Let’s Learn Chinese!

Salah satu hal menarik buatku selama studi di Taiwan adalah belajar sambil mempraktikkan bahasa Mandarin. Sebagai informasi, selain travel freak, aku juga adalah seorang language freak :D. Kesukaan pada Asia Timur harus didukung dengan penguasaan bahasanya. Selain itu, agak sayang rasanya, kalau kesempatan belajar bahasa di native country dilewatkan.

By the way, bahasa ada ribuan jumlahnya di dunia ini. Tapi, mengapa aku memilih untuk mempelajari bahasa Mandarin dari sekian ribu bahasa itu? Alasannya karena bahasa Mandarin (Zhongwen) itu dipakai oleh lebih dari 1,3 milyar penduduk RRC. Selain itu, diaspora overseas Chinese (warga keturunan China) ada di hampir seluruh Negara di dunia. Negara mana sih yang nggak ada China town-nya? Bisa dibayangkan, betapa bahagianya apabila kita bisa berkomunikasi dengan 1,3 milyar penduduk dunia. haha…

Image

Selama mempelajari bahasa Mandarin, kusadari bahwa bahasa ini memang layak mendapat gelar sebagai salah satu bahasa tersulit di dunia. Lidahku sering keseleo karena berbagai shengdiao (nada-nada) yang meliuk-liuk. Kering rasanya bibir ini mengulang-ulang kata yang sama, agar dapat terucap dengan nada yang benar. Belum lagi ketika mempelajari karakter kanjinya. Tapi, justru di situ keunikan dari bahasa Mandarin. Kanji merupakan karakter piktograf tertua di dunia yang masih aktif dipakai. Berbeda halnya dengan karakter Baji – Sumeria dan Hierogliph – Mesir yang sudah lama punah.

Image

Mempelajari bahasa asing di native country-nya memang sangat efektif dan bermanfaat, karena bisa langsung kita praktikkan di dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya di Taiwan sini, di beberapa kampus diberikan kursus Mandarin secara gratis bagi mahasiswa asing. Kalau di kampusku, ada sebuah kelompok sukarelawan yang terdiri dari para istri dosen yang sudah pensiun untuk membantu pembelajaran bahasa mandarin dan kebudayan China secara gratis untuk para mahasiswa asing. Namanya adalah Campus Caring Group. Beberapa waktu lalu, aku pernah mengikuti workshop membuat kerajinan tradisional China, dan juga mengikuti trip gratis ke Yilan bersama mereka :D.

Mandarin di China dan Taiwan

Oya, sekedar informasi, ada beberapa perbedaan dalam bahasa Mandarin yang digunakan di China daratan dengan di Taiwan. Antara lain; ejaan/ pengucapan bahasa Mandarin di China daratan menggunakan sistem pinyin, sedangkan di Taiwan dengan Bopomofo dan sistem Wade-Giles. Sebagai contoh untuk membedakannya: 北京, jika ditulis dengan pinyin dibaca: Běijīng, sedangkan dengan Wade-Giles dibaca: Peking.

Berhubung ketika di UI dulu aku belajar dengan pinyin, maka ketika di Taiwan sini sempat mengalami kesulitan dalam “meromanisasikan” karakter kanji. Selain itu, kanji yang dipakai di China daratan adalah yang sudah disederhanakan (simplified), sedangkan di Taiwan menggunakan kanji tradisional (asli, dan lebih rumit). Contohnya: untuk kanji Negara “China”, karakter simplified: 中国, sedangkan untuk tradisional: 中國.

Image
Contoh lain: Traditional – Simplified Character

Namun, walaupun begitu, menurut pendapatku ketika kita berada di Taiwan, ada baiknya mempelajari bahasa Mandarin, walau itu hanya tingkat dasar. Selain berguna untuk keseharian kita, juga bisa menambah kemampuan bahasa kita. For your information, sebagai salah satu “goal” dalam belajar bahasa Mandarin, ada baiknya juga untuk mengambil TOCFL (Test of Chinese as Foreign Language). Ini semacam TOEFL untuk bahasa Mandarin, dan diakui secara internasional.

Tesnya diadakan di Taiwan dan beberapa Negara lain sebanyak 2 kali dalam setahun. Ada 5 level, dengan pembagian tingkat dasar/ A (level 1,2), tingkat menengah/ B (level 3 dan 4), dan tingkat mahir/ C (level 5). Adapun untuk tesnya, terbagi menjadi 4 sections terpisah; reading, listening, writing dan speaking. Kita bisa memilih ingin menguti section yang mana. insyaAllah, sebelum meninggalkan Taiwan per Agustus 2014 nanti, minimal sertifikat TOCFL level 3 sudah di tangan :)! Mari 😀

[Share] British Accent

keep-trying-your-british-accent

Wahai kawan, tentu setuju kan, kalau bahasa Inggris adalah bahasa yang mendunia (internasional)? Oleh karenanya, tentu ada banyak gaya bicara (aksen or logat) penutur tersebut yang khas, sesuai dengan karakteristik masing-masing negara/daerah. Ada bahasa inggris dengan logat Jawa (hehe..), logat Malaysia/Singapura (Sing-lish) –> this’s my style, gaya India (ditambah dengan goyang-goyang kepalanya ^^), Japanese-English, Chinese-English, dan yang umum didengar adalah American English dan British English.

Nah, inti dari tema tulisan kali ini akan kuceritakan sebagai berikut. Hari Rabu yang lalu, diadakan seminar internasional di kampusku. Dalam acara ini aku menjadi petugas notulensi yang harus mencatat poin-poin penting dari hal-hal yang disampaikan oleh sang pembicara. Berhubung seminarnya adalah internasional, otomatis bahasa pengantarnya adalah bahasa inggris.

Hm…bukan bermaksud sombong, tapi kemampuan listening bahasa inggrisku cukup baik, DENGAN CATATAN, pronounciation harus jelas, ndak kaya’ orang kumur-kumur (hehe…). Nah, dari situ timbul permasalahan. Salah satu pembicaranya berasal dari England.

Tentu dah nangkep to apa yang hendak kutulis di sini?? YUP! Betul sekali. Tentu teman-teman tahu bahwasanya masyarakat dari negara highlander itu memiliki cara pengucapan / aksen yang berbeda dibandingkan dengan penutur bahasa inggris di negara lain, yang menurutku seperti orang kumur-kumur, alias kurang jelas. But, tetep aja, kesan aksen British bagiku; COOL, keren, dan anggun, tapi angel ling nangkep maksude. huehue… :((. Untuk menggambarkannya, bisa didengar dari percakapan film-film beraktor/aktriskan pemain dari Inggris asli, seperti Harry Potter.

Mungkin, salah satu alasan mengapa aku kesulitan adalah karena tidak terbiasa mendengar percakapan dengan aksen british, terlebih sejak dahulu kala, memang aku lebih banyak belajar bahasa inggris dengan akses Amerika. Jadi, ya gitu deh ^^” ! Sorekara, yukkuri hanashite kudasai ne

Akibatnya, hingga hari ini aku didera “demam” british accent! Kucari-cari referensi dan berbagai saran untuk memahami bahasa inggris logat british. huaaaaaah…..And, finally (alhamdulillah), I got this one “good” article as my reference. Hope that I can applied this tips to myself ^o^ ;

How To Speak in British Accent

 

Trying to speak in a British accent is not really easy. Along with the accent are mannerisms that go along with the British themselves. There are hundreds of different accents within Britain, so categorizing it as a ‘British’ accent is rather incorrect; wherever you go you will find an unbelievable variety of different pronunciations. The following directions describe ‘Queen’s English’, rarely ever used in modern day Britain, but the foreigners stereotypical view of how the British talk.

STEPS

  • Understand that all British accents (barring those from the West Country, Liverpool and parts of Scotland) lack a rhotic r; i.e. don’t roll your “r”s and that not all British Accents are the same; a Scottish accent varies greatly from an English accent, but are both British.
  • Know that some British accents may be that the ‘T’s are not pronounced and that the u in stupid and duty is pronounced with the y sound, not oo as in an American accent; thus it is pronounced stewpid, not stoopid, etc. The standard English accent, the a (for example in father) is pronounced aah, not like a like apple.
  • Pronounce that T as T, and not an American D. (Duty is pronounced Dyuty or condensed slightly to Jooty; not doody).
  • Pronounce the suffix -ing with the g, so it sounds like -ing rather than -een. But sometimes it is shortened to in as in lookin.
  • Applying the two steps above, the words human being are pronounced h-yuman being rather than yooman been.
  • Sometimes ‘T’s aren’t pronounced at all, especially in words with two ‘T’s grouped together (this is known as the glottal stop, and is common in American English pronunciation).
  • Sometimes the ‘H’ is not pronounced, in some accents.
  • Realise that some words require the ee sound to be pronounced as ee, such as in the word been. In an American accent, this is often pronounced bin. In an English Accent, this may be pronounced been, a homophone of bean; or just as “bin”, depending on where you go.
  • Stop using all of your American slang and replace it with British slang. Understand British Terms.

TIPS

  • As with any accent, listening to and imitating a native speaker is the most important and fastest way to learn. Remember that when you were young you learned a language by listening and then repeating the words while imitating the accent.
  • Take a trip to Great Britain and really listen to how they speak.
  • As a child, your ability for the ear to process different frequencies of sound is greater, enabling you to distinguish and reproduce the sounds of the languages that surround you. To effectively learn a new accent, you must expand the ability of your ear by listening over and over to examples of the accent.
  • If you’re visiting England, Oxfordshire and Cambridgeshire are brilliant places to pick up this kind of accent.
  • Try to get a British phone-buddy!
  • It is easier to learn accents by listening to people. A formal british accent can be heard on BBC news. You need to pronounce everything clearly and articulate every word properly, making sure there are spaces between your words.
  • As you expand the ability of the ear, speaking becomes an automatism. When the ear can ‘hear’ a sound, the mouth has a better chance of producing it.
  • There are a wide range of British accents. For every day use or for business, try learning a “received pronunciation” (RP) accent such as that commonly used by BBC newscasters.
  • Think about your audience. If you wish to genuinely fool people into thinking you’re British, you want to think about regions, and work much harder than if you want to get a general picture across for a school play.
  • Try imagining a plum in your mouth. While pronouncing your vowels, try to keep your tongue as low in the mouth as possible while keeping the roof high. Talk as normal as possible (not foolishly). The placement of the tongue, combined with the extra resonance, should make a good start to “faking” an British accent.
  • As well as accent, watch out for slang words, such as ‘lads’ or ‘blokes’ for boys/men, ‘birds’ or ‘lasses'(in the north of England and in Scotland) for women. ‘Loo’ for the toilet, but ‘bathroom’ for a room you clean yourself in.
  • Also, don’t talk nasally, thus don’t use your adenoids to speak.
  • Remember: The accents of Julie Andrews or Emma Watson (Hermione from ‘Harry Potter’) are quite different from those of Jamie Oliver and Simon Cowell (Sussex) or Gordon Ramsay (Scottish).
  • Many places have different mannerisms and word usages. Look up a British dictionary online for more British terms.
  • Another way to practice an English, Welsh, Scottish or Irish accent would be to watch and follow a specific news spokesman on any British news channel and repeat their speech (half an hour a day would probably take 2 weeks to become an expert).
  • You may have heard an old cockney accent (London). This accent is a very rare occurrence in the 21st century but if you were try to imitate one, notice that they almost sing words and they almost replace vowels and remove letters, e.g. the a in “change”, would be an “i” sound. Films based on books by Dickens as well as ones such as “My Fair Lady” may have examples of this accent. If there is a word that has a consonant and then a vowel, the consonant will be dropped; from He’s to E’s and How to Ow. Y often sounds like an i: why turns to whi.
  • Cockney Accents: Cockney was commonly spoken in the 1900s by maids. You were cokney if you were born within earshot of the bells of St Mary-le-Bow in London. Cockney accents came from the ‘east end’ of London.
  • With some very strong regional accents, there is a tendency to replace ‘th’ with a ‘ff’ – “through” may sound like “froo”.
  • Try repeating people who have British accents.

WARNING

Don’t narrow your mouth too much when you say words like ‘shark’ or ‘chance’. The resulting sound may make you sound like a South African. Don’t think that you’ll get it right quickly either, it is likely that any true British person will know that you’re faking it straight away, but it might pass for a real accent to non-‘Brits’.

JLPT

Btw, when u read this post’s tittle, please don’t headache dulu. It wasn’t Mandarin language at all atawa bahasa-bahasa aneh lainnya koq. He..he…Perhatikan dan rasakan maksud dari tittle di atas ^o^! Nah, apakah sudah nangkep apa judulnya?

Sakjane, kuwi tulisan pronounciation dari JLPT alias Japanese Language Proficiency Test atawa lebih dikenal sebagai Noryoku Shiken. Pernah dengar kah sebelumnya???

Untuk menguji kecakapan bahasa seseorang terhadap suatu bahasa asing, tentunya diperlukan sebuah standarisasi ujian kecakapan bahasa yang berlaku internasional agar lebih "valid" dan diakui kemampuannya. Maka, tak heran apabila setiap negara/bahasa besar memiliki tes macam itu. Contohnya, untuk bahasa inggris ada TOEFL, IELTS or TOEIC, bahasa Mandarin ada HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi), bahasa Korea ada KLPT, dan tentu saja bahasa Jepang ada JLPT / Noryoku Shiken. (Kalo bahasa Indonesia ada gak to?????)

Seperti yang dah disebutin, JLPT itu merupakan "TOEFL"nya bahasa Jepang yang diadakan serentak di seluruh dunia tiap setahun sekali (biasanya awal bulan Desember tiap tahun). Dan bagi yang lulus ujiannya, sertifikatnya bisa berlaku scara internasional lho ^o^! Biaya untuk mengikuti tes ini tidak semahal TOEFL atau tes kecakapan bahasa lainnya. Hanya berkisar Rp 60.000 – Rp 100.000 (tergantung level). Walaupun murah, untuk mengikuti tes ini diperlukan penantian yang panjang~ ~ ~!! Jadinya, jikalau tahun ini gagal, berarti anda harus menanti setahun lagi…..>_<!

Khusus di Indonesia, pelaksanaan tesnya dilakukan di beberapa kota. Untuk tes tahun lalu (2008), aku mengikuti JLPTnya di UNSADA, Jakarta Timur. Sedangkan 3 tahun lalu (2005), tesnya kujalani di FIB UGM. hoe~ hoe~

Hm…..Alasanku untuk ikut tes ini adalah selain untuk "pelegalan" dari kemampuan bahasa Jepang, sekaligus untuk mengukur seberapa seriuskah kita belajar bahasa Jepang. That’s why, aku ingin dari setiap bahasa asing yang kupelajari memiliki sertifikasi, sehingga belajar bahasa asing itu ndak sekedar buat "hobi" aja ^o^/! "Kudu diseriusin!", said my mom.

Oya, JLPT tu terdiri dari 4 level. Level terbawah (basic) adalah level 4 dan level tertinggi adalah level 1 (bagi mereka yang lulus ikkyu,hontou ni sugoi n ja….~~!)

Berikut ini keterangan secara lengkap mengenai isi dari JLPT :

Level

Contents

Criteria

Sections

Hours

Points

1

Writing-Vocabulary
Listening
Reading-Grammar


Total

45min.
45min.
90min.


180min.

100points
100points
200points


400points

The examinee has mastered grammar to a high level, knows around 2,000 kanji and 10,000 words, and has an integrated command of the language sufficient for life in Japanese society. This level is normally reached after studying Japanese for around 900 hours.

2

Writing-Vocabulary
Listening
Reading-Grammar


Total

35min.
40min.
70min.


145min.

100points
100points
200points


400points

The examinee has mastered grammar to a relatively high level, knows around 1,000 kanji and 6,000 words, and has the ability to converse, read, and write about matters of a general nature. This level is normally reached after studying Japanese for around 600 hours and after completion of an intermediate course.

3

Writing-Vocabulary
Listening
Reading-Grammar


Total

35min.
35min.
70min.


140min.

100points
100points
200points


400points

The examinee has mastered grammar to a limited level, knows around 300 kanji and 1,500 words, has the ability to take part in everyday conversation and read and write simple sentences. This level is normally reached after studying Japanese for around 300 hours and after completion of an elementary course.

4

Writing-Vocabulary
Listening
Reading-Grammar


Total

25min.
25min.
50min.


100min.

100points
100points
200points


400points

The examinee has mastered the basic elements of grammar, knows around 100 kanji and 800 words, has the ability to engage in simple conversation and read and write short, simple sentences. This level is normally reached after studying Japanese for around 150 hours and after completion of the first half of an elementary course

Untuk JLPT tahun lalu, aku ikut yang level 3. Bisa dikatakan ini adalah tindakan nekat!!! Karena, jujur saja bahasa Jepangku masih sangat pas-pasan. Dengan hanya berbekal ingatan les Nihon go sewaktu SMA ditambah kuliah matrikulasi bahasa Jepang di kampus, aku beranikan diri untuk mendaftarkan diri di level ini. hu…hu….

Dan hari yang dinanti-nantikan pun tiba!

Kemarin Selasa, akhirnya aku mendapatkan kepastian hasil JLPT tahun lalu dari temanku yang mengajar di UNSADA (he..he..Riri-sensei, doumo arigatou ne!) Oya, hasil JLPT biasanya baru ada sekitar bulan Februari – Maret tahun selanjutnya. Dan……………..hasilnya adalah……………………………………

LULUS!!!!! \ ^_________^ !!! // Subhannallah, Alhamdulillah, Allahuakbar!

Kagak nyangka bisa lulus, karena seperti yang dah takbilang tadi, aye bener-bener nekat! Hal ini terbukti dengan betapa pas-pasannya nilaiku dari batas kelulusan JLPT level 3 (nilai 240 / 400), sedangkan nilaiku sendiri hanya tujuh lebihnya dari 240. hu~ hu~ hu~ >___<! Walopun begitu, yang penting aye lulus Level 3! hua..ha…ha….(hush! kagak boleh sombong! harus bersyukur!!!! Alhamdulillah…yokatta ne!)

So, pada intinya, dari tulisan ini saya hendak mengajak teman-teman yang belajar bahasa asing (apapun bahasanya) untuk menseriusi bahasa tersebut dengan mengikuti test kecakapan internasionalnya. Kagak ada ruginya koq, justru malah memberi nilai tambah bagi skill kita pabila hendak mendaftar pekerjaan/beasiswa. Betul tidak??? Sorekara, jangan patah semangat ya, teman-teman! Terus berusaha untuk meraih yang terbaik.

Suatu usaha akan lebih nyata keberhasilannya jikalau diraih dengan persiapan dan strategi yang matang, sehingga tidak membuang-buang waktu dan tenaga ^o^! Kewajiban kita adalah berusaha dan berdoa. Tapi tetep ingat bahwa rezeki ada di tangan NYA. We’ve to try the best, and let ALLAH do the rest….Yakinlah bahwa keputusanNYA adalah Yang Terbaik!

GANBARE !!! JIA YOU!! SEMANGAT !! FIGHTING !!! ^________^

The International Relations

Cambodia, Canada, China, Colombia, Denmark, Egypt, France, Germany, Greece, India, Iraq, Jamaica, Japan, Kazakhstan, Lao PDR, Macedonia, Malaysia, Mexico, Morocco, Myanmar, Nepal, Pakistan, Palestine, Russia, Saudi Arabia, Singapore, South Korea, Spain, Sudan, Taiwan, The Philippines, Thailand, Turkey, UK, Ukraine, USA, Vietnam.

Having friends from those countries, make me see many different perspectives, and a lot of new experiences. They opened my heart & eyesâ¦.Dear, my international friends ^____^!

Bertemu dengan banyak orang baru, ternyata memang memberikan banyak sekali pengalaman-pengalaman dan pengetahuan yang tak disangka-sangka. Tak bermaksud menyampingkan teman-teman yang ada di negeri sendiri, aku hendak menuliskan secara khusus tentang mereka, teman-temanku dari sebrang sana.

Pertama kali memiliki teman dari negara lain ketika aku masih kelas 5 SD. Saat tu, aku gemar sekali berkorespondensi, surat menyurat via Pos, termasuk dengan teman dari sebrang sekalipun. Sampai-sampai, bapak tukang pos hampir setiap hari bertandang ke rumahku untuk mengantarkan untaian kata dari berbagai daerah itu (thanks Mr.Postman ^___^!).

Nah, teman asing pertamaku ini berasal dari negeri jiran, Malaysia, tepatnya di Langkawi. Aku selalu berkomentar, â?wah…nggak ngerti! Baca suratnya berkali-kalipun masih saja tak pahamâ?, tiap mendapatkan surat darinya. Tapi, aku selalu terkagum-kagum pada setiap ceritanya, walau hanya setengahnya yang dapat kupahami (cakap malay memang membingungkan ^___^). Tentang keluarganya, kehidupan sehari-harinya, sampai kondisi lingkungannya. Mungkin dari pengalaman itulah muncul ketertarikanku pada sebuah hubungan internasional, hubungan silaturahmi yang borderless, dan yang membuka mataku bahwa â?Ada orang lain di luar sanaâ?.

Tak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa aku bisa bertemu dengan orang-orang dari negara-negara lain, termasuk dari negara langka (maksudnya, negara yang namanya saja belum pernah kudengar sebelumnya). Sering terceletuk, â?o…ternyata ada to negara ini??â? haha..

Alhamdulillah, bersyukur sekali aku diberi kesempatan untuk bersapa dengan mereka. Walau hanya sekejap, tapi mereka memberikan banyak arti dalam hidupku. Aku jadi tahu bahwa banyak sekali peristiwa terjadi di dunia ini ; apakah itu konflik, perang, kesejahteraan, perdamaian dan sebagainya. Termasuk ketika bertemu dengan saudara-saudaraku dari Palestina, Bosnia, Irak, Sudan dan Albania. Kuketahui bagaimana kehidupan traumatis mereka, yang penuh dengan teror setiap saat. Dan sebaliknya, juga ketika ku bertemu dengan berbagai sahabat dari negara maju, dengan segala kemewahan dan gaya hidup hedonis mereka. Sebuah paradoks kehidupan.

Hm…then, beragam karakter, sifat dan pemikiran mereka seringkali membuatku tercekat. Sesaat stagnan, dan berpikir berulang kali. Pun ketika aku harus menjelaskan tentang hal â?baruâ? (menurut mereka), tentang agama dan keyakinanku, ISLAM. Di satu sisi aku merasa sangat-sangat tak berilmu, karena ternyata masih banyak hal yang belum kuketahui dan sulit kujelaskan dengan bahasa paling sederhana agar mudah mereka cerna. Sehingga, di sisi lain, justru itu lah yang menjadi tantangan buatku untuk menggali lagi lebih dalam, ilmu NYA yang tak terbatas itu.

Dari mereka pulalah kutemukan arti pentingnya sebuah bahasa. Bahasa yang menjadi alat agar dapat berkomunikasi dengan lancar bersama mereka. Baru kutahu bahwa bahasa Inggrisku masihlah sangat terbatas, sehingga sering membuat kami mis-communication, dan terkadang gak nyambung. Hehe…(walah, angel tenan to yo??? IELTS and TOEFL. melu BIPA wae kaliâ!)

Kurasakan juga betapa bahagianya ketika aku dapat berbicara dengan bahasa yang sama dengan mereka, walau itu cuma sepatah dua patah kata. At least aku tahu bagaimana mengucapkan dua kata wajib dalam mempelajari bahasa apapun ; terima kasih dan I love you! (haha…. ^^â?).

Yang terpenting dari kesemuanya itu adalah tak ada batasan dalam menjalin sebuah ukhuwah. Dan dari ukhuwah itulah akan ada banyak sekali pengalaman dan pengetahuan baru.

Dear, saudara-saudaraku yang ada di penjuru dunia! YOROSHIKU ONEGAISHIMASU! YOSH ^____^ !

Benarlah bahwa DIA menciptakan bermacam-macam suku dan bangsa di dunia ini, agar kita dapat saling mengenal. Ingin sekali kubertemu dengan setiap suku bangsa ciptaan-NYA. Agar aku dapat lebih mengenal.

Kupanjatkan doa agar ukhuwah ini selalu terjaga hingga akhir hayat.

PS: Tambahan

TERIMA KASIH

Syukron (Arabic), Spasibo (Russian), Merci (French), Muchas Gracias (Spanish), Tessekkur edirim (Turkish), Khop Chay lai-lai (Lao), Arigatou gozaimasu (Japanese), Kamsahamnida (Korean), Xie-xie (Mandarin), Villen Danke (Germany), Shukria (Hindi), etc

I LOVE YOU (hehe…)

Aishiteru (Japanese), Saranghaeyo (Korean), Wo ai ni (Mandarin), Seni Seviyorum (Turkish), Koi hag coi (Lao), Uhibbuki/Uhibbuka (Arabic), Je taime (pie to nulise??), Kyom Srolanneaâ (Cambodia), Mahal Kita (Tagalog), Ye tebya lublu (Russian), Mai tumse bahut pyar karta hun (howeâ¦.! dhowo tenan. Bahasa Hindi.Lihat di kamus. ketahuan sering lihat Bollywood ^^â?), dan akeh sing lali

[Story] Xuexi Hanyu

Nimen hao, wo de pengyoumen! Wo jiao Retno. Wo de zhongguo mingzi shi Sun Li Wei. Wo shi Yinni ren. Wo shi daxuesheng. Xianzai, Wo zai Yinni Daxue xuexi Hanyu. Hanyu shi hen nan, danshi wo hen yao hui shuo Hanyu!!! JIA YOU ^^!!

(translasi : Halo teman-temanku! Namaku Retno. Nama Chinaku adalah Sun Li Wei. Aku adalah orang Indonesia. Aku seorang mahasiswa. Sekarang ini, aku belajar Bahasa Mandarin di Universitas Indonesia. Bahasa Mandarin itu sangat sulit, tapi aku ingin bisa berbicara bahasa Mandarin. Semangat ^^!)

Hari ini adalah pertemuan ketiga dari Hanyu Kouyu Ke (Mandarin Conversation Class) yang aku ikuti di PPB UI Salemba. Semakin kusadari betapa susahnya belajar bahasa Mandarin yang memang layak mendapat gelar sebagai “bahasa tersulit di dunia” !!! Lidahku sering keseleo karena berbagai shengdiao (nada-nada) dalam pinyin Mandarin yang meliuk-liuk dengan indahnya. Kering rasanya bibir ini mengulang-ulang kata yang sama, agar dapat terucap dengan nada yang benar.

Huah… Memang penting banget untuk bawa botol minum or gelas, karena harus selalu “sedia minum sebelum haus” ^^ !!!

Blom lagi ketika mempelajari Hanzi-nya! Ribuan “Kanji” rumit dan ruwet itu menghantuiku! Tapi kali ini aku cukup beruntung karena programku ini memang tak mengajarkan how to write Chinese character. Yokatta na~! tapi tetep aja, Bahasa Mandarin susahnya minta ampyun.

 

Tulisan di atas : ZHONGWEN (bacanya ; chongwen) yang berarti Bahasa Mandarin

By the way, bahasa ada ribuan jumlahnya di dunia ini. Tapi, mengapa aku memilih untuk mempelajari bahasa Mandarin dari sekian ribu bahasa itu? Alasan pertama karena bahasa Mandarin (Hanyu) itu dipakai oleh lebih dari 1,3 milyar penduduk PRC (Zhongguo), yang keberadaannya ndak hanya di negara China aja, tetapi juga berada di seluruh dunia (negara mana sih yang nggak ada China town-nya?). Betapa bahagianya apabila kita bisa berkomunikasi dengan 1,3 milyar penduduk dunia. haha… (susah juga mbayanginnya ^^”)

Yang kedua adalah maybe caused by my own idealism. Rasanya, ada kepuasan tersendiri apabila aku bisa “menaklukan” bahasa tersulit di dunia ini. Secara salah satu cita-citaku adalah bisa menguasai 5 bahasa utama dunia (insyaAllah Bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Arab, dan Rusia)

Dan yang ketiga adalah wo hen xiang Zhongguo qu! I really wanna go to China, someday, then menelusuri Silk Road di Western China, dan tak lupa mengunjungi Xinjiang Uyghur untuk bertemu dengan saudara-saudara Muslimku di sana. Juga melakukan penelitian Contemporary Islam development.

Wanna be an East Asian Studies Expert!

Oleh karenanya, salah satu tahap menuju ke sana adalah I have to JIA YOU xuexi Hanyu! Semoga bisa terkabul… Aamiin ^^!