[Video] Learn Indian Headshakes

Buat para penggemar film Bollywood ato punya temen orang India, ato pernah lihat segala sesuatu terkait orang India, mungkin (pernah) merasa penasaran dengan gesture khas orang India, yaitu goyangan kepalanya.

Dulu, saya pernah satu kali jadi penerjemah orang India. Saat itu, saya menanyakan apakah terjemahan bahasa Inggris saya bisa dimengerti atau tidak. Nah, beliaunya menjawab dengan goyangan kepala yang saya bingung, itu maksudnya “iya” atau “tidak”.

Nah, setelah bertahun-tahun kemudian barulah saya mengerti apa maksudnya dari video ini.

Selamat menonton dan belajar kekhasan gerak tubuh dan budaya negara lain 😀

 

[Share] Idealisme Tjokroaminoto

Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat” – HOS Tjokroaminoto

Saya baru sadar tentang siapa sosok Tjokroaminoto setelah menonton Mata Najwa semalam yang membahas tentang “Guru Bangsa, Tjokroaminoto”. Nama Cokroaminoto sangat tidak asing di telinga saya. Dalam rentang waktu 7 tahun selama tinggal di Yogyakarta, saya selalu melewati jalanan dengan nama ini. SMA saya, terletak di sisi barat Yogyakarta, H.O.S. Cokroaminoto No. 10. Tapi, (jujur) sampai kemarin malam tidak pernah terlintas di benak saya, siapakah sosok Cokroaminoto dan mengapa namanya diabadikan di salah satu jalan protokol di Yogyakarta tersebut.

Terkejutlah saya ketika mengetahui bahwa sosok ini merupakan sosok paling penting dalam era awal perjuangan bangsa ini. Ia merupakan tokoh kunci, guru dari berbagai tokoh yang namanya terukir dalam buku-buku sejarah tanah air, merekalah Soekarno, Semaun, dan Kartosuwiryo.

Yang membuat saya penasaran, bagaimana sosok pendiri Sarekat Islam (SI) ini, bisa mendidik dan menghasilkan murid-murid dengan ideologi yang begitu berbeda satu sama lain; Soekarno dengan nasionalismenya, Musso dengan ideologi sosialis/ komunis, dan Kartosuwiryo dengan Islamnya.

Hal lain yang menjadi pertanyaan besar saya, bagaimana caranya Cokroaminoto bisa menggerakkan masyarakat melalui Sarekat Islam? SI yang awalnya hanya merupakan organisasi biasa di bidang perdagangan, kemudian bertransformasi menjadi partai politik. SI disebut-sebut sebagai partai dengan keanggotaan yang besar (yang pada saat itu mencapai 2 juta orang, meliputi wilayah Jawa dan Madura), dan lagi ada suatu kebanggaan bagi masyarakat untuk menjadi anggota SI. Hal yang menurut saya, di zaman sekarang ini, sangat langka dimana dunia politik dan partai politik sudah dianggap sangat kotor, dibenci bahkan dihina. Politik saat ini hanya dilihat sebagai alat peraih kekuasaan dan harta.

Saya rindu dengan sosok-sosok negarawan yang masih memiliki idealisme, menjunjung tinggi ilmu dan pendidikan, memegang teguh ketauhidannya, serta mengerti benar bagaimana caranya menggerakkan roda negeri ini. Saya ingin sekali bertemu dengan negarawan dengan ciri seperti para tokoh bangsa ini, yang menunjukkan ciri seperti HOS Cokroaminoto sebutkan: Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat.

[Video] Ramadan in South Korea (2013)

Teringat summer tahun lalu (2013), di mana beberapa hari pertama di bulan Ramadan kuhabiskan di Negeri Ginseng ini. Alhamdulillah, sempat merasakan bagaimana berpuasa di negeri orang dengan durasi yang lebih panjang daripada di tanah air untuk pertama kalinya.

Video ini mengingatkanku kembali pada momen itu. Saat-saat dimana bersiap sahur sedini-hari mungkin dengan berbekal 3 buah onigiri (triangle kimbab, seharga 800 won per buah) dan sekotak susu pisang merk “Banana Uyu” seharga 1300 won (susu ini enak banget XD, sayangnya di Taiwan harganya muahal, per kotaknya 40-50 NTD).

Bababa... Babanana
Bababa… Babanana

Dan kemudian menjelang berbuka puasa, segera menuju daerah Itaewon – Seoul dimana Islamic Center alias Masjid Itaewon berada. Daerah Itaewon ini dikenal sebagai daerah internasionalnya Seoul, dan bisa dilihat dengan jelas karena ada beragam restoran dan toko-toko asing dari berbagai negara. Termasuk juga beberapa restoran halal ala Timur Tengah, Asia Selatan, Turki maupun Asia Tenggara. Alhamdulillah saat itu sempat dijamu oleh kawan yang sedang menuntut ilmu di sini. hehehe…

Smoga suatu saat nanti bisa berkunjung kembali ke sana, dan meneliti lebih jauh seputar sejarah dan perkembangan Islam + Muslim di Korea Selatan (as my research interest). aamiin….

[Video] Mata Najwa: Penebar Inspirasi 1 Januari 2014

part 1

part 2

part 3

part 4

http://youtu.be/m3-sBkcZWho

part 5

part 6

part 7

part 8

Tahu adanya Mata Najwa special live stage ini dari FB pagenya Mr. ABW, then kemarin malam pas nelpon my mom, diingatkan kalo saat itu lagi ada tayangan tersebut. Langsung saja kucari live streamingnya, namun sayangnya ndak lancar. Kemudian, barusan kutemukan teman yang sharing link rekaman acara di youtube.

Live-stagenya diadakan di Universitas Sebelas Maret Surakarta – UNS SOLO, dengan tamu spesial:
Jokowi (Gubernur Jakarta), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Jusuf Kalla (Ketua PMI), Anies Baswedan (Rektor Univ. Paramadina), dan Abraham Samad (Ketua KPK).

Mangga, dilihat :)! Menarik untuk ditonton

[Video] 看見台灣 Beyond Beauty, Taiwan From Above

Tawu film dokumenter ini pertama kali dari profesor saat kuliah. Trus kucari trailernya di youtube. Pengen banget nonton full versionnya XD! Pilihannya adalah pergi ke bioskop atau nunggu streaming online-nya keluar :p

It’s documenting Taiwan from an aerial perspective offering a glimpse of Taiwan’s natural beauty as well as the effect of human activities and urbanization on our environment (IMDb).

Berikut ulasan singkat tentang filmnya (dicopas dari Wikipedia):

Beyond Beauty: Taiwan from Above (Chinese: 看見台灣 Kànjiàn Táiwān) is a 2013 documentary film which documents Taiwan completely in aerial photography. It is directed by aerial photographer Chi Po-lin and produced by Hou Hsiao-hsien, with narration by Wu Nien-jen. The music is composed by Ricky Ho, with three songs written and performed by Nolay Piho (Lin Ching-tai). The film opened on November 1st, 2013 at 44 theaters in Taiwan, with Chinese and English subtitles. The film broke the Taiwan box office records for the largest opening weekend and the highest total gross of a locally produced documentary. The film was nominated for Best Documentary and Best Original Film Score at the 50th Golden Horse Awards, winning the best documentary category.

[Video] Beautiful Day – 美好的日子 舒米恩

Beberapa pekan terakhir, Taiwan (tepatnya di Taipei) dirundung mendung. Hampir setiap harinya bumi Formosa dibasahi oleh rintik hujan, dan ditemani dengan angin musim dingin yang senantiasa membuat bulu kuduk merinding.

Ini bukan pertama kalinya aku kedinginan seperti ini. Tahun lalu pengalaman serupa juga kualami. Maka, untuk kali kedua ini, semestinya aku sudah cukup terbiasa dan bersiap diri menghadapi winter Taiwan yang sangat lembab. Tapi apa mau dikata.

Banyak yang mengatakan bahwa musim dingin di Taiwan sungguh menusuk, bukan karena rendahnya suhu udara (*di Taiwan, suhu terendah masih di atas angka 0 derajat), tapi karena dinginnya yang menusuk tadi. Kata seorang kawan dari Eropa, winter Taiwan lebih menyiksa daripada winter di Eropa. Mengapa? Di Eropa suhu memang bisa ekstrim hingga puluhan derajat di bawah nol, tapi anginnya cukup kering dan pemanas ruangan ada dimana-mana. Tidak dengan Taiwan. Di sini anginnya cukup kencang, udara lembab, hujan turun terus menerus selama beberapa pekan, dan ketiadaan pemanas ruangan karena cukup “tanggung” untuk digunakan di sini (*tanggung karena dinginnya gak ekstrim dan bisa dikatakan boros). Faktor-faktor inilah yang membuat Taiwan lebih “menyiksa”.

Terutama untuk negara tropis, matahari adalah benar-benar keberkahan yang luar biasa dengan adanya sinar mentari yang menghangatkan kita sepanjang tahun. Harusnya kita-kita manusia Indonesia, bisa senantiasa bersyukur dengan kondisi yang ada. Harusnya dimanapun berada dan bagaimanapun kondisinya, manusia bisa selalu bersyukur. 

Ah, manusia memang suka berkeluh kesah. Daripada merutuki kondisi, lebih baik fokus untuk terus berbuat dan menikmatinya. Alhamdulillah….

Untuk menemani dinginnya Taiwan, berikut kulampirkan video instrumen dengan alunan lirik tradisional suku asli Taiwan (Amis tribe) berjudul “Beautiful Day” 美好的日子 oleh Suming 舒米恩. Untuk rekan-rekan di tanah air, enjoy our beautiful shiny day, kawans!

[Video] Mari, Jadi Pengajar Muda :D!

Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita @jadiPM
Bercengkrama dengan keberagaman Indonesia @jadiPM
Mengabdi bangun mimpi anak negeri @jadiPM
Saya bosan mengutuk kegelapan, saya siap nyalakan lilin @jadiPM
Saya mengajar, maka saya belajar memimpin @jadiPM

Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi @jadiPM

Pendaftaran Pengajar Muda angkatan VIII dibuka!
1 November – 15 Desember 2013

Info lebih lanjut, klik: http://indonesiamengajar.org

[Video] China – How to Be a Leader

Watch video here: http://v.youku.com/v_show/id_XNjIxNjAyNzM2.html
Watch video here:
http://v.youku.com/v_show/id_XNjIxNjAyNzM2.html

Kartun ini sangat menarik untuk disimak, terutama bagi mahasiswa or pembelajar studi hubungan internasional untuk memahami bagaimana proses pemilihan pemimpin di Amerika, Inggris, dan China. Video yang kudapat link-nya dari Mas NRY (bapak Dosen di UGM –> maturnuwun sanget mas :D), cukup menjelaskan alasan “China Miracle”.

Berikut ringkasan dari link videonya:
The “How Leaders Are Made” video, which has been viewed more than 1 million times since it was uploaded on Oct. 15, presents cartoon characters representing China’s President Xi Jinping and the six other men who make up the country’s ruling Standing Committee.

Read more: http://world.time.com/2013/10/17/whats-the-secret-to-chinas-incredible-success/#ixzz2iaTmNKBq

[Video] 2013 IGU Conference on Island Development – Penghu

Nak berbagi video dan foto dokumentasi hasil jalan-jalan berkedok akademis di 2013 IGU Conference on Island Development, di National Penghu University of Science and Technology, Magong – Penghu Archipelago.

Konferensi ini dilaksanakan pada 1 – 5 Oktober 2013 yang lalu. Diikuti oleh 65 peserta dan presenter yang berasal dari lebih dari 20 negara.

Alhamdulillah, feel glad and bless-full to have this experience 🙂

[Video] Kontribusi untuk Tanah Air

I’m posting this video not simply because his candidacy as Indonesian President through Democrat Party’s Convention. Since I’ve ever had some discussions with him personally, I learned many things; one of them is about “what the values and meaning of politics are”.

Sempat saya menjadi antipati dengan politik, padahal latar belakang pendidikan dan juga gelar S1 saya adalah SARJANA ILMU POLITIK. Mungkin seperti kebanyakan masyarakat Indonesia, ada makna peyoratif saat mendengar kata politik atau politisi. Bahasanya, degradasi. Politik di masa kini, bukan dipandang secara terhormat. Kacau balau dan carut marut tanah air, mengoyak harapan dan kita cenderung semakin mengutuki. Padahal, kalau kita menilik sejarah Indonesia masa lalu, ada banyak tokoh politik yang tersohor dan harum namanya. Mereka kita sebut negarawan. Bagaimana dengan sekarang?

Setelah melihat video ini, saya teringat kembali dengan jawaban dari pertanyaan yang saya sampaikan kepada Kang Emil a.k.a Ridwan Kamil, (walikota terpilih Bandung) saat mengisi diskusi dalam acara CISAK di Daejeon, Juli 2013 lalu (saksi matanya banyak ni, hahaha….). Pertanyaannya: mengapa seseorang seperti beliau, yang sudah malang melintang dan sukses di dunia profesional, memilih untuk terjun ke dunia politik praktis yang dianggap kotor?

Mengejutkan. Jawaban dari beliau, dan juga penjelasan dari Pak Anies dalam video ini, sama-sama mengetuk hati saya yang terdalam.

***

Politik itu kotor. Benarkah begitu? What I’ve learned and got dari dua tokoh tersebut, mereka menyampaikan bahwasanya politik itu sejatinya sungguh luar biasa berdampak besar. Bukan tujuan sempit seperti kekuasaan semata. Tapi ada idealisme dan nilai yang dipegang teguh, yang dijunjung tinggi serta diperjuangkan untuk tanah air tercinta.

Kemudian kembali saya bertanya. Kontribusi apa yang sudah saya berikan untuk negeri ini?

Air mata mengalir.

***

Jangan keburu apatis dan anti dulu dengan kata “politik”. Toh di manapun kita berada, yang namanya politik digunakan, bahkan di rumah sekalipun –> teringat contoh yang diberikan Kang Emil adalah “politik” untuk mendapatkan makan siang dengan 2 telur dadar, instead of cuma 1. Bagaimana caranya merayu sang ibu mau memberikan keinginan kita :D? Haha… itu namanya juga berpolitik

***

Jalanan ini memang terjal, kawan. Jangan takut dikritik, dicaci. Hadapi ini, lewati rute ini. Ikut turun tangan, pilih untuk turun tangan.

Mari, jadilah seseorang yang berfokus pada KERJA NYATA dan kontribusi. Tak harus di ranah politik praktis, tapi bisa dimanapun kita berada.

Mari turun tangan. Luruskan niat kita, tegaskan sikap kita.

Mari ikut mewarnai dan memberi makna bagi tanah air kita.

Apapun bentuk keterlibatan dan kontribusi kita, sekecil apapun, semoga itu bermanfaat untuk bangsa. aamiin

[Video] Travel in Taiwan – For Muslim

Ini merupakan salah satu video promosi pariwisata Pemerintah Taiwan, khususnya untuk muslim. Sangat menarik!

Terutama jika ditilik dari sisi public relationsnya, Departemen pariwisata-nya Taiwan mencoba menyasar turis yang berasal dari Asia Tenggara, terutama Malaysia dan Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. So, mereka membuat video promo ini 🙂

Jom, bagi Muslim jangan khawatir untuk berjalan-jalan ke Taiwan. Taiwan termasuk negara yang ramah untuk Muslim berpesiar lho 🙂

[Video] Pesan Semangat untuk Pelajar Indonesia

Alhamdulillah….

Video ini pada awalnya ditujukan untuk diputar pada peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dilakukan oleh PPI Taiwan pada 5 Mei 2013 ini. Namun, tampaknya sangat sayang kalau hanya berhenti di sini; harus disebarluaskan :D! Pesan semangat yang ada di dalamnya, sangat bisa ditujukan untuk teman-teman di manapun berada :)!

Terus berkontribusi dan berkarya ;)! Salam semangat….

#Special thanks untuk Pak Anies, Mas Imang, Bro Ade, Jeng Shally, Nduk Zaki en Dim-dim atas bantuan dan dukungannya :)! Jazakumullah khairan katsir. Sungguh, pesannya sampai ke hati 🙂

[Video] Panitia AISC Taiwan 2013

It’s such a great experience for having (another) work on publicity and public relations. Special thanks to my team; Yuna, Ulfah, Anggri, and bang Alfi. Including all of the AISC Taiwan 2013 committee member. Baarakallahulakum…

Semoga bisa mengambil pelajaran dari pengalaman ini, dan di acara tahun berikutnya bisa lebih baik lagi. aamiin 🙂