[Share] 20 Facts about Me

Sekarang ini lagi nge-trend saling tag #20factsaboutme di dunia per-blog-an en instagram. Berhubung dapat PR dari bu Peri Riska, so let me ikut mainstream dengan menuliskan “20 facts about me” yang mungkin sudah ada yang tahu, dan mungkin juga gak tahu 😀

IMG_8719

1. Kalau ditanya aslinya orang dari mana, saya selalu menjawab “Mixed” ato “Blasteran” (*diucapkan dengan logat bule yak ;D). Mengapa? Penjelasannya sangat panjang :p. Dengan latar belakang keluarga yang multi-kultur, domisili yang senantiasa berpindah sejak lahir hingga sekarang, plus dengan wajah sangat oriental, saya jadi bingung sendiri XD. Seringkali saya di-salah-kira-kan oleh orang-orang yang baru kenal. Di Taiwan sini, beberapa kali dikira “orang lokal” ato dari China daratan. Sedangkan di tempat lain, pernah dikira orang Malaysia, Singapura, (bahkan) Amerika. Sesekali dikira dari Mesir atau Turki. Memang, saya berperawakan dan bercirikan fisik multi-bangsa. hahaha…

2. Banyak yang mengira saya adalah anak sulung, padahal sejatinya saya anak bungsu nan imut-imut :p. Mungkin karena karakter “koleris” saya yang sesekali muncul (*aslinya dominan sanguinis melankolis), yang diakibatkan oleh pengaruh lingkungan, pengalaman dan tuntutan keadaan. Jadilah saya orang yang (sok agak) dewasa 😀

3. Sewaktu kecil, saya pernah bercita-cita jadi tukang pos karena “kegilaan” pada dunia surat menyurat dan filateli. Setelah sempat terhenti (*walo gak total) saat SMA sampai tahun 2012, awal tahun ini saya mulai giat kembali ke dunia per-pos-an. Saya ikutan postcrossing (direct swap dan official) dengan saling bertukar + berkirim kartu pos ke berbagai penjuru dunia. Alhamdulillah, sampai sekarang sudah terkumpul ratusan kartu pos lebih dari 60 negara :). Dan sebagai salah satu aktivitas wajib dalam itinerary perjalanan backpacking saya adalah beli kartu pos + ke kantor pos kota/ negara tersebut. Tak lupa untuk mengirimi diri sendiri sebagai memoir 😉

4. Hal yang paling saya sukai ketika stress adalah memasak :D! Ada sensasi yang mengasyikkan ketika memotong-motong bahan makanan (hahaha… koq kesannya sadis :p). But yang paling menyenangkan setelah memasak adalah ketika makan dan ada orang yang mengatakan, “Enak”. Alhamdulillah. So, berbahagialah (?) orang-orang yang ada di sekitar saya ketika stress ^^, tapi jangan doakan saya untuk sering stress XD

Salah satu produk hasil "stress" saya :)
Salah satu produk hasil “stress” saya 🙂

5. Somehow, saya seorang yang cukup rigid untuk masalah life-planning dan juga urusan waktu. Padahal katanya orang-orang golongan darah O sering telatan. hahaha… But mungkin ini karena pengaruh pengalaman hidup ya, sehingga saya jadi seorang “planner”. Untuk konteks waktu, karena didikan ibu dan juga didikan alam, saya terbiasa untuk (mengusahakan) tepat waktu dalam urusan janjian. In some cases, saya selalu datang minimal 5 menit sebelum janjian. Pun kalau terlambat, biasanya saya akan konfirmasi terkait hal tersebut. Ada beberapa orang yang menyarankan saya untuk hidup dengan lebih santai, en follow the water flows. Ah…. Memang seharusnya hidup itu seimbang ya.

6. Saya seorang TRAVEL FREAK alias gila jalan-jalan dan juga ekspansionis, dalam artian suka menjelajah tempat-tempat baru, jauh dan terpelosok. Semakin baru/ jauh/ pelosok, semakin senang :D. Jadi, kalau dapat tugas lapangan, dan disuruh ke lokasi-lokasi asing or mlosok, saya dengan senang hati akan menjalaninya ;). Dan saya termasuk orang yang suka “menyesatkan diri” kalau tidak terburu waktu, mencoba jalanan-jalanan dan tempat-tempat baru ketika berperjalanan. Nah, untuk urusan jalan-jalan dan mengeksplorasi berbagai tempat, kebiasaan ini ditularkan oleh bapak saya, karena sejak kecil sudah dibiasakan dan dilatih untuk bepergian + gak takut tersesat.

Pengaruh dari bapak lainnya adalah kebiasaan membaca peta, yang sudah dilatih sejak SD. So, don’t say that woman can’t read map :p. I do, I can :D! Kesukaan saya pada peta ini bisa terlihat dari dekorasi kamar yang penuh dengan peta negara, kawasan, benua hingga dunia (*katanya ini salah satu ciri khas anak HI). Peta tersebut saya dapatkan dari berlangganan dan mengoleksi NatGeo magz :).

Karena suka peta pula, saya jadi lebih mudah berjalan-jalan dan eksplor berbagai tempat, tanpa takut hilang. Pun kalo tersesat, buka peta, tanya orang, dan juga berdoa memohon petunjuk dan perlindungan kepada Sang Maha Penolong 😉

Saya punya cita-cita ambisius untuk menelusuri jalur sutra :). Oleh karenanya, most of my saving and money go to this hobby, demi mempelajari banyak hal baru and get the world’s wisdom.

7. Masih terkait dengan traveling, preferensi saya dalam berjalan-jalan adalah “solo-traveling” alias menjadi ‘orang hilang’. As my friend’s quote says, “If you want to go fast, go alone. And if you want to go far, go together“.

Karena saya orangnya sering abstrak dan sometimes need a “me time”, so ketika jalan sendiri inilah saya gunakan waktunya dengan sangat optimal (fleksibilitasnya), juga saya gunakan untuk merenung. Namun, jujur, saya mulai merasakan saat di mana sendirian itu melelahkan, apalagi untuk konteks “perjalanan kehidupan”. I hope that I can find someone as my “life-partner” untuk menjalani dan melewati bersama kehidupan panjang nan berliku ini. tsaaaah…. #hard-code :p

8. I am a book lovers. Sejak kecil, saya sudah dibiasakan baca buku (*termasuk komik, he…). Dan alhamdulillah, kecintaan saya pada buku, menjadikan dompet saya menipis karenanya. hahaha…. Saya suka ke toko buku dan pameran buku (*apalagi yang banyak diskon), dan suka membeli buku untuk melengkapi koleksi perpustakaan saya. Walau tidak langsung dibaca sehabis membeli, paling tidak stok bacaan akan selalu ada ketika mood dan waktu memungkinkan. hehe :).

Selain itu, saya suka menghadiahkan dan dihadiahi buku, dengan genre yang sangat bervariasi (but rarely read foreign novel). Ketika ada kawan yang hendak menikah, lanjut studi, milad atau lainnya, di momen spesial tersebut biasanya saya akan memberikan buku-buku yang saya sukai. Then, masih terkait dengan buku, saya berharap suatu hari nanti, saya bisa punya toko buku diskonan or second-hand bookstore juga ruang perpustakaan nan nyaman di rumah. aamiin

9.  Ada beberapa orang yang kaget begitu tahu kalau saya ini penyuka anime (mulai dari adventure macam one piece, naruto, fairy tail, shingeki no kyojin sampai shojo anime), juga drama (mostly Japanese dan Korean drama/ movies) dan rutin mengikuti streaming-nya sampai sekarang ^^”. Di satu sisi, selain sebagai penghibur diri, juga untuk melatih pendengaran dan pemahaman (*listening) dalam berbahasa asing.

10. Saya suka belajar bahasa dan logat yang berbeda-beda. Karena pengaruh ibu yang juga multi-logat en multi-bahasa daerah, saya seringkali berganti-ganti logat sesuai dengan lawan bicara yang saya temui atau keisengan saat bertemu teman baru. Contohnya, I’ll make a quiz; “Dari logat bicara, kira-kira dari manakah saya berasal?” Saya paling puas dan senang ketika orang terkecoh. huahahaha….

11. Easily distracted and easily bored. Saya mudah terdistraksi dan bosan, terutama ketika mengerjakan suatu hal yang sama secara berulang, apalagi dalam waktu yang lama XD! Maka, metode yang paling cocok buat saya ketika bekerja adalah multi-tasking dan variatif 😀

12. Saya tipe auditori alias dalam belajar lebih efektif dengan cara mendengar. Lagi-lagi, ini karena pengaruh ibu yang sering melatih hapalan saya dengan mengucapkan sesuatu secara berulang-ulang sampai saya hapal. So, kalau saya disuruh menghapal mati, tidak bisa hanya dengan melihat atau membacanya, tapi perlu diucapkan dan didengarkan.

13. Pernah terobsesi dengan martial arts sewaktu SMA dulu. Gini-gini (*maksudnya nunjuk diri yang sudah mulai melebar :p), saya pernah dapat medali perunggu kejuaraan Tae Kwon Do junior dan bersabuk biru. Obsesi ini pernah membuat saya bercita-cita untuk menjadi atlet profesional dan ketika punya anak nanti, pengen mereka menguasai bela diri yang berbeda satu sama lain. hahaha… (*ini calon emak yang obsesif amat). Maafkan ibu ya nak, bersemangatlah! hahaha….

Kira-kira begini ilustrasinya
Kira-kira begini ilustrasinya. Mbak ini bernama Seham el-Sawalhy, atlet Mesir!

14. Eks boss saya di organisasi dulu, mengatakan kalau saya ini “Gila Organisasi” (dari tadi nyebut banyak gila XD). Karena mudah bosan dan gak suka diam, saya ikut aktivitas di sana sini dengan jenis, tema dan bentuk organisasi yang beragam. “Potensi” ini berkembang sejak jaman SMA dulu, dan terkait dengan “multi-tasking”, saya bisa ikut lebih dari satu aktivitas dalam waktu yang bersamaan.

Pernah suatu ketika, saya ikut 9 organisasi & kegiatan berbeda, yang membuat diri ini pontang panting mengatur waktu. Kuliah menjadi “kegiatan sampingan”, sedangkan organisasi jadi “kewajiban”. Tapi baguslah, bisa membantu melatih manajemen waktu, resilience di bawah tekanan dan pengaturan skala prioritas 😀

15. Saya tidak suka konflik. Maka dari itu, saya lebih cenderung diam atau menghindar apabila ada suatu pertentangan dan silang pendapat. Oleh kawan-kawan dekat, dinasehati untuk memberanikan diri menyampaikan perasaan dan pendapat secara terbuka. Ya, ini perlu latihan dan proses.

16. Saya suka sekali berdiskusi dan berfilosofi (*maksudnya untuk proses internalisasi pelajaran dari pengalaman/ kisah). Maka dari itu, kalau bertemu dengan orang yang cocok dan nyambung saat diskusi, saya bisa sampai lupa makan and keep talking + forget about my hunger (*klo sering-sering, bisa ngebantu proses diet gak nih ;p). Diskusi tentang beragam topik, bisa menambah pengetahuan. Hal ini juga, yang menjadi salah satu “kriteria” penting –> you know what I mean lah~ :v #hard-code two

17. Saya termasuk orang yang idealis terutama terkait value-ethics, means cukup konservatif untuk hal-hal prinsipil. Saya paling gak suka kalau ada orang yang minim etika, terutama dalam konteks berkomunikasi (*pengalaman pribadi, sering nemu kasus beginian)

18. Suka dengan dunia kampus dan juga mahasiswa. Maka, gak akan pernah saya bosan dan menolak kalau ada tawaran berkunjung ke suatu universitas dan berdiskusi dengan teman-teman mahasiswa (inshaaAllah). So, jangan ragu untuk undang-undang aye yaaak ;D

19. Pengen menjadi seorang antropolog, etnolog atau sosiolog dengan spesialisasi minoritas muslim di berbagai belahan dunia. Untuk mencapai cita-cita ini, saya berencana untuk melanjutkan studi di Leiden atau Tokyo (*kondisi sekarang, lebih cenderung ke Leiden, secara pengen banget explore Yurop ;D)

20. Nah, di nomor pamungkas, biar agak rame, saya punya mimpi ketika walimatul-ursy nanti, pakai gaun muslimah warna merah marun :”D (*request udah disampein ke ortu, tinggal tanggal dan mempelai pria yang belum nemu. hahaha)

Nah, kalau ada, dipersilakan bagi yang mau berkomentar, menambah atau mengoreksi isi dari #20factsaboutme ini. En karena saya baik hati (*apa hubungannya?), no need to tag others.

The Story of I – Indonesia Mengajar

“Three concept of education are emphasizing knowledge, growing maturity and developing good manners. “

Pendidikan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Ia tak hanya memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadikan seseorang menjadi manusia yang lebih bijak/ dewasa dalam pemikiran dan tingkah laku. Konsep tersebut menjadi salah satu “ruh” motivasi saya dalam bergerak di bidang pendidikan, yang kemudian saya sebut sebagai idealisme. Hal ini pulalah yang menjadi alasan saya bergabung dalam Gerakan Indonesia Mengajar sejak awal tahun 2011.

Indonesia Mengajar merupakan sebuah ikhtiar untuk memenuhi cita-cita negeri ini, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Adapun misinya adalah dengan membantu kekosongan tenaga pengajar berkualitas di daerah pelosok dengan mengirim sarjana terbaik, serta sebagai sarana bagi mereka, para pemuda pemimpin masa depan, untuk belajar dan melihat langsung lapisan terbawah agar memiliki pemahaman akar rumput. Selain itu, semangat yang dibawa oleh Indonesia Mengajar adalah menularkan optimisme, menebar inspirasi, menggandakan ketulusan serta menjadikan para Pengajar Muda sebagai jendela kemajuan di tingkat akar rumput.

Sebelum menjadi bagian dari Indonesia Mengajar, keterlibatan saya secara aktif di dunia pendidikan sudah dimulai saat SMA. Kemudian berlanjut selama berkuliah di Yogyakarta. Berkunjung secara rutin ke salah satu daerah pelosok pegunungan kapur di Kab. Gunung Kidul, Yogyakarta sebagai relawan pengajar, memberikan saya pengalaman yang luar biasa besar tentang wajah pendidikan di negeri ini, terutama di sudut Indonesia. Melihat berbagai tantangan di sana, saya menjadi banyak bersyukur dengan apa yang saya dapat selama ini. Kesulitan yang saya hadapi, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan anak-anak yang hidup di sana. Oleh karenanya, sudah semestinya saya bersyukur. Dan rasa syukur itu saya wujudkan dengan turut berbagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki kepada mereka.

Per 3 Januari 2012 lalu, genap setahun saya bergabung di Indonesia Mengajar. Dalam gerakan ini, saya mendapatkan amanah sebagai salah satu “pejuang” di garis depan Indonesia Mengajar, yaitu menjadi Community Engagement Officer (atau dalam istilah lain dikenal sebagai Public Relations Officer). Saya dan tim mendapat amanah untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan visi, misi serta semangat dari gerakan Indonesia Mengajar kepada masyarakat luas untuk berpartisipasi aktif serta peduli terhadap pendidikan di negeri ini.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan untuk saya dalam menjalankan amanah “penularan semangat” gerakan ini yaitu menjadi editor buku kumpulan tulisan para Pengajar Muda yang berjudul, “Indonesia Mengajar: Kisah para Pengajar Muda di Pelosok Negeri”. Buku ini dimaksudkan agar visi, misi, nilai dan semangat serta inspirasi dari para Pengajar Muda, dapat “ditularkan” sehingga semakin banyak pihak yang tergerak untuk berkontribusi bagi pendidikan Indonesia. Karena “mendidik adalah tugas orang terdidik” [Anies Baswedan, 2010], maka sudah semestinya pendidikan menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah.

“Rather than curse the darkness, let’ light the candle”. Daripada kita (hanya) mengutuk kegelapan, lebih baik kita menyalakan cahaya, berbuat sesuatu yang nyata. Dengan segenap semangat dan kemampuan yang kita miliki (apapun itu bentuknya), mari kita berkontribusi untuk negeri.

Semoga, dengan adanya usaha peningkatan kualitas pendidikan di negeri ini, cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa (yang lebih berwawasan, bijak, dewasa serta bermartabat) dapat tercapai. Aamiin.

***

PS: Ini ceritaku, mana ceritamu ?

Re-post : Kereta Api !

Tulisan di bawah ini merupakan posting ulang dari tulisanku yang pernah kuunggah ke dunia maya sekitar 3 tahun yang lalu. Hoho~ Berhubung dalam waktu dekat aku akan melakukan perjalanan (lagi) dengan Kereta Api tercinta, maka dari itulah malam ini aku memposting ulang tulisanku tentang alat transportasi yang satu ini. Here it is… Sumonggo, silahkan dibaca (kalau mau :p)


***


Naik kereta api tut tut tut

Siapa hendak turut

Ke Bandung Surabaya

Ayolah naik dengan percuma

Ayo kawanku lekas naiiiik!

Kretaku tak berhenti lama!


Itulah sepenggal syair lagu masa kecil kita. Masih ingat kah? Sekarang masih ada ndak ya? Mungkin lagu ini sudah tak lagi populer di generasi anak-anak masa kini karena sudah dikalahkan dengan lagu-lagu yang (maaf) kadang gak jelas ditujukan untuk usia berapa.


Judul tulisan ini tentu mencerminkan apa yang hendak aku tulis kali ini. Ya, tentang KERETA API! Kereta api sudah menjadi sahabat karibku dalam menemani perjalanan, terutama untuk jurusan Jakarta-Jogja PP. Kereta Api Fajar Utama jurusan Jakarta – Yogyakarta (berangkat pukul 06.30 dari Stasiun Jatinegara), dan Kereta Api Fajar Utama jurusan Yogyakarta – Jakarta (berangkat pukul 08.00 dari Stasiun Tugu). Dengan berbekal tiket kelas bisnis seharga Rp 100.000,- ++ , perjalanan yang menyenangkan dan penuh makna pun dimulai!!!


Mengapa aku lebih memilih menggunakan kereta api daripada bis, travel, ato pesawat? Alasannya banyak! Kalau menggunakan bis, aku merasa stress dengan cara menyetirnya Pak Sopir bis yang ugal-ugalan dan kebut-kebutan. Jadi sport-jantung! Dan tentu saja jadi nggak nyaman! Kalau travel??? Sama halnya dengan bis, pak sopirnya takkalah ugal-ugalannya. Apalagi aku selalu mengalami pengalaman tak menyenangkan bepergian dengan travel. Jadi trauma. Kalau Pesawat?? Selain menguras kantong, sensasi berkendaraannya kurang karena hanya sebentar. Lebih lama nunggu boarding-nya daripada tempo perjalanannya. Jadi tak berkesan (bukan bermaksud sombong lho!). Nah, kalau menggunakan kereta api, selain karena harganya yang cukup terjangkau, lintasan relnya lurus-lurus ajah. Jadi, pak masinisnya ndak perlu belok sana belok sini. Cukup nyaman!


Trus, mengapa aku memilih kereta siang daripada kereta malam? Dan kereta bisnis, bukannya kereta ekonomi atau eksekutif? Alasannya, kereta siang lebih mengasyikkan daripada kereta malam. Perjalanan siang hari berarti bisa melihat indahnya pemandangan dan hamparan sawah yang lagi musim panen. Sedangkan malam hari, tentu saja nggak bisa lihat apa-apa. Yang dilakukan hanya tidur, karena memang waktunya untuk tidur. Belum lagi selalu was-was, takut kecopetan pas lagi lelap-lelapnya tidur. Jadi nggak nyaman!


Trus-trus, kenapa nggak naik kereta kelas ekonomi? Padahal harga tiketnya lebih murah, hanya Rp 38.000,-??? Alasannya, karena kereta ekonomi terlalu sesak dan penuh penumpang. Bahkan terkadang harus berbagi dengan â€?si Jagoâ€? dan berebut udara dengan rokok yang â€?minta ampunâ€? bau asepnya. Nyaris tak ada celah untuk bernapas, apalagi berleluasa. Terlebih kereta ekonomi pasti selalu mengalah kepada kereta lain. Jadinya, mau tak mau harus banyak berhenti. Capeknya jadi berkali-kali lipat! Kenapa nggak yang kelas eksekutif? Perbedaan harga dengan kelas bisnis Rp 80.000,- (jadi, harga tiketnya Rp 180.000,-). Memang sih, jauh lebih nyaman. Pakai AC, non-smoking area, nggak ada pedagang asongannya, dapet lunch gratis pula! Tapi, gimana ya?? Sensasinya kurang (ha…..ha…lagi-lagi ngomongin masalah sensasi !but it doesn’t mean the arrogance).

Sebenernya, apa sih yang aku cari??? Ini dia penjelasannya.


Memang sih, lebih capek menggunakan kereta bisnis siang, apalagi kalau mataharinya gakbersahabat. Panasnya bisa bikin sauna gratis! (jadi langsing donk!) Maka, yang sering aku harapkan adalah AC, angin cepoi-cepoi dari jendela kereta. He…he…. Walau begitu, tetep aja sensasinya bedha! Kereta Bisnis siang lebih bermakna dan ada pelajaran berharga yang bisa ku ambil darinya. Yang tidak akan bisa kudapatkan dari perjalanan menggunakan alat transportasi lainnya.


Selama 8 jam perjalanan (kalau nggak ngaret) ini, kereta bisnis siang memberikan â€?pemandanganâ€? rutinitas tiap-tiap orang yang berbeda. Ada kesan dan keasyikan tersendiri ketika melihat dan meng-observasi orang-orang tersebut, terutama para pedagang asongan dan â€?pemohon-mohon uangâ€? (bahasane aneh tenan!! He….maksudnya, ameliorasi dari pengemis) yang bersliweran di sepanjang koridor gerbong. Sungguh luar biasa, melihat perjuangan seorang ibu atau ayah yang mencari nafkah dari para penumpang di kereta, demi menghidupi keluarganya. Padahal, sering aku berpikir, keuntungan yang mereka dapatkan tidak seberapa. Harga barang yang dijual berkisar Rp 1000,- sampai Rp 10.000,-. Tentu keuntungan yag didapatnya sedikit sekali, dan lagi belum tentu dalam sehari dagangannya itu akan terjual habis. Sering aku renungkan diriku sendiri, yang masih dengan mudahnya menghabiskan uang Rp 100.000,- dalam semenit!!


Pelajaran pertama : Hargailah kerja keras orang tua kita, jangan menghamburkan uang demi sesuatu yang tidak penting dan tidak mendesak. Apalagi kalau hanya sekedar buatGaya!! Nggak penting banget deh ! Ingat-ingatlah bagaimana perjuangan dan susahnya mendapatkan uang. Kemudian, sering-seringlah melihat �ke bawah�. Kadang kita sering lupa bersyukur karena terlalu sering melihat �ke atas�. Jangan lupa untuk selalu bersyukur, minimal dengan ber-tahmid, ALHAMDULILLAH


Lanjut lagi….!!

Kesan kedua yang kudapatkan dari mereka adalah â€?betapa kreatifnya orang Indonesia!!â€? Para pedagang itu sangat kreatif, baik dari sisi barang dagangan yang dijual maupun dari cara menjualnya. Produk-produk â€?anehâ€? yang belum pernah kulihat sebelumnya, dapat kujumpai di sini, di dalam perjalanan kereta bisnis siang. Sebagai contoh, ada alat kerikan otomatis (maksudnya otomatis, ndak perlu lagi mencari uang logam seratusan gambar wayang buat kerikan). Karena alat tersebut sudah memberikan bentuk dan fungsi yang serupa dengan uang logam seratusan tadi. Otomatis, bisa langsung dipakau! Trus cara penyampaiannya, khas banget! Beragam nada diiringi pitch-control dan variasi kata yang diberikan, sering membuatku mengangguk-angguk tanda kagum. Contoh ; seorang penjaja es dengan kekhasannya menyebut kata â€?ES…ES…â€?, atau â€?ayo beli oleh-olehnya…..buat yang sayang anak, sayang istri, sayang keluargaâ€?….dan jurus-jurus rayuan maut lainnya. He…he…


Begitu pula dengan para �pengemis terselebung�. Tiap-tiap mereka memiliki ciri khas tersendiri. Yang paling membuatku terkaget-kaget adalah cara yang dilakukan para �pengemis terselubung� tersebut yang aneh-aneh. Ada yang secara tidak langsung �memaksa� penumpang kereta untuk memberikan uangnya. Modus operandi pengemis itu adalah dengan menyemprotkan minyak wangi/parfum ruangan di hadapan kita. Kadang aku berpikir dengan jengkelnya, �siapa juga yang minta disemprotin minyak wangi. Malah bikin pusing�. Tapi mau bagaimana lagi, �produk� sudah diberikan kehadapan konsumen. Modus lainnya, �tukang sapu terselubung�. Aku lebih suka dan lebih menghargai cara ini, dibandingkan tukang semprot parfum tadi. Setidaknya, penyapu itu sudah membersihkan lantai dari sampah-sampah para penumpang yang dibuang begitu saja ke lantai gerbong (Indonesia masih sangat perlu belajar bagaimana menjaga kebersihan). Selain itu, ada juga pengemis yang masih menggunakan cara klasik, yaitu dengan langsung meminta uang atau dengan cara menyumbangkan suaranya (alias pengamen).


Ngomong-ngomong soal pengamen, ada satu kelompok pengamen yang rutin selalu kulihat dalam perjalanan kereta antara stasiun Wates sampai stasiun Tugu Yogya. Kelompok pengamen itu adalah kelompok pengamen Waria, dengan ciri khas ; lagu apapun (mau dangdut, keroncong, jawa, pop dll) yang selalu ditambahi kata â€?wer….ewer….ewer….â€?. Hihihi… Aku selalu tersenyum dan kadang tertawa geli melihat aksi mereka (tentu saja harus kutahan saat mereka melewati kursiku). Tanpa mengurangi rasa hormat, aku selalu gumun melihat para waria itu. Koq bisa ya???? Disertai dengan sederatan pertanyaan-pertanyaan lain yang memberondong di dalam kepalaku. Haaaah~ (menghela napas). Tapi itulah hidup!


Pelajaran kedua : Siapkan selalu uang receh tiap melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta ekonomi/bisnis. Tidak ada salahnya memberi para pengemis itu uang. insyaAllah dengan niat yang ikhlas dan tanpa disertai dengan omelan-omelan dalam hati, uang yang walaupun hanya seratus rupiah pun bisa bernilai ibadah sedekah. Dan satu lagi, menurutku, orang Indonesia itu walaupun hidupnya susah, tetap saja bisa kreatif demi menyambung hidup! He…he….


That’s all…


Foto-foto terkait perkereta-apian bisa dilihat di SINI.

Pulang ke kotamu

Tak terasa sudah lebih dari 6 bulan yang lalu, saat terakhir kali aku mengunjunginya. Kota yang kuakui (secara sepihak) sebagai daerah asalku ini, memang tiada duanya :). Bagaimanapun, ia telah membesarkanku selama 7 tahun lamanya (–> besar secara implisit dan eksplisit. wkwkwk…) Kota ini memegang rekor sebagai kota tempat tinggal terlamaku setelah Jambi.

Terlalu banyak kisah yang lahir darinya. Maka, pantaslah jikalau aku (pernah) mendambakan ia sebagai tempat dimana aku akan menghabiskan sisa hidupku, di sini, di kota ini. Pun jikalau takdir berkata lain, paling tidak, ia akan tetap menjadi kota terfavoritku. Takkan pernah bosan aku untuk mengunjunginya.
Pekan lalu,
a friend of mine, mengirimkanku sebuah tautan yang tersambung ke sebuah video clip yang sangat berkesan. Kenapa berkesan? Karena clip tersebut mengambil latar kota tercintaku ini. Sampai-sampai, membuatku semakin ingin mengunjunginya. Salut untuk pembuat video clipnya, karena mampu menghadirkan suasana kotaku itu dengan sangat apik.
Di sana, aku akan (kembali) menelusuri dan mengenang kisah hidupku.
Tawa itu, tangis itu.
My life time memories…
That is Yogyakarta, my lovely hometown…. 😀
Will come to you, on Saturday night, May 14th 2011. Tunggu aku… ^ ^!

PS : thanks to my friend for reminding me to come back (for a while) to this city
About the link which I mentioned before : click
HERE.
Selamat menyaksikan 🙂

My "Crazy" Dream

Tampaknya usahaku untuk menstabilkan diri (for today) gagal T__T. Pemikiranku kembali GeJe, sehingga khayalku kembali mengembara. Kali ini aku hendak menulis mimpi gila or lebih tepatnya weird tentang berbagai kendaraan dan semacamnya untuk takcoba naiki suatu hari nanti.


Terinspirasi dari manga berjudul D-LIVE yang bercerita tentang seorang anak SMA yang bekerja paruh waktu di sebuah agen bernama ASE. Ia memiliki multi-skill dalam mengendarai berbagai alat transportasi sehingga disebut sebagai "genius driver" :D.

Jaa, here they are the list :


1. SUKHOI
My top number one on this list adalah Сухой alias SUKHOI, si keren buatan Rusia :D. Mengapa Sukhoi? Alasannya cukup simple. Berhubung yang dimiliki negeri tercinta ini adalah Sukhoi, jadilah ia jenis pesawat tempur terkeren yang pernah kulihat langsung. Dan berhubung rumah ortuku letaknya tak terlalu jauh dari Bandara Halim Perdana Kusuma, maka pesawat ini sering bersliweran di langit dekat rumah. Bulan lalu, saat HUT Angkatan Udara, mereka melakukan atraksi akrobat udara di daerah rumahku. Keren!! Melihat dari luar aja udah luar biasa, apalagi kalau bisa menaikinya langsung. hoho~

Suatu ketika, aku pernah bertanya pada teman-temanku tentang mungkin atau tidaknya seorang warga sipil menaiki pesawat tempur. Walhasil, dari jawaban mereka, kemungkinan itu ada (walaupun sangat keciiil). But, dimana ada niat dan usaha yang kuat, disitu akan ada jalan. hahaha…



2. Kapal Induk

Tahukah teman-teman tentang kapal induk? Kapal induk merupakan kapal perang yang luar biasa besar, yang biasanya dijadikan sebagai base militer terapung. Kapal ini bisa menampung pesawat dan terkadang ada pula yang memiliki landasan pacu di dek nya. Hoho… Pertama kali tahu tentang kapal induk, saat mendengar ceramah kuliah dari dosenku di HI UGM. Setelah itu, aku pernah menontonnya di National Geographic Channel. Kayaknya kereen, bisa main ke kapal induk setelah puas berputar-putar naik Sukhoi. hehehe… (further info tentang Kapal induk, baca di SINI)


3. Kapal Selam
Setelah selesai berkeliling di kapal induk, perjalananku berlanjut ke dalam lautan dengan kapal selam :D. Setiap nonton serial dokumenter tentang lautan, aku mupeng! Dengan kapal selam, kita bisa melihat dalamnya lautan. Although it would be dark and a bit medheni, tapi kayaknya menarik banget bisa melihat kehidupan di laut pedalaman. wkwkwk

4. Helikopter
Sesampainya aku di daratan selepas perjalanan di dalam lautan, sebuah helikopter sudah menantiku untuk menuju sirkuit balap
mobil
. wkwkkw…. Why helicopter? Pengen nyobain sensasi naik helikopter yang lepas landas secara vertikal 🙂

5. Mobil Balap F1
Sesampainya di sirkuit, tim F1 sudah menyiapkan sebuah mobil balap berwarna merah spesial untukku. Knapa Mobil balap? Pengen nyobain ngendarain mobil dengan kecepatan super tinggi tanpa perlu takut ditilang ama pak polisi 😀


6. Harley Davidson
Nothing special reason. Just wanna know bedanya naek motor bebek dengan motor gedhe 😀

7. Tank
Penasaran dengan dalemnya tank kayak apa.


8. Buldoser
Hahaha…

9. Mobil Pemadam Kebakaran
Pengen nyobain tangga pemadam kebakaran yang bisa naik ampe tinggi itu.

10. Motor Polisi
Pengen nyobain mengendarai motor polisi yang biasanya dipake buat ngawal mobil orang-orang penting 🙂

11. Beragam alat berat
Pengen mengoperasikan excavator, dozer, dkk. Macemnya alat berat bisa dilihat di tautan INI

12. Tower Crane
Hampir setiap hari, saat aku melewati rimba gedung pencakar langit di ibukota tercinta ini, kulihat crane yang rajin bekerja selama 24 jam non stop demi membangun gedung-gedung pencakar langit lainnya. Pengen ngerasain sensasi berada di ketinggian from inside the crane :p


Wanna fly into the sky :D!


Tampaknya, sementara cukup sekian dulu. Daftar-daftar selanjutnya akan kutambahkan kemudian (saat dah inget lagi :D)

Tambahan (ditulis 7 Mei 2011) :

14. Bajaj
Kemarin saat berangkat ke kantor, kulihat ada bajaj yang berjalan beriringan dengan laju sepeda motorku. Maka, saat itu pula tercetus, I want to drive that one :D! hahaha…

Terakhir kali naek bajaj kayaknya pas SD, which is berpuluh tahun yang lalu :p. Sensasi shaking dan suaranya yang khas, cukup membuatku tertarik untuk mencobanya (ckckck…. betapa weird nya aku :D)

PR (Award) dari Kiki :D

Mumpung kerjaan lagi sela (wkwkwk) dan diri ini sedang GeJe, tak ngeposting blog aja :). Dan pas teringat bahwa aku punya "hutang PR" dari nduk KIKI yang disampaikan beberapa bulan yang lalu. hoho… (maap baru sekarang dikerjain ^^") –> 2 hari setelah memposting ini, aku baru sadar kalau ini bukanlah sekedar PR belaka, melainkan sebuah kesempatan berbagi penghargaan :D. Sorry for mis-interpretation ya ^^"


Her name is
Rizki Nur Fauzia
, yang akrab disapa KIKI
. She is
one of my beloved sahabat sekaligus teman seperjalanan yang tiada duanya. Dara asli Blitar ini (dengan berani-beraninya) ngasih PR ke aku (hahaha….
kidding nduk ^^) melalui tulisannya yang berjudul
Bagi-bagi "My 1st Award".
But, thank you so much dear, for giving me this precious award ^^
Pertama kali kenal Kiki pas daku masih menjadi mahasiswa di HI UGM. Momen tepatnya sih agak-agak lupa, tapi pastinya Kiki mengenalku, seniornya yang memang lucu dan beken (
jiyahahaha… narsise metu! GeJe!). Semasa aku masih tinggal di Jogja, interaksi kami berdua memang ndak terlalu intens, sehingga jujur aja selama aku di sana
I only knew her name, (sedikit ingat-lupa)
her face,
and mendengar
her achievements yang luar biasa.
Karena alasan terpentok aktifitas mahasiswa tahun akhir yang sibuk dengan skripsi dan semakin jarang ke kampus, maka aku tak tahu banyak tentang Kiki secara personal.
Namun, rencana NYA sungguh indah. DIA memberikan kami kesempatan untuk melakukan perjalanan bersama pada awal tahun 2010 yang lalu. Ndak disangka-sangka, jauh-jauh aku menuntut ilmu ke Depok (UI), eh ujung-ujungnya ngumpul bareng lagi ama adek-adek dari UGM. Dan perjalanan dari kegiatan yang kami ikuti itu bukan di Jogja atau Jakarta, tapi di negeri Gajah Putih sana. Singkat cerita, dari event AsTW 2010 lah, aku dan Kiki menjadi teman dalam bermain dan belajar, pendengar curhatan GeJe-ku, dan juga pengingat dikala-ku galau-galau gak jelas selama AsTW (hahaha..
ssst… ^^).
Foto diunduh dan dicrop dari blognya Kiki 🙂
Kiki yang kukenal adalah seorang yang sangat
smart,
wise,
humble dan sangat menyayangi keluarganya. Walaupun Kiki lebih muda dariku, namun untuk kedewasaan serta semangatnya untuk menuntut ilmu dan mencari hikmah, sungguh luar biasa. SALUT nduk ^ ^! Dari blog Kiki (visit :
http://dotkikifauzia.blogspot.com/), kita bisa belajar berbagai hal dari kisah-kisah yang ditulisnya. Perjalanannya di berbagai belahan dunia, justru menjadikan pribadinya semakin se-humble padi dan se-tangguh batu karang. Selain itu, kita bisa sekaligus belajar bagaimana menulis dalam bahasa inggris yang baik dan benar (nggo sik iki, bener-bener bravo tenan nduk. Gak boleh kalah dalam mengasah
writing skill nih :D)
Nah, setelah bercerita tentang Kiki, kini tibalah waktunya membahas PR yang diberikannya untukku.
Here they are :
1) Thank and link to the person who awarded me this award,
2) Share 8 things about myself,
3) Pay it forward to 8 bloggers that I have recently dicovered.

Yang nomor 1 sudah. Skarang giliran ngerjain yang nomor 2.
Untuk menghemat waktu dan tempat, ada beberapa nomor yang kutautkan dengan tulisan-tulisanku di postingan lain. hehehe.. (mohon maaf ^^").
Berikut ini delapan hal tentangku :
1) Sebelum aku lahir, my parents sempat berharap bahwa anak kedua mereka akan berjenis kelamin laki-laki. Tapi, bagaimanapun, karena kehendak NYA, kromosom XX lah yang menang! Dan terlahirlah aku di dunia ^ ^! Alhamdulillah… Walo begitu, terkadang my parents suka mengait-ngaitkan keinginan mereka yang tak sampai itu dengan polahku yang cenderung kelaki-lakian. hahaha… (tomboi abis!)
2) Aku adalah anak seribu pulau. Jika ditanya tentang asalku darimana, aku akan selalu menjawab dari INDONESIA. hahaha… Lebihnya, bisa mbaca tulisanku :
I’m Truly Indonesian. Sejak kecil, aku sering pindah-pindah tempat tinggal ; TK – SD di Jambi (baca :
My Life Chapter Jambi), SMP di Wonosobo (baca :
My Life Chapter Wonosobo), SMA di Jogjakarta dan skarang tinggal di Jakarta (coret).
3) Saat SMA, aku pernah menjadi atlet TAE KWON DO dan mendapat medali perunggu dari sebuah kejuaraan junior tingkat kabupaten Sleman. hoho~ Lebih lanjut, baca :
TAE KWON DO
4) Saat SD, aku pernah mengajak ayam peliharaanku tidur di kamarku. wkwkwk… Her name was Shinta :D! Masa SD ku banyak kuhabiskan dengan bermain bersama hewan-hewan peliharaanku ; ayam, kucing, angsa, kambing, ikan, kodok dan owa sumatra :p
5) Ketika masih kecil, aku dikenal sebagai anak yang lasaknya minta ampun. Suka mengotori pakaian (apalagi yang berwarna putih), memecahkan barang (tak terhitung piring, gelas, ember, dan termos yang kurusak ^^"), memanjat pohon (terutama pohon jambu air di depan rumah :D), dan suka membela anak perempuan dari ulah nakal anak laki-laki. wkwkwk….
6) Saat TK, aku sering memenangkan berbagai kejuaraan / perlombaan nyanyi dan tari anak-anak (hahaha.. yang ini bener-bener gak nyangka). Bakat seni dari ibuku, banyak ditularkan ke aku. Dan itu sangat kuterapkan saat TK dulu. Klo sekarang mah, tentu saja hampir tak bersisa. wkwkwk…
7)
Recently, aku suka sekali dengan dunia potret memotret. Skarang aku mulai melangkah ke tingkatan kamera yang lebih tinggi, dimana sebelumnya aku masih memakai kamera pocket, skarang pengen beralih ke SLR. Maka dari itu, aku masih berupaya keras menabung sedikit demi sedikit hasil keringatku untuk memiliki my dearest Canon EOS 550 D. InsyaAllah, 05 Juni 2011 aku akan menjemputnya :D. Mohon doanya!
8) Berhubung ini dah nomor terakhir, terpaksa daku bersiasat dengan menautkan tulisanku yang berjudul "
Diriku dalam 10 Nomor". Jadinya, akan ada 10 hal tambahan cerita mengenaiku. wkwkwk….
Nah, untuk tugas yang nomor 3, berikut ini estafet "Award" kuserahkan kepada 8 adik, kakak, teman dan sahabatku. Masing-masing dari mereka memiliki "kelebihan" dan keunikan tersendiri yang tak dapat kuungkapkan dengan kata-kata. Hoho… Selamat mengerjakan PR :D!
Here they are :

1)
Riska, yang sedang berada di Virginia. Nduk, nduk, ben ndak lupa bahasa Indonesia, PR ini dikerjain ya. hahaha…
2)
Tiwik, hisashiburi :D! Ayo kita maen + crita-crita lagi ampe larut malam. wkwkwk…
3)
Sarah. Wanna know more about you, dear ;D (aih~)
4)
Mbak Endah. Dear mbakyu, lama skali tak berkabar-kabar ria 😀
5)
Ega. Ayo MITI-ers, rajin-rajin kita nge-blog :D!
6)
Yoga. Wahai partnerku di Biro 3 yang baik, iki takberikan award + PR. Cq baik kan? wkwkwk… (eh, konsep proposalnya ojo lali digarap lho!)
7)
Fadli. Hohoho~ Apakabarnya wahai mahasiswa? Bagaimana ujiannya? Ini taktambahin PR :D! Teruskan perjuangan penghuni Blok A komplek rumah kita di HI UGM. hehehe…
8) Ditujukan untuk diriku sendiri aja deh :p
Sekian dari saya. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih (mendadak formal).
Jaa, skarang saatnya pulang kantor~
Lalalala~

GeJe

Saat ini, aku ingin sekali berlari ke pantai, belok ke hutan, dilanjutkan ke gunung. Kemudian, aku rehat di puncaknya. Menghirup wanginya secangkir teh melati sambil menikmati pemandangan alam nan apik dari ketinggian. (Eh, berhubung jarak dari pantai ke gunung itu jauh dan nanjak, aku jalan aja ah. Gak kuat kalo lari terus ampe gunung. wkwkkwkwk)


Tiga hari ini aku sedang bertransformasi menjadi seorang yang pendiam, ato lebih tepatnya perenung.

Dalam siklus emosiku, ada saat-saat dimana aku ingin menikmati diriku dalam diam. Sendiri…

Kadang aku sengaja membiarkan diriku berada dalam posisi emosi yang seperti ini. Mellow en GeJe, istilah bekennya. Karena dengan begini, aku jadi bisa banyak berkomunikasi dengan diriku, mencari sesuatu yang terlewat. Maka, jikalau dalam posisi mellow akut tersebut, aku cenderung menarik diri dari dunia media sosial (sorry friends, I turned off my YM and deactivated my FB).

Kadang aku bertanya pada diriku sendiri. Apa yang menjadi penyebab diriku ber-mellow ria? Setelah kupikir-pikir, biasanya aku seperti ini jika aku sedang berusaha keras memikirkan esensi dan makna dibalik peristiwa yang sedang kualami.

Nah, biasanya di dalam posisi sedang GeJe gini, aku melakukan perjalanan seorang diri. Solo traveling.
Buat beberapa orang, kelakuanku ini cukup terdengar ndak lazim mengarah ke gila, karena tampaknya di masyarakat kita agak kurang umum jika melihat seseorang (terutama wanita) bepergian seorang diri. "Kayak orang hilang", mungkin itu yang ada di pikiran mereka.


Buatku, asalkan my ortu(especially my mother) memberiku izin untuk melakukan perjalanan, that’s more than enough. Terserah mau dibilang aneh atau orang hilang, aku cuek aja. Aku sedang ingin sendiri, menikmati pemikiranku sambil membaca ayat-ayat NYA yang ada di alam dan sekelilingku. Melacak jejak, mencari rezeki yang tercecer di jalan. That’s what we called "hikmah".

Lokasi favorit untuk merenung dan berpikir adalah di dalam kendaraan sepanjang perjalananku menuju ke suatu tempat. Alone.


Dulu, aku sering sekali bepergian naik kereta api. Walhasil, kereta menjadi tempat yang paling asyik buat menikmati kesendirianku. Perjalanan terpanjang dan tergila yang pernah kulakukan dalam ber-solo traveling dengan kereta adalah ketika menyusuri 3000 km rel yang ada di daratan China sana (tentunya menyusurinya sambil naek kereta lho, gak mungkin gw jalan kaki. wkwkwk)

Pernah pula kulintasi darat, laut dan gunung seorang diri. Bukannya kenapa-kenapa, solo traveling memberikanku kesempatan untuk banyak berdiskusi tentang berbagai hal dengan diriku sendiri selama perjalanan itu. That’s when I was in Japan, melakukan backpacking terselubung (nyambi riset tesis :p) mulai dari Tokyo yang ada di tengah Honshu sampai ke Beppu sebelah tenggara Kyushu. Lagi-lagi, alone.

Berhubung saat ini I can’t go anywhere (inget amanah kerjaan di kantor euy!), maka aku harus realistis. Cukuplah aku membayangkan: pergi melanglang buana dan membuat rencana-rencana gila tanpa harus meninggalkan kursi dan mejaku ini. hahaha…

Pancen I am GeJe!

Next plan :
Aku berencana ber-backpacking ke bagian timur pulau Jawa. Menikmati perenunganku selama perjalanan dengan kereta dari Jakarta ke Surabaya, melihat eksotisme sunrise di Bromo, berlarian di lautan pasir, meresapi sejuknya alam dan lezatnya apel di Malang, dan mampir sejenak ke rumah seorang sahabat di Blitar (Kiki! Aku maen ya :D). Oya, taklupa mampir juga ke Jogja saat perjalanan pulangnya.

InsyaAllah, dikala itu aku tidak lagi sendiri. Karena aku akan ditemani "dia" yang akan menjadi bagian dari hidupku per tanggal 05 Juni 2011. Fufufufu….

(Tunggu aku, 550 D ^ ^ !!!)

Note :
Terima kasih sudah mau membaca tulisan GeJe yang gak nyambung atas-bawahnya ini. Mohon dimaklumi 🙂

Re-post: I’m Truly Indonesian

Dua hari ini, aku lagi senang melihat-lihat tulisan dan postinganku jaman dahulu. Lucu aja, melihat pikiran apa yang aku curahkan di dalam MP saat itu. Kadang malah suka lupa sendiri kalau pernah nulis tema tersebut. hahaha…. (efek samping dari begadang –> rada’ error). Jaa, selamat membaca bagi yang mau membaca :D!


Jakarta, 17 Juli 2008


Jangan sekali-kali menanyakan pertanyaan ini padaku, â€?Asalnya dari mana??â€? Pasti pertama kali akan kujawab dengan helaan nafas yang panjang. (hahaha… padahal pertanyaan ini adalah pertanyaan yang lazim dan umum ditanyakan orang-orang saat pertama kali berkenalan :D)


WHY???


Kalaupun ada yang tanya itu, biasanya kujawab, â€?Dari Indonesia!â€?. He…he… Terdengar agak menjengkelkan ya? Kujawab seperti itu bukannya bermaksud sombong or sok Nasionalisme (tapi aku cukup nasionalis koq ^^), melainkan lebih pada alasan ke-simple-an dan kepraktisan menjawab.


Jujur ajah, agak males njelasin asal usul dan keaslian ku, baik itu keaslian secara wilayah, darah, maupun tampang ^^�! Teman-teman se-SMP, se-SMA, maupun se-Jurusanku pasti cukup paham dengan maksudku ini.


Keaslian secara wilayah buatku cukup ambigu, karena �asli� nya itu dilihat dari mananya? Tempat lahir? Tempat tumbuh? Or tempat tinggal sekarang?


Jika dilihat dari tempat lahir, aku berasal dari Pangkalan Berandan, Sumatra Utara. Dilihat dari tempat tumbuhnya, ada banyak! Selain di Brandan, ada Jambi (semasa TK en SD), Wonosobo (semasa SMP), Jogja (semasa SMA en Kuliah S1), juga Pondok Gede yang sering kuaku sebagai Jakarta :D! Padahal Pondok Gede termasuk ke dalam wilayah administrasi Kota Bekasi, Jawa Barat ^^! Nah, yang Pondok Gede ini merupakan wilayah tempat tinggalku sekarang.


Kadang ada yang nyletuk, �Sebutin aja asli secara tempat tinggal! Ribet banget!�. Wah, kalau njawab gini, malah bisa bikin tambah bingung. Karena, aku belum terlalu lama di Jakarta. Dan agak kurang nyaman kalo "mengaku-aku" sebagai anak Jakarte (pinggiran). Tapi, �asal Jakarta� sempat kupakai sebagai senjata andalan ketika KKN dulu. He..he..Tujuannya agar dimaklumi jika aku ndak bisa berbahasa jawa Kromo ^^"


Lanjut!!!!

Sekarang berdasarkan darah, eh maksudnya secara genetika. Aku adalah anak PEJABAT!! Ho..ho.. Sombong kan?? PEJABAT maksudnya Peranakan Jawa BATak. Kalau Ibu, dari Sumatra Utara. Tapi, sakjane yo ibuku juga bukan asli Batak, so ndak punya marga. Walo begitu, sejak lahir sampai dewasa ibuku tumbuh di lingkungan kultur Melayu dan Batak.


Ditelusuri dari silsilah keluarga ibu, Kakek Nenekku adalah orang perantauan. Kakek dari Purworejo dan Nenek dari Bandung (Sunda euy!). Sedangkan Bapakku, bliau berasal dari Wonosobo, Jawa Tengah. Secara silsilah keluarga, bapak turun temurun memang asli Jawa. Alhasil, keaslian secara darah juga membingungkan.


Yang terakhir, secara �Tampang�!

Fisik-li, wajahku sangat oriental, dalam artian lebih tampak seperti warga keturunan Tionghoa. Terlebih mataku memang sipit. Keunikan tampangku ini (hue… narsise metu! ), sering kupergunakan untuk mengusili teman baru ^^. Kalau ada yang nanya, aslinya dari mana, akan kubalas dengan pertanyaan, â€?Coba tebak, aku dari mana??â€? Jawabannya sangat bervariasi. Untuk sesama orang Indonesia, ada yang bilang dari Palembang, Bandung, Kalimantan, etc.


Ada sebuah peristiwa yang cukup membuatku sering senyum-senyum sendiri. Suatu ketika di kampusku, ada seorang bapak yang duduk di depanku, mengajakku ngobrol. Pada intinya, beliau mengira aku adalah orang dari China, ASLI!! (Mungkin, dikira mahasiswa pertukaran yang sudah cukup fasih berbahasa Indonesia kali ya) Langsung kujawab, �Bukan pak, saya orang Indonesia Asli!�, sambil nyengir-nyengir ^=^. Klo untuk teman asing, kebanyakan ngiranya dari China, trus ada juga yang ngira dari Malaysia, Jepang, Korea bahkan Turki!! (maybe klo Turki karena dilihat dari fisik yang bongsor yak ^^� ??)


Kesemua hal itu memang membuatku bingung. Tapi, kalau ditanya dari suku mana, aku akan njawab dengan mantab, �JAWA�. Coz baik secara genetik maupun kultur tumbuh dan tinggalnya, lebih banyak di Jawa. Lebih-lebih namaku adalah �RETNO�, which is a common name for Javanese girl. Futsuu namae ! Tapi, jangan sekali-kali ngajak ngomong pake bahasa Jawa Kromo ya. Bisa roaming internasional (sekedar informasi, Bahasa Jawa adalah bahasa äsing" pertama yang aku pelajari :D).


Hm… Bisa dikatakan, secara wilayah, darah dan tampang aku adalah â€?orang nomadenâ€? dan juga â€?anak seribu pulauâ€?. Karena aku memang tinggal dan tumbuh di daerah-daerah yang berbeda sepanjang wilayah Negara Kesatuan Republik

Indonesia yang tercinta ini

. Hehe… Harap Maklum!


Jadi tak mengapa, kalau ada yang bertanya Äsalnya dari mana?", aku akan menjawab pertanyaan tadi dengan mantab, �Dari INDONESIA, ASELI ^^!�

My Life Plan: Me in 2021

Menulis ulang dari postinganku di MP, berikut adalah tulisan seputar life plan-ku untuk 10 tahun ke depan 🙂

Di penghujung bulan Februari 2011, me and my friends di tempat kerja dikumpulkan dalam sebuah forum. Biasanya, dalam forum yang mengumpulkan semua ODP-ers, terdapat sebuah bahasan “serius” di dalamnya. Waktu itu, kukira Pak Bos kami akan membahas seputar evaluasi kinerja kami selama 2 bulan terakhir. Namun, tak disangka, beliau justru memberikan sebuah “tugas” yang lebih kurang isinya seperti ini ; “Gambarkan diri Anda pada 10 tahun yang akan datang”

Hm… Sejenak aku termenung. Dan beberapa detik kemudian aku teringat, bahwasanya seharusnya aku sudah menuliskan jawaban dari pertanyaan ini di hari ke-365 tahun 2010 sebagai bahan resolusi dan materi rencana hidupku. Ckckck…. pelupa tenan kiy. hehehe… :p (pembelaanku : “maklum, sok sibuk dengan kegiatan dan pekerjaan. wkwkwk….”)

Sakjane, aku sudah merencanakan apa-apa saja yang aku rencanakan untuk hidupku di masa depan, tapi sayangnya ia hanya mendekam di pikiranku. Namun, Alhamdulillah, dengan adanya pertanyaan itu aku diingatkan kembali untuk menuliskan my life plan dan my vision di 10 tahun yang akan datang, which is tahun 2021. Pada tahun 2021, insyaAllah per tanggal 14 Januari aku akan genap berumur 34 tahun. Dan pada umur tersebut, ada beberapa hal yang aku inginkan dan rencanakan. Jaa, let me write about “Me in 2021”.

1) My Career and Academic Life

InsyaAllah, saat itu aku sudah menggondol gelar Ph.D dari sebuah universitas di luar negeri dalam bidang Asian Studies. Mungkin belum terlalu jelas, akan di mana aku akan menuntut ilmu di jenjang S3 ini. Karena ada variabel lain yang akan mempengaruhi pengambilan keputusanku tersebut. Salah satunya adalah where would be my husband cont’ his study.

It’s been my dream, to get my doctoral degree together with my husband ;D. But, aku mengincar graduate school yang ada di negara-negara Asia Timur seperti Jepang (Waseda University), RRC (Beijing University or Fudan University or Renmin University), Korea Selatan (Seoul National University or Hankuk University of Foreign Studies) atau di United Kingdom (East Asian Studies atau Contemporary Islamic Studies di UCL). Tapi, kembali pada variabel, siapa yang menjadi my husband, dan ke mana ia akan melangkah (aku akan ikut bersamamu. gyahaha… :”D)

Nah untuk karir, profesi yang ingin kutempuh adalah di dunia pendidikan. I still hold my dream to be a lecturer. Pun jikalau aku tak menjadi seorang dosen, aku tetap akan bekerja di suatu tempat yang masih erat kaitannya dengan dunia pendidikan. It could be NGO/LSM, PNS suatu institusi, guru, peneliti, dll. Kemudian, sempat terpikir juga untuk jadi tour guide ^^”, atau bekerja di international office kampus :).

Aku akan produktif dalam menulis karya ilmiah dan mengikuti forum-forum ilmiah sesuai major-ku, baik di negeri sendiri maupun di negeri lain (skalian jalan-jalan. hahaha… travel terselubung ^____^). Dan dalam menjalani karir dan menuntut ilmu ini, bukan karena mengejar “gelar” atau alasan yang bagaimana, tapi lebih pada passion dalam menuntut ilmu, untuk semakin mendekatkan diri pada NYA.

2) My Social Life

Walau sibuk dengan aktifitas dan karir profesionalku, aku ingin tetap eksis di masyarakat, minimal masyarakat yang ada di sekitarku. Antara lain; aku ingin membuat sebuah perpustakaan mini yang bisa diakses oleh anak-anak yang tinggal di sekitar rumah tempat tinggalku dan keluargaku. Karena aku sangat suka sekali (membeli) buku dan kecintaanku pada dunia pendidikan, maka aku memilih perpustakaan sebagai sarana edukasi dan sosial masyarakat sekitar.

Selain itu, aku ingin berbagi dan ikut menjadi seorang “pendidik masyarakat” melalui komunitas ibu-ibu RT/RW/Kelurahan. hahaha…. Bisa itu sebagai narasumber ataupun pengurusnya. Walo skarang ini aku belum jadi ibu-ibu, tapi aku sudah cukup terbiasa mengikuti kegiatan ibu-ibu yang ada di sekitar rumah ortuku saat ini. wkwkwk….

En then, aku ingin rajin mengisi forum-forum remaja – anak muda – mahasiswa di berbagai kampus or sekolah, terkait sharing pengalaman dan mendorong motivasi untuk menuntut ilmu. Kenapa anak muda?? Biar berasa dan tetap selalu merasa MUDA. wkwkw….. Pengalaman-pengalaman yang kualami selama ini, menjadikanku “ketagihan” untuk selalu bisa berbagi info + pengalaman + motivasi kepada mereka, generasi muda penerus bangsa. Ada perasaan bahagia tersendiri, jikalau aku bisa “membina” dan masuk ke dalam proses pembentukan pola pemikiran mereka. hoho~

3) My Business and Entrepreneurship

Pada dasarnya, aku bukanlah seorang yang cocok untuk bergerak di dunia kewirausahaan, karena terlalu “baik hati” dan nggak tegaan kalau jualan. hahaha… Tapi, aku mencoba untuk mengubah mind-set ku, bahwa dunia bisnis pun bisa dijadikan ladang amalan. Maka, bisnis yang akan kujalani takkan jauh-jauh dari dunia pendidikan dan ilmu. Aku ingin punya toko buku yang mengadopsi konsep BookOff atau Toga Mas (toko buku diskon). hehe…  Aku ingin menjalani bisnis ini bersama-sama dengan my husband. So, I hope that he also has a same interest with me, sama-sama pecinta buku dan dunia pendidikan (waaa… jadi malu :”> )

4) My Family Life

Wah, ini dia bagian yang paling membuatku suka senyum-senyum sendiri dan malu-malu kucing. InsyaAllah, di umur 34 tahun itu aku sudah menikah, dan menjalani sisa waktuku dengan my lovely husband :”>. Dia adalah seorang yang memiliki passion dengan pekerjaannya which means profesi yang ia tekuni sesuai dengan minat dan semangatnya. Pada tahun 2021 tersebut, kami sudah kembali dari LN (dalam rangka menjalani studi tingkat lanjut bersama ^__^). Alhamdulillah, kami sudah dikaruniai 3 orang putri/putra (aamiin :”>). Yang paling besar berumur 7 tahun, yang tengah berumur 4 tahun, dan yang bungsu masih 2 tahun.

Me and laki-laki berkacamata itu, walaupun memiliki beberapa karakter dasar yang cukup berbeda, namun memiliki kesukaan yang sama, yaitu minat pada dunia pendidikan dan mahasiswa, buku, ilmu dan hikmah, fotografi, dan travel (jalan-jalan ^ ^). Bersama-sama dengan my husband, kami saling berbagi tugas serta bahu-membahu dalam menjalankan aktifitas kerumahtanggaan + luar rumah serta saling mendukung apa yang menjadi passion dan mimpi-mimpi kami. His dream and life plan are also mine, vice versa 😀

Putra-putriku, sungguh enerjik dan suka bertanya (ngikut emaknya kali ya :D?). Sejak mereka masih kecil, kami mendidik mereka secara intensif dengan pola asuh islami dan saintifik-think :). Kami mencoba untuk membiasakan mereka aktif menyampaikan pendapat, agar pola pikir dan kemampuan komunikasi mereka berkembang namun tetap sesuai dengan umur mereka. Dan untuk kemampuan bahasa, kami mencoba untuk membiasakan suasana rumah dengan multi-lingual; Indonesia, Jawa dan Inggris ^^.

Rumah kami terbilang “sederhana”, terletak di salah satu sudut kota Yogyakarta yang nyaman sangat! Dengan konsep eco-green house, natural dan a la Jepang, suasana itu semakin membuat atmosfir rumah semakin menentramkan. Halaman rumah tak terlalu besar, tapi ia berwarna-warni dengan dominan warna hijau tanaman. Beberapa hewan peliharaan kami, khususnya kucing :D, ikut meramaikan suasana rumah.

Walaupun me adalah seorang “aktifis”, tapi aku (personally) tetap menjadi seorang ibu dan istri yang amanah dalam menjalankan kewajibannya. Istilah kerennya, SMART Housewife. Dalam waktu khusus, aku akan selalu menyajikan  hasil karyaku yang teristimewa (hasil percobaan meracik bahan-bahan makanan yang belum tertuliskan resepnya. hahaha…). Then, untuk menjaga kesehatan kami sekeluarga, selain diimbangi dengan makanan yang sehat dan bergizi, juga harus disertai dengan olahraga bersama secara rutin. Olahraga favorit kami sekeluarga adalah jalan-jalan pagi bersama di suatu tempat yang rimbun dengan pepohonan.

Sementara ini, udah dulu ah~ (Sakjane alasan buat kabur. Malu :”>). wkwkwkw…..

Semoga tercapai (aamiin, mengharap dengan serius :”)

Nasihat dari Sahabat

Beberapa pekan terakhir ini, hatiku diliputi kegalauan yang berpotensi ke arah ‘membahayakan’. Namun, Alhamdulillah, setelah mendapatkan nasihat-nasihat dalam nan bermakna dari para sahabatku tercinta, akhirnya aku bisa "
back to earth" dan
nggak lebay lagi (wkwkwk…)



Berikut di bawah ini salah satu cuplikan scene dalam ceritanya…..
Suatu hari, aku berbagi kisah pada salah satu sahabatku tentang apa yang kurasakan saat itu. Dan aku meminta pendapat beliau tentang hal tersebut. Jawaban beliau, mengingatkanku untuk "pulang kembali ke bumi" setelah beberapa waktu "terbang" ke langit.
Berikut ini isi nasihatnya :
Menurut saya, mungkin lebih bijak jika kita tetap membuka hati untuk menerima siapa yang akan Allah pilihkan untuk kita. Sehingga siapapun dia, ketika kita berlapang untuk menerima ketetapan Allah, walau kita sudah ada harapan untuk lainnya, kita tetap mampu menerimanya dan menjalani ketetapan Allah itu dengan baik tanpa kecewa. Karena itu pasti hal terbaik untuk kita…..

Semoga isi postingan ini bisa menjadi pengingat bagi kita bersama agar selalu ingat untuk kembali ke bumi serta nggak lebay dengan perasaan "yang sangat menguras emosi" itu. hahaha….. (waaah, jadi ketahuan deh :p)

Semoga kita bisa selalu saling menguatkan serta menasihati dalam kesabaran, kebenaran dan kebaikan. Aamiiin
Thank you so much friends,
Uhibbukum fillah…. ^___________^
Jazakumullah khairan katsir
Berikut ini, aku tautkan sebuah laman
WEBSITE seputar SAHABAT. Isinya mantabs banget ^^!
PS : Biarlah ia indah pada waktunya, ketika semuanya sudah halal….

New Experience: Archery

Beberapa pekan terakhir, ada banyak hal baru yang masuk ke dalam hidupku. Salah satunya, sudah kupostkan di shared Link. Nah, di postingan ini, aku akan cerita tentang hal baru lainnya ^__^.

Jujur aja, sebelumnya ndak pernah ngebayangin kalo daku akan mencoba olahraga yang satu ini. Dan olahraga itu bernama MEMANAH a.k.a ARCHERY :D!



Semuanya bermula dari ajakan Teh Heggy Kearens, my partner kerja, pada Rabu sore 02 Februari 2011. Berhubung ada fasilitas pemeliharaan kesehatan dari kantor, maka kami bisa memilih kegiatan olahraga yang kami inginkan.

Ada beberapa opsi olahraga, salah satunya adalah memanah. Nah, karena aku adalah seorang yang suka mencoba hal-hal baru (suka penasaran sih :D), maka saat teh Heggy mengatakan mau ikutan memanah, maka aku langsung merespon, "MAU IKUUUUT :D!!!"

Pada hari Kamis, 3 Februari 2011, yang bertepatan dengan hari libur imlek, aku dan teh Heggy janjian untuk ikutan free trial memanah di Lapangan Memanah Senayan (pintu 7). We’re so excited !! Hajimete da!!

Dengan berbekal rasa penasaran, akhirnya kami mencoba langsung memanah, dan ini tentunya dengan arahan sang pelatih yang bernama Mas Danang. Mas Danang sudah cukup lama bergulat di dunia perpanahan, bahkan bliau sudah beberapa kali mengikuti pertandingan memanah standar nasional dan internasional. Mantaaab!!

Trial memanah dimulai dengan pengenalan dasar seputar alat-alat memanah. Mas Danang menjelaskan, pada prinsipnya, peralatan memanah terdiri dari; busur, string, anak panah, pelindung jari, dan peralatan penunjang lainnya (sakjane lali jenenge. wkwkwk…). Busur panah ternyata ada beragam jenisnya. Yang aku lihat kemarin ada yang terbuat dari kayu, ada juga yang dari logam (lagi-lagi, lali istilahnya apa ^^").



Kemudian, penjelasan dilanjutkan dengan deskripsi tentang anak panah; bahan yang digunakan untuk membuat anak panah (bambu, kayu, karbon, dll), ukuran panjang anak panah, bagian-bagian anak panah, termasuk bahasan tentang mengapa di ujung anak panah terdapat bulu unggas?? Ternyata jawabannya terkait dengan prinsip fisika mengenai pengaruh gaya tekanan string busur pada anak panah, serta pengaruh aliran udara pada pergerakan anak panah. Nah, agar anak panah bisa bergerak dengan sebagaimana mestinya, maka digunakanlah bulu unggas sebagai penyeimbang. Intine, prinsipnya hampir sama dengan baling-baling kapal (berhubung nilai fisikaku jelek, silahkan pahami dan pelajari sendiri tentang konsep ini ya. xixixi… parrah tenan ^^").



Setelah penjelasan tersebut, masih ada banyak pertanyaan lain yang aku dan teh heggy ajukan ke mas danang. Termasuk tentang etika dalam memanah, sejarah panahan, jenis-jenis memanah, style panahan, perkembangan olahraga memanah di Indonesia (Indonesia ternyata pernah mendapatkan medali perak pada cabang ini di Olimpiade 1988 lho!), hingga seputar bagaimana dukungan pemerintah pada olahraga yang di kalangan awam memiliki image sebagai olahraga "mahal". Diskusi dan tanya jawab ini berlangsung sekitar 30 menitan. Pokoke, aku mendapatkan banyak informasi seputar olahraga "permainan" ini! Sungguh menarik ^____^

Sekedar inpo, peralatan memanah tidak diperjualbelikan secara luas di Indonesia, karena masih terbatasnya peminat olahraga ini di negeri kita. Ndak sampai sekitar 1000 orang. Walhasil, jika mau membelinya, harus memesan ke Malaysia atau Singapura. Harganya sekitar 3 juta (satu set lengkap). Menurut mas Danang, sakjane peralatan panah ndak semahal itu, namun berhubung harus melewati proses yang panjang (ongkos kirim dari LN, pajak/bea cukai, dll), walhasil harga peralatan memanah jatuhnya ‘agak’ mahal.

Tapi jangan khawatir, kita tetep bisa belajar memanah tanpa harus memiliki sendiri peralatannya. Alhamdulillah, aku dan teh heggy dipinjamkan satu set peralatan memanah lengkap secara gratis :D! (Btw, peralatan memanah memang dipinjamkan secara gratis bagi orang yang belajar memanah. No need to have it at first!). Asyiiik….



Setelah puas berdiskusi, maka dimulailah praktik memegang busur dan memanah secara langsung. Mas Danang memulai dengan mengajarkan cara memegang busur panah, cara memasang anak panah, cara menarik busur yang efektif (hemat tenaga), hingga cara melepas busurnya. Pokoke kereeen deeeh! hehehe….

Untuk pelepasan (release) anak panahku yang pertama, memang gak tepat mengenai bulatan sasaran (aim). Tapi, aku tetap sangat senang karena bisa merasakan langsung sensasi memanah :D! Setelah dicoba berulang kali, akhirnya aku bisa mendapatkan "feel" saat release dan membidik target. Yaah, paling nggak, ndak jelek-jelek amat lah. hahaha… insyaAllah, per bulan Maret 2011 aku akan mengikuti pelatihan olahraga ini secara rutin (horray…. ^___^)! Jadi ndak sabar untuk menanti bulan depan ;D!!

Eniwei, dari tautan yang aku dapatkan di internet, disebutkan bahwa manfaat memanah adalah melatih emosi dan fisik dalam meletakkan target pada sasaran. Memanah sangat menitikberatkan pada keseimbangan tubuh. Maka, jika pemanah emosinya tertekan, maka hal ini akan berpengaruh pada anak panah. Secara tidak langsung, olahraga ini melatih manuasia untuk tenang dan menstabilkan emosi. Individu yang tidak tenang, terburu-buru, pemarah, atau kurang sabar tidak akan menjadi pemanah yang baik. Oleh karenanya, memanah merupakan suatu olahraga yang melatih seseorang secara holistik, dari segi fisik dan mental (diambil dari tautan INI dengan beberapa penyesuaian bahasa).



Semoga dengan menerapkan sunnah Rasul untuk belajar memanah (menembak) ini, aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik secara fisik dan mental. Aamiin….

Informasi lebih lanjut seputar memanah bisa dibaca di : http://en.wikipedia.org/wiki/Archery

* PS : untuk belajar berkuda (mengendarai kendaraan) dan berenang sudah kujalani. hehe… tinggal memanah aja yang belum :D.

Semangat belajar memanah ^____^!!

24 Years Old

Hari ini, resmi sudah masa aktif SIM C ku berakhir, which is means harus mbuat SIM C yang baru. ha..ha.. (ra nyambung karo maksud dan tujuan asli penulisan ^^”)

Alhamdulillah…Hari ini aku mendapati diriku dengan status angka tahun yang berbeda, menjadi 24.

Aku bersyukur kepada Dzat Yang Maha Tinggi, karena dengan Rahmat dan Kasih Sayang Nya, melalui Ibu dan Bapakku, aku bisa hadir ke dunia ini dan bisa mencicipi berbagai macam rasa kehidupan.

Akupun bertanya pada diriku….

Apakah 24 tahun x 365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik hidup ku ini sudah berkah dan bermanfaat? Ataukah lebih banyak kesia-siaannya? Sudahkah aku mensyukuri segala nikmat-Nya? Ataukah aku kufur nikmat? Astaghfirullah…

(Which is it, of the favors of your Lord, that ye deny? QS Ar Rahman; 13)

Aku tak tahu… Apakah diriku termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung atau merugi dalam memanfaatkan waktuku.

Namun, harapanku di jatah hidup yang semakin berkurang ini, aku ingin menjadi orang yang lebih baik dalam segala hal (tentu saja dan bukan termasuk golongan yang merugi). Aamiin…

(And my special wish, semoga di tahun ini aku diperkenankan oleh NYA untuk bertemu dengan seorang partner hidup dalam mengejar kebaikan dunia akhirat, the one yang menjadi penggenap separuh dien-ku. AAMIIN ==> ngucepinnya keras !!)

PS :

– Terima kasihku untuk ibunda dan ayahanda, atas kecupan sayang dan doa-doanya pada dini hari ini . Semoga ananda bisa menjadi anak sholehah dan selalu berbakti…

– Dan juga terima kasih kuucapkan untuk para sahabat dan teman-teman yang sudah menyampaikan ucapan selamat dan doa untukku (baik melalui FB dan SMS). Semoga begitu pula dengan kalian, sahabatku. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian berkali lipat. Aamiin !

– Tambahan : Special thanks yang sebesar-besarnya untuk Teh Ami (my partner) dan Pak Eko (my boss) di Divisi Operasi Indonesia Mengajar, yang sudah menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” (setelah sekian lama gak ada yang nyanyiin untukku). Ayo tanggung jawab sudah bikin chiku nangis terharu ^_________^!!!! he..he.. Jazakumullah khairan katsir…..

Lelaki dalam Mimpi

Sajak di bawah ini merupakan tulisan dari sahabatku, Suci Lestari Yuana a.k.a Gek Nana (sudah izin sama yang punya karya untuk di re-post di my blog ^^). Maturnuwun sanget bu, atas tag-nya di notes fb. Jazakillah khoir. Semoga kita dipertemukan dengan the right one, in the right place and at the right time (kalau kata my mom, seseorang yang paling diridhoi oleh NYA). aamiin…

Lelaki dalam Mimpi


by : Gek Nana

Semalam aku bermimpi bertemu dengan seorang lelaki misterius

Sambil tersenyum dan mengulurkan tangan dia berbicara;

Cantik,

menikahlah denganku

aku memilihmu bukan karena sukumu, hartamu, keturunanmu

bukan karena identitas-identitas yang semu manapun

aku memilihmu karena aku yakin

kebaikanmu akan mengobati keburukanku

kelebihanmu akan menutupi kekuranganku

Cantik,

terimalah aku jadi pasangan hidupmu

bukan harta yang melimpah yang aku tawarkan ditengah keterbatasan dunia

bukan ilmu yang tinggi karena akupun masih harus terus belajar

terimalah aku karena kau yakin

kebaikanku akan mengobati keburukanmu

kelebihanku akan menutupi kekuranganmu

Cantik,

bersamaku kau tak kan pernah menunggu

karena kita akan terus berlari

mengejar mimpi dan ridho Ilahi

Cantik,

bersamaku kau tak kan pernah menangis sedih

karena airmatamu terlalu berharga untuk dunia

bersamaku kita akan mengeja sabar dalam duka

membingkai syukur dalam kebahagiaan

Cantik,

mungkin tubuhku tak sekekar ksatria

kebimbanganpun kadang masih menghantui hatiku

tapi satu hal yang akan selalu aku lakukan

berjuang untuk memuliakanmu

karena aku ingin menjadi sebaik-baik lelaki di mataNYA

Cantik,

menikahlah denganku

dan kita akan sama-sama mengeja

cinta dan ketaatan….

*Aku terbangun dari tidurku dan berucap lirih: “Lelakiku, tunggu aku di pintu gerbang keikhlasan, ya� 🙂

***

Everyone has their own love story, and I wanna have one (dan itu haruslah HALAL di mata dunia juga akhirat :D)

Me and My bike

* Ditulis dalam rangka menyambut perayaan 10 tahun (kurang 1 bulan) atas kepemilikanku atas SIM C (btw, SIM C adalah SIM buat naik motor. * Info bagi yang belum mengetahui). he..he…

Hari Kamis yang lalu, setelah sekian lama, akhirnya aku bisa “berduaan” seharian bersama si hitam manis Supra X 125 ku (ha..ha.. jangan mengira yang iya-iya :p). Sudah lama sekali kami tidak melakukan perjalanan jauh seharian bersama. Semenjak diriku sudah tak menyandang predikat “mahasiswa” lagi, walhasil pengembaraan dan waktuku bersamanya semakin sedikit mengingat semakin jarangnya mobilitasku. Pun saat ini, pasca resminya diriku ber-SIM-kan A, aku jadi semakin jarang bersamanya. GeJe ^^” (mellow ria~)

Ngomong-ngomong, my dear bike yang pertama bukanlah si X 125 ini, melainkan si Shogun hitam dengan larik-larik ijo-oren :). Skarang ini si Shogun sudah berpindah tangan. (huwe….) Tapi tak mengapa, tenang saja gun (panggilan untuk si Shogun), aku akan selalu mengenang jasa-jasamu.

Lanjut lagi ceritanya…. Berlandaskan pada agenda yang kuputuskan secara spontan pada hari Rabu, 8 Desember 2010 di siang hari (saksi sejarahnya adalah si boss. blame you, ha..ha.. :-p), maka aku memutuskan untuk berduaan dengan si hitam manis pada keesokan harinya (Kamis, 9 Desember 2010). Lokasi yang kami tuju adalah kampus IPB di Dramaga, Bogor. Kalau dihitung-hitung, jarak yang kami tempuh dari rumah sampai Dramaga, sekitar plus minus 60 km (yang berarti PP jadi 120 km) dan memakan waktu 1,5 jam untuk perjalanan Pondok Gede – Dramaga (hitungan ini tidak termasuk waktu untuk acara tersesat, dll. he..he..)

Diriku dibilang “nekat” oleh mereka yang tahu kelakuanku ini. Mungkin, mereka-mereka merasa khawatir dengan kesehatan dan keselamatanku, mengingat pada saat itu langit diliputi awan mendung (rawan hujan), rawan bahaya, rawan macet dan rawan-rawan lainnya (trima kasih sudah mengkhawatirkanku, dears ^^). Tapi, demi memenuhi rasa penasaran dan jiwa petualanganku (untuk nyobain jalan/rute baru), dengan mengucap bismillah, diriku memantapkan niat untuk tetap berangkat menuju IPB dengan bermotor ria. ahahay~

Sekilas beralih pada topik yang lain. Hm…. entah mengapa, aku merasa semenjak diriku pindah tempat tinggal ke ibukota ini, banyak orang-orang yang merasa “kagum” sekaligus “ngeri” melihat kebiasaanku naik motor. Padahal selama aku di Jogja, sudah menjadi hal yang lumrah apabila seorang wanita menaiki motor, secara kondisi jalannya memang tidak terlalu parrah. Sedangkan di Jakarta, memang, kondisinya sangat berbeda dengan Jogjakarta, dimana Jakarta merupakan lautan angkot dan bis kota *yang kau tahu bagaimana*. he..he.. Terlebih apabila ditambah dengan kondisi jalan banjir, macet total, asap tebal, dll. Muantebs tenan dah!

“THAT’S CRAZY !!!”, begitu respon para pendengar setelah mereka mendengar jawabanku apabila ditanya, “biasanya naik apa kalau bepergian di Jakarta?”. he..he..

Ya..ya.. I know that. Memang, it sounds crazy. Karena para pengemudi kendaraan yang ada di Jakarta (entah itu sesama pengemudi motor, atau mobil, angkot, bis kota, bajaj, dll), memiliki kecenderungan “ganas” (* istilah ganas dipakai untuk menunjukkan tingkat keparahan dalam cara mengemudi di Jakarta).

Tampaknya, bagi mereka-mereka, lampu abang-ijo itu (sebenarnya) tidak memiliki warna, zebra cross hanyalah sebagai penghias jalanan agar warnanya tidak melulu hitam, rambu-rambu lalu lintas dianggap sebagai pelengkap penderita zebra cross (hanya untuk meramaikan jalanan), pak polisi yang berpatroli dianggap invisible man, trotoar adalah track khusus di kala darurat, dan mungkin, pejalan kaki dan penyepeda dianggap “tidak berhak” melintas di jalanan. ck..ck.. Bagaimana kah ini, ibukotaku?

Kata bapakku, para pengendara motor di Jakarta itu nyaingin kucing, karena seperti memiliki 9 nyawa. Mereka ndak takut kalau-kalau jatuh, kesenggol bis, kepala terantuk, atau hal-hal buruk ekstrim lainnya jikalau berkendara seperti itu (eh, berarti termasuk aye ndak ya?? wah..wah.. gaswat!! Smoga ndak =>kagak nyadar mode ON).

Tapi, setiap kali aku bepergian dengan motor, insyaAllah, akan slalu kumulakan dengan mengucap bismillah dan doa safar. Juga senantiasa berkonsentrasi dan fokus saat berkendara (eh, tapi kadang-kadang suka nyetir tanpa kesadaran 100%. bahaya nih!!!). Juga senantiasa TETAP mematuhi rambu-rambu lalu lintas, walaupun itu berarti aku menjadi MUSUH BERSAMA alias minoritas di tengah lautan pengendara Jakarta ini. ho~ho~

Nah, sekarang kembali ke topik utama. SIM C pertamaku dibuat saat aku masih muda belia (hah??), yaitu ketika aku masih kelas 1 SMA. Padahal, kalau mau tahu, pas itu aku kan sebenarnya belum genap 17 tahun. ahahah… (ketahuan => rahasia umum yang tidak baik). Namun, karena kebutuhan yang mendesak, mau tak mau aku jadi punya SIM C. Untungnya, karena didukung dengan fisikku yang cukup bongsor, kakiku bisa “sampai” ke tanah alias iso nyagak kalau naik motor walo aku masih imut-imut (hiyyah~)

Selama hidupku di Jogja selama 7 tahun (SMA ampe kelar kuliah S1), dengan beragam rupa kegiatan yang kuikuti, diriku dan my bike menjadi tertempa untuk melakukan perjalanan dengan berbagai sikon. Hampir setiap sudut Yogyakarta sudah kami lalui, mulai dari ujung utara dekat Gunung Merapi, sampai ujung selatan pelosok pedesaan di Gunung Kidul. Rekor perjalanan terjauh dan terlamaku dengan motor tanpa henti adalah 3 jam, yaitu ketika aku baru pulang dari kegiatan sukarelawan di pelosok selatan Gunung Kidul, hendak menuju Kota Magelang – Jawa Tengah (approx. 150 km) untuk njagong manten. Mantab… mantab….

Selain itu, berbagai jenis track jalanan juga pernah kami lewati. Mulai dari jalan mulus alus, sampai sejelek-jeleknya jalan dengan kombinasi batu-lumpur ala off-road. Kemudian, pernah juga kami melewati kontur jalanan khas pegunungan yang naik terjal (always pake gigi 1), juga turun gunung dengan sembari matiin mesin. ha..ha.. Unforgettable moment on biking in Jogja!

Jika ditanya, apa tantangan dalam bermotor ria di Jakarta (bagi wanita, khususnya), jawabanku adalah dalam hal kelincahan, kelihaian, kecermatan dan tentu saja kesabaran dalam berkendara. Berbeda dengan Jogja yang lebih dipengaruhi pada faktor jenis jalan, kalau di Jakarta, kita-kita para pengendara motor harus selalu cermat dan hati-hati dalam berkendara. Terlebih, seperti yang sudah kukatakan di atas, di Jakarta, hukum dan UU lalu lintas tidak diterapkan dan dipatuhi dengan baik.

Jadi teringat, saat aku baru pindah dari Jogja ke Jakarta, aku sempet shock dengan pola Jakarta karena aku sudah terbiasa berkendara dengan tertib selama di Jogja (oh~ Love you so much, Jogja!). Walhasil, di awal-awal aku tinggal di Jakarta, hampir di setiap lampu merah aku selalu “disemprot” (maksudnya diklakson) oleh orang-orang “cerewet” yang tidak tahu warna lampu. Mereka dengan “sangat ramahnya” menyuruhku untuk TERUS SAJA, walo lampunya masih merah. ck…ck… Wis ah, sing sabar wae…. ketimbang marah-marah gak jelas, mending segera diakhiri saja tulisan ini…

Sebagai penutup tulisan GJ en gak nyambung atas-bawahnya (^^”), aku berikan beberapa tips bagi para pengendara motor, khususnya yang ada di Jakarta :

1) Selalu gunakan “helm standar” yang sesuai SNI. Besarnya penghargaan kita kepada kepala dan nyawa kita bisa dilihat dengan jenis dan harga helm apa yang dipakai :D. Ciri-ciri dan karakteristik helm standar / SNI bisa dilihat dengan googling.

2) Gunakan sarung tangan. Bisa yang full jari ato setengah jari. Ini ditujukan supaya tangan gak mudah licin karena keringat, juga bisa melindungi warna kulit kita dari teriknya mentari (maksude, ben gak belang hitam :p)

3) Gunakan masker atau kain slayer untuk penutup hidung-mulut. Berhubung kondisi udara Jakarta yang sangat tidak ramah lingkungan, penggunaan masker amat disarankan!

4) Biasakan menggunakan jaket atau penutup dada/rompi motor untuk menjaga agar paru-paru dan badan kita tidak mudah sakit. Memang efektif lho, karena pengendara motor rentan masuk angin. Aku prefer memakai jaket daripada rompi motor. he..he.. tapi kadang-kadang, aku juga memakai rompi untuk kasus-kasus ekstrim. Misal; untuk perjalanan super jauh

5) Gunakan juga alas kaki yang nyaman, supaya tidak mengganggu kenyamanan perjalanan. Gak kebayang deh, kalau naek motor pake high heels 10 cm. he..he…

Sementara ini, cukup begitu saja ya… Kapan-kapan aku tuliskan tips dan hal-hal lain terkait dunia motor-memotor. Smoga inget dan kelaksana, nulisnya ^^

Don’t worry, girls!

Kemarin siang aku mendapat SMS dari seorang kawan… Isinya mengingatkanku kembali tentang diskusi dengan seorang teman seputar JODOH :p!

Berikut isinya :
Girls are like apples on trees. The best one are at the top of the tree. The boys don’t want to reach for the good ones because they are afraid of falling and getting hurt. Instead, they just get the rotten apples from the ground that aren’t as good, but easy.

So, the apples at the top think, something is wrong with themselves, although in reality, they are amazing. They just have to wait the right boys to come along. The boys who brave enough to climb all the way to the top of the trees to reach them…. (borrowed from Megan)

Don’t worry girls, takkan lari gunung dikejar :D! DIA sudah menyiapkan untuk kita, the right one, in the right time at the right place….