa yang mau disampaikan. Inggris logat India bertemu logat Korea dan Meksiko, susahnya minta ampun untuk dimengerti. Tetapi mereka bisa tertawa-tawa bersama.

Saya pikir itu hanya saya saja yang tidak mengerti. Tetapi Prof. Michael Porter, Guru Besar senior di Harvard mengatakan hal yang sama kepada saya. Meski demikian, kita sebagai guru pantang mengintimidasi kemampuan bahasa seseorang. âBahkan gesture kita saja tak boleh mengintimidasi,â? ujarnya.

Maku Donarudo

Di Boulder â Colorado, 20 tahun yang lalu saat belajar bahasa Inggris, saya pernah diajak makan siang oleh seorang teman dari Jepang. Dia bertanya, mau tidak makan siang di Maku Donarudo. Penasaran dengan nama resto itu, saya pun mengikutinya. Ternyata itu Mc Donaldâs. Begitu sampai di restoran saya pun terbahak-bahak dan kawan saya kebingungan tidak mengerti mengapa saya menertawakannya. Setelah dijelaskan ia pun tertawa sambil menggosok-gosok kepalanya. Orang Jepang kesulitan mengeja kata yang huruf penutupnya bukan huruf hidup, jadilah Mc Donald, Maku Donarudo.

Tetapi mengapa dengan bahasa Inggris pas-pasan seperti itu mereka bisa mengasai dunia dan ada di mana-mana? Mereka ada di seluruh sudut Eropa hingga ke Rusia dan eks Uni Soviet, di seluruh jagat Afrika, dan tentu saja di Asia. Bahkan jauh sebelum menduduki Indonesia, orang-orang tua kita bercerita, mereka sudah menjelajahi kampung demi kampung dengan membawa pikulan.

Kini kita juga menyaksikan orang-orang China dengan gelombang yang lebih besar lagi menjelajahi seluruh jagat raya. Sebelumnya orang-orang Korea dan India juga melakukan hal serupa. Tak semua imigran itu kaum sekolahan. Sebagian besar generasi pertama asal China dan India yang datang ke Amerika memang banyak didominasi oleh para penganggur yang berprofesi sebagai penjaga toko dan supir taksi.

Berkat Guangxi atau jejaring sosial, mereka survive dan memupuk modal. Orang-orang China perantauan ini membuka usaha restoran dengan menu dan desain yang sama direplikasi, dari uang arisan menyebar ke berbagai kota. Orang-orang Korea juga sama. Kalau tak bisa berbahasa Inggris juga tidak masalah. Mereka membuka usaha kecil yang membuka peluang untuk berbicara dengan konsumen sedikit mungkin. Mereka membuka usaha laundry yang dioperasikan secara otomatik.

Demikian juga orang-orang Eropa Timur. Mereka masuk ke Amerika dengan membuka losmen-losmen kecil di daerah pinggiran. Tidak bisa berbahasa Inggris tetapi pede aja. Hasilnya generasi kedua mereka menjadi global citizen.

Do You Have Brain

Kisah orang-orang Indonesia diperantauan ternyata juga ada. Di tepi danau Rocca Di Papa, dekat Roma-Italia, saya bertemu Dewi Francesca yang dulu menjadi pelayan restoran di Bali. Dewi kini menjadi pemilik kafe yang indah dan diminati para honeymooners. Apakah sejak dulu Dewi bisa berbahasa Itali? Ternyata tidak.

Di Amerika, orang-orang yang mempunyai usaha kecil juga bukan orang-orang yang berangkat dengan TOEFL score yang tinggi. Seorang ibu yang sukses memimpin sebuah usaha pernah saya temui di sebuah swalayan milik orang Korea dengan kata-kata yang aneh. Rupanya ia ingin membuat gulai otak untuk suaminya. Saat menanyakan pada petugas toko, ia bilang begini: âSir, do you have brain?â? Tentu saja petugas toko mendelik.

Saya jadi teringat dengan Tukul Arwana yang kosa kata bahasa inggrisnya semakin hari semakin banyak dan terlihat pandai. Apa rahasianya?

Belajar dari para perantau yang berhasil dan dari komedian yang cerdas, mungkin kita perlu berkaca dengan sistem pendidikan bahasa di sekolah-sekolah kita. Dulu saya belajar bahasa Inggris sejak SMP. Anak-anak sekarang sudah mulai belajar bahasa Inggris sejak kelas 1 SD. Bahkan ada yang dari TK. Jadi, masalahnya bukanlah kapan seseorang mulai belajar bahasa, melainkan apa yang diajarkan.

Setahu saya sekolah-sekolah kita, selalu fokus pada rumus, angka, dan rule. Bahkan yang diajarkan di bahasa adalah grammar dan pronounciation. Grammar itu penting, tetapi tanpa keberanian berbicara dan menulis, anak-anak kita tidak akan pergi ke mana-mana. Mereka bahkan bisa menjadi sangat takut berbicara, kala grammar-nya lupa, atau pronounciation-nya salah. Padahal, di dunia internasional keberanian untuk berbicara akan membuka masa depan seseorang. Orang-orang yang beranilah yang akan menguasai dunia. Yaitu berani salah selagi muda, tapi terus belajar mengoreksi diri.

Yuk pupuk keberanianmu !

Rhenald Kasali

Guru Besar Universitas Indonesia

[Tips] Teknis Pengadaan Event

Selama setahun terakhir ini, saya belajar banyak hal dari tempat saya bekerja (dan belajar). Hal-hal yang sebelumnya tidak terlalu saya perhatikan (terutama detail), menjadi begitu sangat penting.

Di dalam postingan ini, saya hendak share sekilas tentang pengadaan event dan kegiatan, terutama seperti seminar, talkshow, dll. Tentu, rekan-rekan mahasiswa sering sekali mengadakan kegiatan2 semacam ini, bukan?

Nah, mengambil pengalaman plus trial dan error saya selama ini, saya lampirkan beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam mengadakan suatu event. Mungkin bagi beberapa orang, hal teknis sekilas tampak sepele, tapi jikalau kita tahu esensinya apa, hal teknis memegang peranan penting.

Gambar diambil dari
SINI

Jaa, here they are:

1) Ruangan & akustik

Pilihlah ruangan yang disesuaikan dengan jumlah peserta (jangan terlalu besar atau kecil), dengan kondisi akustik ruangan yang cukup baik. Hal ini akan terkait juga dengan pencahayaan ruangan, jangan terlalu gelap atau terang (terlebih jika memakai screen & OHP)

2) Sound system & kualitas mic

Terkait kondisi akustik ruangan juga, maka sesuaikan sound system dengan ukuran ruangan dan jumlah peserta. Pastikan di setiap sudut di ruangan, peserta dapat mendengar dengan jelas suaranya (tidak ngebass, tidak terlalu kecil or besar, jernih). Sound system cukup krusial untuk kesuksesan acara yang menggunakan suara sebagai medianya.

Suara yang tidak jelas, membuat tidak nyaman, bukan saja untuk peserta tetapi juga oleh pembicaranya. Agak mubadzir dan percuma sudah berbicara panjang lebar kalau peserta tidak bisa mendengar secara jelas. Peserta tidak dapat mendengar dan menangkap konten dari acara.

Pastikan ada check sound dan mic sebelum kegiatan

3) Screen dan LCD/OHP

Gunakan screen yang besarnya disesuaikan dengan besarnya ruangan dan jumlah peserta. Pastikan bahwa peserta yang duduk paling belakang bisa melihat screen secara jelas. Bisa menggunakan 1 screen yang besar di tengah atau 2 screen medium di kanan kiri.

Untuk kualitas LCD/OHP, gunakan kekuatan cahaya/ lumen yang besarnya disesuaikan dengan ukuran screen. Pastikan juga tulisan bisa jelas terbaca oleh peserta.

Sama seperti suara, jika peserta yang duduk di belakang tidak bisa membaca dengan jelas bagaimana slideshow atau video yang ditayangkan di screen, konten acaranya jadi kurang optimal bahkan sia-sia.

4) Flow acara

Evaluasi dan pertimbangkan susunan dan aliran acara, pertimbangkan bagaimana susunan acara bisa mengalir dan menyambung satu sama lain.

Selain itu, pertimbangkan juga tentang keefektifan dan efisien waktu terkait susunan acara. Jika dirasa tidak terlalu perlu dan penting, suatu acara tidak perlu dimasukkan ke susunan acara.

Sementara itu dulu.

Btw, masukan di atas chiku sampaikan dengan maksud dan semangat perbaikan ke depan ya :). Supaya kegiatan2 yang kita adakan bisa benar2 bermanfaat bagi peserta. Kita mengadakan kegiatan bukan sekedar sebagai EO atau ajang "unjuk diri", tapi tujuannya adalah apa yang disampaikan saat kegiatan, bisa tersampaikan kepada peserta.

IMHO, berhasil atau tidaknya suatu event bukan hanya pada berapa banyak peserta yang hadir, atau berapa banyak yang meliput (media), tetapi seberapa besar kemanfaatan dan pengaruh dari event tersebut kepada para peserta dan juga siapapun yang terlibat di dalamnya….

Begitu…

Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua ya :), agar ke depannya kita bisa lebih baik lagi dan bersemangat untuk terus memperbaiki diri.

Regards,

Chiku

Tips merawat buku ala @bentangpustaka

Sebagai book lovers, tips-tips ini penting sekali demi menjaga keberlangsungan jendela dunia 🙂

#Tips merawat buku ala Bentang Pustaka

Retweet dari TL @bentangpustaka

Dicopy-paste dari
tautan INI

>Buat semua yang suka banget baca dan mengkoleksi buku, terkadang punya masalah gimana caranya merawat buku yang benar. #tipsbuku

Gambar diambil dari
SINI

> Adalah PENTING tetap menjaga buku tersebut dapat dibaca berulang2 kali tanpa rusak parah. *kecuali dipinjam trus gak balik2. 😛 #tipsbuku

> 1. wajib banget menyampulkan buku minimal pake sampul plastik transparan (kalo bisa yang anti rayap juga *yang tebel gitu) . #tipsbuku

> 2. letakkan buku di rak khusus buku, pastikan posisinya berdiri. jgn dibuat menumpuk krn membuat kertas2 dlm buku jadi menempel. #tipsbuku

> 3. jangan sekali-kali menjadikan buku sebagai bantal tidur atau pengganjal pintu karena akan membuat penuaan dini pada buku. #tipsbuku

> 4. untuk menjaga buku biar tidak menguning, bisa disisipkan butir penyerap air (silica gel) dan kapur barus dalam rak buku. #tipsbuku

> 5. Hindarkan buku dari air, minyak, debu dan panas matahari langsung atau lampu yang berkekuatan tinggi, nanti bisa bikin Kertasnya akan cepat berjamur, menguning dan cepet robek. #tipsbuku

> 6. kalo punya rejeki berlebih, akan lebih baik beli buku edisi hardcover (jika ada), biar cover dan isinya tidak cepat rusak. #tipsbuku

> 7. Jangan memfotokopi buku. biasanya kl di FC gitu punggung buku akn ditekan keras2, bsa mempersingkat jilidan bku, cepet lepas. #tipsbuku

> 8. Secara rutin buku dibersihkan dari debu dgn menggunakan kemoceng atau kuas kering. Minimal sekali sehari biar gak nimbun debu. #tipsbuku

> 9. selain kapur barus, untuk menghindari buku dari serangga bisa juga menyisipkan rempah-rempah seperti cengkeh. #tipsbuku

> 10. untuk posisi terbaik rak buku, jgn di letakkan terlalu rapat dgn dinding untuk mencegah lembab dari dinding menyebar ke buku. #tipsbuku

> 11. Jangan mencampur kumpulan buku dengan barang2 lainnya, tujuannya agar tidak dimakan rayap. pastikan buku ada di rak khusus. #tipsbuku

> 12. Simpan buku dalam rak di ruangan yang cukup ventilasi, dan pastikan tidak dalam ruangan yang lembab. #tipsbuku

> 13. Rajin2 lah mengangkat buku yg lama tidak dibaca untuk mengusir ngengat serta hama serangga lain, jangan lupa dibersihkan. #tipsbuku

> 14. Cepat perbaiki sampul buku bila rusak atau ada yang sobek sedikit, sedikit celah bisa membuat buku menjadi lembab. #tipsbuku

> 15. Dilarang melipat buku atau menandai halaman buku dgn mencorat-coretnya. Cukup selipkan kertas pembatas pd halaman tertentu. #tipsbuku

> Semoga bermanfaat. 😀

Salam Bentang Pustaka.

Sumber :

1. http://forum.upi.edu/index.php?topic=16623.0

2. http://www.aseps21.com/2012/02/cara-merawat-buku.html

3. http://www.anneahira.com/tips-merawat-buku.htm

[Tips] Membuat Draft Rekomendasi Beasiswa

Selama bulan Maret yang lalu, aku berkejaran dengan waktu untuk melengkapi berbagai persyaratan beasiswa sebagai ikhtiarku melanjutkan studi di Formosa island. Nah, salah satu persyaratan yang cukup "simple" tapi membuat diri agak ribet adalah berburu surat rekomendasi.
Rekomendasi dalam suatu aplikasi beasiswa biasanya cukup berperan penting sebagai "guarantee" kualitas si aplikan oleh penjamin. Kadang, semakin tinggi or penting posisi si penjamin itu, semakin cukup berperan dalam oke or ndaknya kualitas kita di mata pemberi beasiswa (walo pada kenyataannya juga belum tentu sih. Justru itu yang lebih penting adalah pemberi rekomendasi kenal kita dengan benar-benar baik, agar bisa objektif memberi penilaian :D). Maka, untuk memenuhi hal tersebut, terkadang si aplikan rela harus mengejar-ngejar para profesor atau pejabat di kampus yang punya posisi struktural tersebut.
Namun, semakin tinggi jabatan tentu semakin tinggi pula aktifitasnya, sehingga terkadang mereka agak sulit meluangkan waktu agak panjang untuk menuliskan rekomendasi yang benar-benar mantab dan sahih sesuai dengan kita.
Nah, untuk mengatasi hal tersebut, dalam beberapa kasus, pemberi rekomendasi cenderung untuk meminta draft rekomendasinya terlebih dahulu dari si aplikan, karena ya itu tadi, faktor keterbatasan waktu atau faktor lainnya. Maka dari itulah, para pemburu beasiswa sebaiknya sudah menyiapkan draft rekomendasi untuk direview oleh pemberi rekomendasi dan kemudian ditandatangani :D.
Berikut ini adalah beberapa tips yang disampaikan oleh salah satu asisten boss (Mas Arip Muttaqien, 2012), untuk berjuang mendapatkan rekomendasi tersebut (PS: beberapa bagian sudah disesuaikan dengan konteks):
1) Pertama, aplikan membuat draft rekomendasi, lalu dikirimkan kepada asisten/ langsung kepada pemberi rekomendasi yang bersangkutan.

2) Bagaimana membuat draft surat rekomendasi? Bayangkan, kita adalah si pemberi rekomendasi yang sedang menulis rekomendasi. Jadi sudut pandang diubah, misalnya Anda adalah profesor di fakultas anda yang sedang menulis rekomendasi untuk Anda. Misalnya, âsaya mengenal si X sebagai mahasiswa saya sejak…â?

3) Surat rekomendasi beasiswa bukan surat rekomendasi yang kosong dan tanpa alamat. Artinya harus jelas, misalnya saya memberikan rekomendasi pada si X untuk mendaftar beasiswa Y. Jadi kalau ingin daftar 10 beasiswa, maka harus mengajukan 10 kali surat rekomendasi.

4) Bagaimana konten draft rekomendasi? Surat rekomendasi yang bagus adalah yang bisa memberi âbenang merahâ? antara latar belakang, aktivitas dan tujuan ke depan. Jadi bukan sekedar âsaya merekomendasikan si Xâ¦â?, namun harus ada alasan yang jelas. Misalnya untuk rekomendasi beasiswa: keterkaitan antara jurusan S1 dengan jurusan S2 yang akan diambil. Lalu bagaimana keterkaitan antara pekerjaan dengan jurusan yang akan diambil. Lalu mengapa aplikan harus dapat beasiswa ini? Mengapa layak? Apa manfaat bagi pemberi beasiswa? Itu sebagai contoh. Jadi usahakan buat draft yang punya flow dan benang merah kuat. Dan ini adalah bagian tersulit.

5) Satu kesalahan yang sering dilakukan: Membuat rekomendasi yang terlalu S1-based. Misalnya terlalu meng-assess prestasi selama S1, padahal si pemberi rekomendasi mungkin baru mengenal aplikan setelah lulus S1 dan bekerja di perusahaannya. Rekomendasi akan lebih kuat jika meng-assess tentang aktivitas sebagai pekerja, meski bisa sedikit nyerempet S1. Agak lucu jika pemberi rekomendasi meng-assess aktivitas ketika masih mahasiswa, padahal baru kenal setelah lulus.

6) Cara paling mudah adalah coba berikan draft rekomendasi ke teman Anda, lalu teman Anda diminta membaca, lalu bagaimana tanggapan dia? Jika teman Anda merasa yakin setelah membaca, maka draft itu bisa dianggap meyakinkan. Namun jika teman Anda bingung dengan draft yang Anda buat, maka sebaiknya draft itu direvisi hingga teman Anda tidak bingung. Sebaiknya rekomendasi yang masuk ke kami adalah rekomendasi yang sudah dibaca oleh orang lain, jadi ada feedback disitu. Metode ini akan saling melatih untuk menulis, jadi resiprokal.

7) Surat rekomendasi jangan terlalu panjang. Biasanya satu halaman sudah cukup. Jangan sampai bikin 5 halaman rekomendasi, karena yang baca rekomendasi juga akan pusing. 😀

8) Tiap rekomendasi itu unik karena tiap orang tak ada yg sama. Jadi tidak ada istilah copy paste.
Gambar dari
SINI
Tips: tulis draft rekomendasi dalam kondisi tenang dan tidak terburu-buru. Karena keterbatasan waktu dari pemberi rekomendasi dan kesulitan waktu untuk bertemu, waktu ideal untuk mengajukan permintaan adalah dua hingga tiga minggu sebelumnya. Lebih cepat memberikan draft, berarti lebih baik karena waktu sebelum deadline bisa tersisa.
Begitu…
Nah, bagi para scholarship hunter, semoga info ini ada manfaatnya. Dan semoga lancar plus sukses untuk ikhtiarnya ya :D!
PS: another recommendation letter’s TIPS bisa dilihat di tautan
INI

[Tips] Kompas – Studi di Luar Negeri

Yeah, yeah, still… Untukmu para penuntut ilmu :). Diambil dari
tautan INI.

Studi Luar Negeri, Apa Manfaatnya?
Lusia Kus Anna |
Selasa, 20 Maret 2012 | 11:01 WIB
KOMPAS.com – Kesempatan untuk melanjutkan studi ke luar negeri semakin terbuka lebar. Anda bisa meraih kesempatan itu dengan berkompetisi memperebutkan kursi yang disediakan oleh lembaga donor beasiswa. Lalu, apa manfaat yang bisa dirasakan dengan melanjutkan studi di luar negeri? Seperti dikutip dari College Life, setidaknya ada tujuh hal positif yang bisa dirasakan dengan memiliki pengalaman belajar di negeri orang. Apa saja?
1. Meningkatkan kemampuan akademis
Sekolah baru, lingkungan akademik baru, atau mengambil kelas bahasa asing, akan memberikan pengalaman akademis yang lebih menantang. Tidakkah Anda ingin merasakannya?
2. Meningkatkan kemampuan berbahasa asing
Tak dipungkiri lagi, cara terbaik agar lancar berbahasa asing adalah dengan sering menerapkannya. Studi di luar negeri akan membantu Anda untuk melancarkan kemampuan berbahasa asing. Kemampuan berbahasa ini tentunya akan membantu Anda untuk lebih mudah beradaptasi.
3. Paparan budaya baru
Perguruan tinggi juga merupakan tempat bagi Anda untuk mengenal berbagai budaya baru, karena bertemu dengan orang dari banyak latar belakang.
4. Menambah karakter intelektual
Perguruan tinggi mencari mahasiswa yang bersifat intelektual dan bersemangat akan bidang studi mereka. Tidak ada cara lain yang bisa Anda tunjukkan selain sifat intelektual, kemampuan di suatu bidang akademik untuk membuat Anda terlihat lebih menonjol dibanding pesaing lainnya. Cara itu juga dapat Anda gunakan untuk bersaing dengan teman sekelas ketika sudah menjalani studi.
5. Inisiatif dan mandiri
Merasakan jauh dari keluarga pasti akan memberikan pengalaman untuk lebih mandiri dan penuh inisiatif. Dimaklumi, karena Anda harus menjalani hidup sendiri di lingkungan yang jauh berbeda dengan negara asal. Tak jarang, di sinilah akan terlihat kualitas pribadi Anda.
6. Bertemu orang baru, tempat baru, dan ide baru.
Belajar dengan sungguh-sungguh tentang program studi yang diambil, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Lingkungan yang baru yang Anda masuki, bagaimana pun juga dapat menjadi dunia baru yang luar biasa. Cara terbaik untuk membangun skill adalah aktif di kampus.
7. Tunjukkan siapa Anda
Masuk ke dalam perguruan tinggi tidaklah mudah. Dengan studi di luar negeri, dapat membedakan Anda dengan pelajar lainnya. Terutama, jika program studi yang Anda pilih memang yang benar-benar Anda minati. Jalani dengan serius dan tunjukkan siapa diri Anda. (M07-12)
Sumber: College Life

[Tips] Kompas – Menentukan Topik Esai

Berhubung beberapa pekan terakhir ini sedang berkutat dengan perburuan beasiswa, maka dalam postingan kali ini ku-copaskan artikel yang sekiranya bermanfaat buat kita (sebagai masukan). Buat para pemburu beasiswa, sumonggo 🙂

***
Ayu Rahayu Elfitri | Inggried Dwi Wedhaswary |
Senin, 19 Maret 2012 | 09:29 WIB
KOMPAS.com – Kunci keberhasilan membuat esai sebagai salah satu syarat beasiswa terletak pada topik, bagaimana Anda menjabarkannya, dan menampilkan hal-hal menarik bagi yang membacanya. Tema yang unik pasti akan menarik perhatian. Bingung memilih topik? Ada sejumlah hal yang bisa Anda jadikan panduan dalam memilih dan menentukan topik. Apa saja?
1. Buat daftar topik
Sebelum memilih dan menentukan topik, ada baiknya Anda membuat daftar-daftar topik yang sesuai dan potensial untuk digarap. Daftar ini akan memberikan batasan pada Anda agar bekerja pada lingkup yang Anda kuasai. Setelah membuat daftar, mulailah persempit daftar topik potensial tersebut.
2. Hilangkan topik yang tidak bisa diperluas
Dari daftar topik yang sudah dibuat, pilihlah mana yang akan menjadi fokus penulisan Anda. Cobalah untuk memperluas topik itu. Kalau kemudian Anda berpikir bahwa topik tersebut memiliki peluang kecil untuk dikembangkan, segera ganti topik. Yang jelas, topik yang dipilih harus Anda kuasai dan memberikan keleluasaan untuk dikembangkan.
3. Hilangkan klise
Dalam membuat esai, pilihlah topik yang tidak klise alias hanya mengulang hal yang sering dibahas. Jika hal ini terjadi, saatnya Anda untuk beralih ke topik lain. Inti dari penulisan esai adalah untuk menonjolkan kemampuan Anda. Jika ingin memeriksa esai itu kembali, Anda harus merasa bahwa sebelumnya tidak pernah membaca tulisan itu.
4. Jangan memilih topik yang "mengiba"
Banyak permintaan untuk menulis esai mengenai kehidupan Anda. Biasanya, hal-hal yang diingat adalah kisah-kisah yang tragis. Meski diperbolehkan, Anda harus berhati-hati apakah dengan hal itu akan menyebabkan topik Anda menjadi buruk atau menyedihkan. Sebaiknya tulislah kisah-kisah yang positif tentang diri Anda.
5. Singkirkan topik yang sensitif/menyinggung
Ada sejumlah masalah yang harus Anda hindari saat memilih topik. Salah satunya, hindari yang bisa menyinggung perasaan orang lain. Misalnya, terkait kelompok tertentu, agama, atau kelompok politik. Kecuali hal itu memang berkaitan dengan kehidupan Anda.
6. Jangan sampai berbohong!
Tak perlu berambisi membuat esai yang fantastis dengan berbagai "bumbu" berlebihan atas sebuah peristiwa yang terjadi dalam hidup Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah jujur. Tulislah setidaknya lima paragraf tentang pribadi Anda yang sesungguhnya. Penilai akan mengetahui apakah Anda jujur atau tidak.
7. Singkirkan hal negatif
Esai adalah kesempatan bagi Anda untuk memberikan kesan baik kepada tim penilai. Maka, hindarilah menceritakan hal kecil yang justru memberikan penilaian negatif terhadap Anda.
8. Tuliskan esai mengenai diri Anda
Salah satu tujuan penulisan esai yang menjadi syarat beasiswa adalah menceritakan tentang diri Anda, bukan orang lain. Jangan takut terhadap apa yang mereka pikirkan. Biarkan Anda menulis sesuai dengan gaya penulisan dan topik yang mengekspresikan tentang siapa Anda. Cara terbaik untuk menulis sebuah esai adalah dengan membiarkan kepribadian Anda muncul. Setiap topik yang Anda berikan harus terlihat seperti tulisan Anda.
9. Buang bagian yang tidak penting
Jika menurut Anda topik yang dipilih tidak memberikan kesan, maka jangan digunakan. Secara sederhana, pilihlah topik yang bisa meninggalkan kesan abadi bagi tim penilai. Sulit bagi mereka membedakan tulisan satu dengan tulisan lainnya. Oleh karena itu, Anda harus bekerja keras untuk dapat menonjolkan tulisan Anda. Untuk melakukan ini, Anda perlu menghilangkan topik yang tidak penting.
10. Pilih topik final
Setelah mereview hal-hal di atas, maka saatnya Anda menentukan topik. Pilih topik yang tersisa dari daftar yang telah dibuat dan paling sesuai dengan Anda.
Selamat mencoba!

Tips-tips Memilih Makanan Halal di Luar Negeri

Teruntuk saudara dan saudariku yang berada atau akan ada di luar negeri. Berikut ini adalahtips memilih makanan halal di sana :). Semoga bermanfaat ya 🙂

Tips-tips Memilih Makanan Halal di Luar Negeri


by Ust. Nanung Danar Dono on Friday, October 7, 2011 at 11:18pm ·

Teknologi pangan saat ini sudah sangat maju, shg makanan meningkat kualitasnya. Peningkatan kualitas ini disebabkan oleh penerapan teknologi makanan yang melibatkan berbagai bahan tambahan pangan (BTP). Bahan makanan yang asalnya HALAL bisa berubah mjd HARAM krn ketambahan BTP yang tidak halal.

Oleh karena tdk semua konsumen Muslim paham ilmu pangan dan istilah2 dalam ilmu & teknologi pangan, maka penting utk diuraikan jenis-jenis makanan yang harus dihindari dan diwaspadai di LN.

Apabila dikelompokkan berdasar sikap thd status keamanan (kehalalan) makanan tsb utk disantap, maka jenis-jenis makanan di LN dapat dibagi mjd 3 kategori, yaitu:

A. AMAN

Jenis makanan ini halal disantap krn diyakini tidak menggunakan atau tidak tercemar bahan haram.

B. HARUS DIWASPADAI

Jenis makanan ini statusnya syubhat, karena ada kemungkinan menggunakan bahan haram. Namun, jika kita bisa mengecek bahannya, maka statusnya insya Allah bisa berubah mjd halal. Pengecekan ini bisa dilakukan melalui ingredients list, label suitability for vegetarian/vegan, customer service, dll.

C. HARUS DIHINDARI

Jenis makanan ini bisa dari jenis makanan yang berstatus haram atau jenis syubhat yang kita tidak dapat memastikan kehalalan jenis makanan ybs.

Oleh karena produk yang beredar di pasaran (supermarket, restaurant, dll) sangat banyak, maka mari kita berupaya memilah-milah, jenis-jenis makanan yang aman, yang harus diwaspadai, dan yang harus dihindari oleh kita sbg umat yang berusaha berhati-hati terhadap makanan yang kita santap.

Jenis-jenis makanan yang AMAN untuk kita santap:

1. Air minum murni yang belum tercampur atau tercemar bahan BTP.

2. Air susu sapi, kambing, unta: susu murni, susu pasteurisasi (UHT), dll.

3. Beras mentah (yang belum dimasak/diolah). Kalau sudah diolah mjd Special Fried Rice bisa mjd tidak halal (krn bisa saja ditambahi daging babi, lemak babi, daging ayam non-halal, sosis non-halal, dll.)

4. Aneka sayuran mentah (vegetables, raw or frozen)

5. Aneka buah-buahan

6. Jus buah (fruit juice)

7. Kentang (potato)

8. Telur (egg)

9. Ikan mentah (raw fish), disebut halal di QS. 5:96

10. Selai (jam)

11. Spaghetti

12. Teh, kopi, dll



Jenis-jenis makanan yang HARUS DIWASPADAI:

1. Bread atau roti tawar

Why:

Karena kadang mereka juga menggunakan vinegar haram (spirits vinegar atau wine vinegar). Kadang mereka juga menggunakan emulsifier yang tdk halal, seperti asam lemak (E471-476) dari babi.

Solusi :

Cermati ingredients list dan label suitability for vegetarian/vegan.

2. Cuka (vinegar)

Why:

Karena kadang mereka menggunakan bahan dasar khamr. Contohnya: spirit vinegar, wine vinegar, rice vinegar, balsamic vinegar, apple cider vinegar, dll.

Solusi :

Cermati ingredients list.

3. Produk aneka cokelat

Why:

Karena kadang mereka juga menggunakan khamr, asam lemak (termasuk emulsifier), dan atau gelatin yang tidak halal.

Solusi :

Cermati ingredient list pada label yang tertera di kemasan.

4. Aneka produk obat2an cair dan pil.

Why:

Karena kadang mereka juga menggunakan khamr atau BTP haram.

Obat cair: sering menggunakan khamr (alcohol, ethanol, dll.)

Pil: sering menggunakan glycerine atau glycerol

Solusi :

Cermati ingredient list pada label yang tertera di kemasan.

5. Aneka produk masakan berbasis ikan.

Why:

Karena kadang mereka menggunakan khamr (ang ciu, peng ciu, arak mie, arak gentong, mirin, sake, dll) utk menghilangkan bau amis ikan sekaligus mempertahankan aroma ikannya.

Hati-hati dengan produk masakan berikut:

Chinese food, Japanese food (sushi, dll.), French food, dll

Solusi :

Cermati ingredient list pada label yang tertera di kemasan.

6. Kedai kebab dan restaurant yang mengaku halal.

Why:

Karena kadang mereka juga menyajikan masakan dgn olahan daging babi (ham) dan atau daging ayam yang tidak halal.

Solusi :

Cermati lemari saji dan penampilan produk.

7. Keju (cheese). Hati-hati dgn edam

Why:

Karena seringkali dibuat menggunakan enzim rennet yang diambil dari lambung anak babi.

Solusi :

Hindari keju edam. Jika ada label halal, insya Allah aman.

8. Roti sandwich

Why:

Karena seringkali menggunakan daging babi (ham) dan atau daging ayam yang tidak halal.

Solusi :

Cermati bahan bakunya, penampilan produknya, dan label suitability for vegetarian/vegan.

9. Bumbu instant (instant seasoning)

Why:

Karena kadang mereka menggunakan ekstrak kaldu daging (ayam atau sapi) yang tidak disembelih secara syarâi, atau menggunakan MSG (MSG=mono natrium glutamate) yang tidak halal.

Solusi :

Cermati bahan bakunya pada ingredients list dan label suitability for vegetarian/vegan.

10. Mie instant (instant noodle)

Why:

Karena kadang produsennya menggunakan ekstrak daging (chicken/beef extract) yang tidak halal.

Solusi :

Cermati ingredients list pada kemasan produk.

11. Minyak goreng frying oils)

Why:

Karena kadang mereka menambahkan lemak/asam lemak hewan.

Solusi :

Cermati bahan bakunya pada ingredients list dan label suitability for vegetarian/vegan.

12. Mentega (butter)

Why:

Karena kadang ditambahkan asam lemak atau emulsifier yang tidak halal.

Solusi :

Cermati bahan bakunya pada ingredients list dan label suitability for vegetarian/vegan.

Jenis-jenis makanan yang HARUS DIHINDARI:

1. Aneka produk turunan babi, seperti : daging, lemak, asam lemak, tulang, bulu, dll.

  • Daging: pork, bacon, ham, dll.
  • Daging babi olahan: pork-sausage, pork-salami, dll
  • Lemak: lard (lemak babi).
  • Asam lemak:
  • Tulang: pork/pig gelatine
  • Istilah khas lain: porcine (porcine pancreatic α-amylase, porcine insulin), swine (swine influenza), dll.
  • Hindari semua jenis makanan yang menggunakan produk olahan babi di atas, termasuk: pizza, spaghetti, meat-balls (bakso), dll.

Why:

Karena jelas-jelas diharamkan Allah (QS. 2:173, 5:3).

2. Aneka produk (yang menggunakan) daging hewan produksi non-halal butcher.

Meski itu daging ayam/sapi, namun kalau tidak disembelih secara syarâi hukumnya disamakan dengan bangkai. Oleh sebab itu, hindari berbagai produk yang menggunakan daging hewan produksi rumah potong hewan non-halal, seperti: ayam goreng (fried-chickens), kebab/burger, chicken tikka, pizza, barbecue (BBQ), beef salad, dll.

Why:

Karena seringkali proses penyembelihannya tidak syarâi. Mereka bukan ahlul kitab.

Kaum kafir (non-ahlul kitab) menyembelih hewan menurut rekomendasi dari Humane Slaughter Association (HFA) yang mensyaratkan proses pemingsanan sebelum hewan disembelih. Alih-alih membuat hewan tidak kesakitan (saat disembelih), ternyata justru pemingsanan ini membuat hewan kesakitan luar biasa hingga menyebabkan hewan tersiksa (bahkan sebagian mati sebelum disembelih). Pemerintah Turkey melarang tegas proses stunning ini.

Tanya: Apakah boleh baca Basmallah kemudian menyantapnya?

Jawab: Tidak boleh. Mengapa?Karena dagingnya tidak disembelih secara syarâi. Jika daging disembelih secara syarâi namun kita tidak tahu apakah dibacakan Basmallah atau tidak, maka kita boleh membaca Basmallah lalu menyantapnya, sebagaimana hadist berikut:

Dari ‘Aisyah ra., beliau berkata bahwa ada suatu kaum bertanya kepada Nabi SAW., âAda suatu kaum membawa daging kepada kami yang tidak kami ketahui, apakah mereka menyebut nama Allah (waktu menyembelih) atau tidak?â? Beliau menjawab, âBacalah Nama Allah padanya dan makanlah.â? (HR. Bukhari).

Catatan :

Khusus di wilayah UK, ada beberapa lembaga pensertifikasi halal, seperti Halal Monitoring Committee (HMC), Halal Food Authority (HFA), dan Gloucester World Muslim Association (GMWA). Terkait dengan status kehalalan daging hewan, HMC lebih baik daripada HFA, karena HMC menolak proses pre-slaughter stunning pada hewan sedangkan HFA justeru merekomendasikan proses stunning.

3. Aneka produk khamr, apapun namanya (whisky, brandy, kirsch, spirits, wine, cognac, vodka, beer, liquor, scotch, champagne, tequila, rum, gin, cider, dll).

Why:

Karena jelas-jelas diharamkan Allah (QS. 5:90).

4. Aneka permen kenyal (soft candy), marsh mallow, chocolate mallows, cokelat lunak, dll.

Why:

Karena seringkali produk-produk tersebut dibuat menggunakan pig gelatine dan kita tidak bisa mengecek statusnya pada kemasan.

5. Es krim (ice cream).

Why:

Karena seringkali menggunakan bahan-bahan yang tidak halal, seperti: pig gelatine, rhum, emulsifier haram (pig-lecithin), lemak hewan, dll.

Aneka cake: roti tart, black-forest, dll.

Why:

Karena seringkali dibuat menggunakan rhum yang termasuk dalam kategori khamr. Seringkali rhum ditambahkan sebagai: pelarut adonan, penguat aroma, dan sebagai bahan pengawet produk.

6. Black pudding.

Why:

Karena produk ini dibuat menggunakan darah babi.

7. Aneka produk yang dikemas dengan kapsul, seperti: obat, vitamin, dll.

Why:

Karena umumnya cangkang kapsul dibuat menggunakan pig-gelatine.

8. Krimer (creamer) dan aneka makanan yang menggunakan creamer.

Why:

Karena dalam pembuatan krimer (pada tahap pemisahan keju dan whey) seringkali digunakan enzim. Jika enzim yg dipakai berasal dari hewan haram, maka haram pula produk krimer tersebut.

Tips Membangun Peta Karir & CV

Beberapa waktu yang lalu, Mbak Gita, seorang expert di dunia per-HRD-an :D, berbagi tips seputar bagaimana membuat career plan dan CV yang OK. Di postingan ini, saya copaskan ya. Semoga bermanfaat dan dapat diterapkan kita semua 🙂


TIPS MEMBANGUN PETA KARIR
Oleh Ghita Utoyo
(Media Indonesia, 02 Nov 08)
Buatlah jurnal perjalanan karir yang berisi hal-hal dibawah ini:
1)
Apa yang ingin dicapai 5 tahun dan 10 tahun ke depan? Dengan selalu mengingat tujuan jangka panjang, langkah perjalanan karir dan jenis pekerjaan yang Anda pilih akan memiliki arah yang terfokus.
2)
Buat daftar keahlian dan ketrampilan yang Anda kuasai, untuk selalu mengingat nilai tambah yang dapat Anda kontribusikan dalam pekerjaan.
3)
Buat daftar keberhasilan yang sejauh ini telah diraih termasuk hal-hal yang Anda banggakan, sehingga Anda akan selalu menghargai hasil kerja keras Anda.
4)
Uraikan kegiatan pengembangan diri, baik dalam hal teknis pekerjaan maupun hobi. Penjabaran ini penting dilakukan untuk selalu mengingatkan dan memberi kesempatan pada diri sendiri belajar hal-hal yang baru. Jangan biarkan diri Anda terkubur dalam rutinitas pekerjaan dan melupakan pengembangan diri.
Lihatlah kembali resume Anda, dan kembangkanlah terus berdasarkan jurnal perjalanan karir diatas. Lakukanlah hal ini secara rutin, bukan hanya sewaktu Anda membutuhkan atau mendapatkan tawaran pekerjaan. Dengan demikian Anda akan selalu siap menjual keahlian Anda setiap saat ada peluang.
Identifikasikan pihak-pihak, institusi, maupun kegiatan yang dapat membantu Anda membangun network baru. Tidak hanya di dunia pekerjaan, tetapi juga yang menyangkut komunitas hobi. Kita tidak pernah tahu dari mana dan dari siapa datangnya sebuah kesempatan.
Jangan hanya berkutat dengan teman-teman yang sama dari industri yang selalu sama. Galilah inspirasi dari dunia luar untuk melahirkan ide-ide dan inovasi baru yang dapat mendukung perjalanan karir Anda.
Kenalilah keunikan dan kekuatan Anda, serta jadikanlah sebagai pijakan untuk menonjolkan keunggulan Anda dibandingkan dengan kebanyakan orang lain. Terkadang mengenali keunikan pribadi dapat membantu Anda memilih area keahlian khusus, seperti halnya seorang spesialis.
Selalu siap mempromosikan keberhasilan Anda, dengan cara dan waktu yang tepat. Jangan takut orang berpikir bahwa Anda sombong. Mengungkapkan kisah sukses wajar Anda lakukan untuk mendapatkan apresiasi akan hasil kerja keras yang telah Anda lalui.
Buatlah rencana jangka panjang yang terdiri dari beberapa potongan rencana jangka pendek didalamnya, untuk Anda jadikan pijakan. Perhatikan dan pikirkanlah setiap perubahan yang terjadi, apakah tetap sesuai dengan tujuan jangka panjang yang telah ditetapkan pada awal peta perjalanan karir Anda.


TIPS MEMPERSIAPKAN CV/RESUME PRIBADI


CURRICULUM VITAE
Adalah dokumentasi/jurnal pengalaman hidup, keahlian, dan pencapaian pribadi seseorang
KEUNTUNGAN MEMILIKI CV?
⢠Memiliki dokumentasi tertulis
⢠Menghargai perjalanan hidup
⢠Mengenal jalur (track) tujuan hidup/karir yang ingin dicapai
KOMPONEN CV
⢠Layout First Impression sesuai industry
⢠Sistematika dan Struktur penulisan
⢠Gaya penulisan sesuai industry
⢠Isi yang terukur & portfolio bila dibutuhkan
STRUKTUR PENULISAN CV
AWAL
âFoto
âProfil Pribadi
âTujuan Karir
âLatar Belakang (Ringkasan Karir)
âGambaran kepribadian (jika dibutuhkan)
ISI
âPendidikan dan Skill
âTraining
âHighlight Achievement (Pencapaian)
âPengalaman Bekerja
â¢Tahun dan Nama institusi
â¢Peran dan Posisi
â¢Ringkasan deskripsi pekerjaan
â¢Achievements
AKHIR
-Profesional filosofi (jika dibutuhkan)
-Referensi
Contoh Gaya Penulisan:
CONTOH INTRO PADA EMAIL PEMBUKA
As 28 years old married guy, God bless me with beautiful wife and adorable 7 months daughter, I also love to driving over the land and travel to various ancient cities as one of my interest besides polishing âmy ladyâ? (â81 Toyota Corona), playing my Gibson Les Paul guitar, collecting DVD and Music CD.
CONTOH ISI YANG TERUKUR
Responsible for the performance of 25 large client to the maximum of 53 specialist portfolio of clients for the 3rd largest magazine marketing specialist company in Australia, accounted for approx. Aus$ 1.2 billion annual total budget revenue
CONTOH PROFESIONAL FILOSOFI
I am deeply committed with the concept of âDoing the right thing in the right wayâ?. Interpersonal relationship, Trust, Communication and a strong ground of management-employee mutual support and contribution, along with the above concept, are essential as the foundation of an organization.

Rahasia Memenangkan Beasiswa Studi Luar Negeri

Diposting dalam rangka pengarsipan tips-tips oke buat lanjut studi :D. Taken from HERE!


JAKARTA, KOMPAS.com – Mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di luar negeri menjadi dambaan kebanyakan orang. Untuk mendapatkannya, bukanlah perjuangan mudah. Serangkaian tes harus dilalui untuk membuktikan bahwa Anda adalah kandidat yang pantas mendapatkannya. Nah, ada beberapa catatan kecil yang mungkin bisa Anda coba saat mencoba memeroleh beasiswa!

Pertama, penguasaan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris. Mau tidak mau dan suka tidak suka, bahasa asing adalah syarat mutlak untuk studi di luar negeri.

Kedua, Anda harus ingat setiap beasiswa itu pasti ada kriterianya. Ketahuilah, setiap lembaga pendonor beasiswa selalu mempunyai tujuan dan maksud yang berbeda. Selain harus proaktif mencari segala informasi, Anda juga harus mempelajari dengan seksama kriteria di masing-masing program beasiswa. Semua harus diformulasikan dengan sebaik-baiknya dan internet adalah langkah awal yang baik untuk menggali segala informasi mengenai beasiswa.

Ketiga, hal pertama yang akan ditelisik oleh panelis adalah dokumen aplikasi beasiswa yang Anda ajukan. Untuk itu, Anda harus mempersiapkan kelengkapan dokumen sesuai dengan syarat yang ditentukan. Tak perlu heran jika Anda diminta untuk memberikannya dalam beberapa salinan, karena tim panelis yang melakukan seleksi biasanya lebih sari satu orang. Hal itu juga berguna sebagai peluru cadangan, manakala ada salah satu dokumen Anda yang tidak lengkap.

Keempat, perlu dipahami bahwa beerapa lembaga pendonor beasiswa tidak hanya menilai kecakapan secara akademis. Ada saat-saat di mana lembaga pendonor beasiswa lebih memperhitungkan visi dan misi di luar hal-hal yang bersifat akademis.

"Ketika memberikan beasiswa, kita tidak semata-mata menilai secara akademis, tetapi juga konsisten. Dalam beasiswa, kita lebih mementingkan sisi holistik. Seperti keterlibatan dalam organisasi sosial dan kepandaian ketika merepresentasikannya dalam mengisi aplikasi," kata Director Indonesia International Education Foundation (IIEF), Diana Kartika Jahja, saat menjadi pembicara dalam diskusi beasiswa studi di luar negeri, Rabu (6/7/2011) malam, di @America, Pacific Place, Jakarta.

Kelima, saat wawancara, Anda harus bisa memberikan alasan yang meyakinkan kenapa Anda merasa layak mendapatkan beasiswa tersebut. Ingat, wawancara adalah saat yang paling berharga untuk tampil dan menunjukan bahwa Anda adalah yang kandidat yang paling tepat.

"Saat ditanya tentang alasan ingin mendapatkan beasiswa, banyak yang menjawab mereka akan berguna untuk nusa dan bangsa. Itu tidak salah, tetapi apa artinya? Harusnya berikan jawaban yang lebih detail," kata Diana.

Selanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah prasyarat TOEFL. Minimal skor TOEFL internasionalnya mencapai 550. Selain itu, kemahiran dalam menulis essai juga perlu dipersiapkan. Tulis dan manfaatkan media yang tersedia untuk menulis sebanyak-banyaknya. Melalui essai yang Anda tulis, panelis menilai kreatifitas dan cara Anda mengembangkan ide.

"Intinya, orang Indonesia bisa sangat jempolan jika diberi dan mampu memanfaatkan kesempatan langka ini," tambah Diana.