[Tips] Kiat Menulis Esai yang Bikin Beasiswa “Gol”

 

Terlintas dalam pikiranku untuk berjuang kembali, menuntut ilmu di negeri seberang. InsyaAllah, I will. Next year!! Yeah~ Siap-siap dari sekarang. Berikut di bawah ini sebuah artikel tips seputar kiat menulis esai beasiswa :). Di-copas dari Kompas.

Kiat Menulis Esai yang Bikin Beasiswa “Gol”

JAKARTA, KOMPAS.com – Untuk mendapatkan dan terpilih sebagai penerima beasiswa, terutama untuk melanjutkan studi di luar negeri, tak cukup hanya bermodalkan “cas-cis-cus” bahasa Inggris. Ada kiat lain yang penting diperhatikan untuk memenangi kompetisi: penulisan esai! Tak jeli dalam penulisan esai, harapan bisa pupus.

1. Pastikan esai sesuai dengan tema
Misalnya, Anda mengajukan beasiswa yang berbasis pada pelayanan komunitas atau publik. Dalam berkas lamaran, Anda dapat membuat daftar berbagai grup komunitas yang telah diikuti dan berbagai penghargaan yang berkaitan yang pernah diraih. Intinya, buatlah esai yang brilian, tetapi sarat pesan yang sesuai dengan jurusan yang Anda inginkan dan alasan yang mendasari mengapa menginginkan studi itu sebagai prioritas pertama.

2. Menjawab pertanyaan dasar
Pernahkah Anda menanyakan sebuah pertanyaan, tetapi merasa bahwa sebenarnya ada pertanyaan mendasar yang seharusnya ditanyakan? Dalam banyak kasus, pertanyaan esai hanya batu loncatan bagi Anda untuk menjawab pertanyaan mendasar yang dimanfaatkan para juri untuk mengetahui alasan yang sesungguhnya. Misal, sebuah organisasi yang memberikan beasiswa di bidang bisnis kemungkinan akan mengajukan pertanyaan, “Mengapa Anda tertarik mempelajari bidang studi bisnis?”. Sebenarnya, pertanyaan dasar yang mereka ajukan adalah “Mengapa Anda tertarik belajar di studi bisnis dan mengapa Anda merasa sebagai kandidat terbaik di bidang bisnis yang akan mendapatkan beasiswa kami?”.

Dalam pertarungan memenangi beasiswa, Anda akan berkompetisi dengan kandidat yang memiliki latar belakang dan tujuan yang sama. Gunakan pertanyaan esai sebagai jalan untuk membuktikan kepada pemberi beasiswa bahwa Anda adalah orang yang paling layak menerima beasiswa.

3. Berbagi cerita tentang diri sendiri
Selain menjelaskan alasan mengapa ingin memenangi beasiswa, penting juga untuk menceritakan sesuatu tentang diri Anda. Jelaskanlah dalam uraian singkat 500-1000 kata. Tidak perlu menjelaskan semua tentang diri Anda. Hanya ceritakan dengan fokus salah satu aspek dari diri Anda. Dengan kata lain, jangan menjelaskan semuanya. Misalnya, jika Anda menulis keterlibatan dalam sebuah aktivitas atau organisasi, fokuskan pada salah satu pengalaman.

4. Tulisan harus menunjukkan “passion”
Anda pasti pernah menulis banyak esai. Sekarang, cobalah lebih jujur, sebagian besar topik yang Anda tulis, sering kali sesuatu yang sebenarnya tidak menjadi konsen pribadi. Dalam menulis esai beasiswa, Anda mungkin akan menulis dengan cara yang sama. Tetapi, cara ini akan mengakibatkan kegagalan fatal.

Para pemenang beasiswa umumnya menulis esai tentang apa yang mereka senangi sehingga gairah penulis akan terasa. Ingatlah, ketika Anda secara antusias menceritakan sesuatu yang disenangi, tidak membutuhkan usaha yang lebih besar karena energi itu akan terpancar dalam tulisan. Oleh karena itu, ketika memilih sebuah topik, yakinlah itu adalah sesuatu yang benar-benar Anda pedulikan selama ini dan menjadi ketertarikan tersendiri.

5. Esai harus spesifik
Kesalahan umum dalam menulis esai adalah menggunakan pendapat umum, daripada sesuatu yang lebih spesifik. Misalnya, jangan menulis, “Pendidikan adalah kunci kesuksesan”. Sebaliknya, juri beasiswa menginginkan kisah hidup Anda yang menunjukkan bagaimana pendidikan telah memengaruhi hidup Anda. Misalnya, jika Anda ingin menjadi astronot, Anda bisa menjelaskan bahwa cita-cita ini berawal dari hadiah yang diberikan ayah Anda, yaitu berupa pesawat roket. Fokuslah pada salah satu pengalaman yang membuat pembaca akan teringat tentang kisah Anda itu.

6. Harus ada pernyataan inti
Pastikan esai yang Anda tulis memiliki poin yang jelas, hal yang kebanyakan jarang terlihat dalam berbagai esai mahasiswa. Harus ada ide sentral yang dipahami pembaca. Coba trik sederhana ini untuk menemukan inti dari esai Anda, “Bagaimana Anda menjelaskan esai yang ditulis dalam satu kalimat?” Jika Anda tak dapat menjabarkannya dalam satu kalimat, mungkin poin utamanya belum cukup jelas. Atau yang lebih buruk, esai Anda mungkin memang tidak memiliki tesis tertentu.

7. Tunjukkan prestasi
Memenangi beasiswa adalah tentang bagaimana memberikan kesan dan menunjukkan kepada para pemberi beasiswa bahwa Anda adalah kandidat terbaik yang layak mereka biayai. Prestasi, aktivitas, bakat, dan berbagai penghargaan yang pernah Anda raih akan membuktikan bahwa Anda benar-benar kandidat terbaik. Gunakan esai untuk turut menjelaskannya.

Bagaimanapun juga, jangan hanya terpatok pada apa yang diminta dalam syarat pengajuan. Gunakan kesempatan untuk fokus pada prestasi yang spesifik, tempatkan pada konteks yang sesuai.

Selamat mencoba!

[Tips] Berburu Beasiswa Pertukaran

Just wanna share info tentang pengalaman berburuku.

Sewaktu muda dulu (serasa dah tua banget ^^”), maksudnya waktu masih kuliah S1, aku sering ikutan berbagai kesempatan seleksi pertukaran mahasiswa ke beberapa Negara. Kalau dipikir-pikir, lumayan banyak juga tuh seleksi yang aku ikuti. Mulai dari yang seleksi tahap administrative, sampe seleksi wawancara. Mungkin ada sekitar 10-an. Jumlah gagalnya lebih banyak dari yang berhasil (tentu saja), yang penting usaha. Betul tidak? Tapi Alhamdulillah dari sekian usaha itu, beberapa diantaranya bisa didapatkan setelah perjuangan berdarah-darah. he..he..

Di bawah ini, aku sertakan tulisan mengenai tips beasiswa pertukaran mahasiswa, dari berbagai sumber dan berdasarkan hasil pemikiran berupa intisari hikmah dari pengalaman-pengalamanku itu, both yang gagal dan yang sukses. Pada intinya, dibalik kegagalan ada banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil. Dan justru, dari kegagalanlah kita bisa jadi belajar untuk memperbaiki diri dan menjadi seseorang yang lebih baik lagi ! Ough!

Semoga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin :). Here they are!

TIPS BEASISWA LUAR NEGERI

BEASISWA , menurut sumbernya :
1. Kerjasama internasional universitas (termasuk fakultas, jurusan) dengan universitas/institusi di luar negeri, misal : UGM dg Tokyo University, UGM dg AUN (ASEAN University Network). Lebih lanjut, silahkan bertanya ke Kantor Internasional di masing-masing universitas.
2. Lembaga pemerintah/Departemen-departemen, misal : Kementrian Pemuda dan Olahraga RI, DEPLU, dll
3. Lembaga/Institusi/Organisasi Internasional, misal : DAAD, IIEF, dll

BEASISWA, menurut sifatnya :
1. Beasiswa penuh : termasuk transport PP, uang pendidikan/kuliah, dan biaya hidup bulanan.
2. Beasiswa parsial. Misal : hanya diberikan uang pendidikan/kuliah, tapi tidak termasuk biaya hidup, atau tidak termasuk tiket transport PP.

BEASISWA, menurut jangka waktunya:
1. Kuliah S1, S2, S3 dan penelitian : 1-4 tahun (jangka panjang)
2. Pertukaran Pelajar/Mahasiswa/Pemuda (non-degree) : 1 bulan – 1 tahun
3. Event internasional (non-degree): hitungan hari – maks. 1 bulan

BEASISWA PERTUKARAN MAHASISWA
Dokumen Standar (selalu siap sedia) :

  • Curriculum Vitae (in English), lengkap dan padat (tidak terlalu banyak, kira-kira maks. 3 halaman), sertakan kondisi 5 tahun terakhir dan prestasi yang paling menonjol saja.
  • Transkrip nilai kuliah (in English), difotokopi dan dilegalisir
  • Fotokopi sertifikat bahasa Inggris (TOEFL prefer yang ITP, syukur-syukur kalau ada yang Internasional, IELTS) atau bahasa asing lainnya. Misal : JLPT (Jepang), HSK (China), KLPT/TOPIK (Korea), TestDaF dll, yang masih berlaku (maksimal 2 tahun dari tesnya)
  • Fotokopi sertifikat kegiatan atau bukti prestasi yang sejalur dan mendukung
  • Foto ukuran 3×4 dan atau 4×6 (prefer yang berwarna dan terbaru)
  • Lebih baik apabila sudah memiliki Paspor yang masih berlaku.
  • Siap-siap membuat essay tentang study plan atau essay lain sesuai dengan yang diminta oleh penyelenggara (prefer in English).
  • Siap-siap mencari pemberi rekomendasi (dari dosen senior, ka-jur, dekan, dll)
  • Siap-siap mencari surat keterangan sehat lengkap (misal; disertai hasil foto X-ray terbaru, dll)
  • Perhatikan deadline dan kelengkapan persyaratan (check list)

Tahapan Seleksi
1. Seleksi administratif (baik di tingkat fakultas, di tingkat rektorat, dan atau oleh pihak penyelenggara), dan/atau
2. Seleksi wawancara, dan/atau
3. Seleksi kemampuan seni dan budaya

Yang perlu diperhatikan dan tidak dilupakan !!!
1. Kewajiban terhadap kuliah yang ditinggalkan ; Rencana studi selama kuliah (durasi waktu, TA/skripsi, ujian mid term & ujian akhir, tugas-tugas, wisuda dll)
2. Kewajiban selama masa program pertukaran ; ada sistem pemantauan dan evaluasi dari universitas ybs., dll. So, jangan terlalu banyak main dan jalan-jalan (oops, nyindir diri sendiri nih ;D!)

Aktivitas selama program pertukaran :
1. Mengikuti kuliah reguler, termasuk ujian/tes akhir.
2. Mengikuti kelas bahasa (Inggris, Jepang, Korea, Mandarin, dll).
3. Pengenalan, presentasi dan atau pertunjukan budaya Indonesia.
4. Presentasi essay / lomba pidato.
5. Field visit / field work
6. Study tour, alias jalan-jalan ^_^
7. Aktivitas klub / kegiatan mahasiswa
8. Kegiatan organisasi (PPI, dll)
9. Kegiatan bebas

Tantangan
1.Permasalahan Finansial : uang transport, biaya hidup, fiskal, pencarian sponsor, dll
2. Permasalahan birokrasi & administrasi : visa, bebas fiskal, calling visa, paspor, dll
3. Kemampuan bahasa, misal : kemampuan bahasa Inggris aktif kurang (hanya pasif tertulis), atau keterbatasan kemampuan bahasa asing lainnya.
4. Cultural shock karena perbedaan budaya dan belum bisa beradaptasi. Misal ; masalah kedisiplinan, bersosialisasi dengan masyarakat, dll.
5. Home sick (kangen pengen pulang kampung) dan mendadak ingin memiliki pintu ke mana sajanya Doraemon ­čśÇ
6. Makanan dan minuman ; baik dari segi kehalalan maupun rasa.

TIPS & SARAN
1. Selalu menyiapkan dokumen standar untuk seleksi beasiswa,
2. Meningkatkan kualitas diri, baik dari sisi akademik, aktivitas organisasi, skill, kemampuan bahasa, dan tentu saja MORAL!
3. Aktif searching informasi beasiswa pertukaran atau lomba yang berhadiah ke Luar negeri, secara berkala (setiap satu pekan sekali, etc). Misal : Bergabung diMailing list beasiswa, blog/website beasiswa, dan Googling atau cari di Yahoo Search! dengan kata kunci yang spesifik
4. Berbagi dan menyebarluaskan informasi beasiswa atau lomba (tidak menyembunyikan informasi),
5. Bersikap Sportif dan kompetitif (secara sehat),
6. Sering-sering berdiskusi, konsultasi, dan sharing pengalaman dengan teman lain.
7. Pantang menyerah untuk selalu mencoba, dan selalu mengevaluasi diri dari tiap kesempatan yang pernah dicoba.

Daftar beberapa Website info beasiswa :
1. IIEF : http://iief.or.id/scholarship.php
2. Blog Beasiswa : http://scholarshipcalendar.com/
3. Blog Beasiswa : http://beasiswa.blogs.ie/
4. Website Kedutaan Rusia : http://www.indonesia.mid.ru/
5. Australia Development Scholarship : http://www.adsjakarta.or.id/
6. JASSO (Japan) : http://www.jasso.go.jp/index_e.html
7. Study in Japan : http://www.studyjapan.go.jp/en/
8. Website Kedutaan Jepang : http://www.id.emb-japan.go.jp/
9. Website OIA UGM : http://oia.ugm.ac.id
10. Website UI : http://www.ui.ac.id/
11. Website Sekretariat AUN : http://aun-sec.org/scholarship.html
12. Tanyakan pada GOOGLE ^^