[Video] 看見台灣 Beyond Beauty, Taiwan From Above

Tawu film dokumenter ini pertama kali dari profesor saat kuliah. Trus kucari trailernya di youtube. Pengen banget nonton full versionnya XD! Pilihannya adalah pergi ke bioskop atau nunggu streaming online-nya keluar :p

It’s documenting Taiwan from an aerial perspective offering a glimpse of Taiwan’s natural beauty as well as the effect of human activities and urbanization on our environment (IMDb).

Berikut ulasan singkat tentang filmnya (dicopas dari Wikipedia):

Beyond Beauty: Taiwan from Above (Chinese: 看見台灣 Kànjiàn Táiwān) is a 2013 documentary film which documents Taiwan completely in aerial photography. It is directed by aerial photographer Chi Po-lin and produced by Hou Hsiao-hsien, with narration by Wu Nien-jen. The music is composed by Ricky Ho, with three songs written and performed by Nolay Piho (Lin Ching-tai). The film opened on November 1st, 2013 at 44 theaters in Taiwan, with Chinese and English subtitles. The film broke the Taiwan box office records for the largest opening weekend and the highest total gross of a locally produced documentary. The film was nominated for Best Documentary and Best Original Film Score at the 50th Golden Horse Awards, winning the best documentary category.

[Movie] Documentary – Please Vote For Me

PleaseVoteForMeBagi para pemerhati studi China, mungkin tahu bahwasanya negara yang dikuasai oleh pemerintahan Partai Komunis China ini, satu kata bernama “demokrasi” bisa jadi adalah sesuatu yang tidak biasa, bahkan bisa dikatakan tabu. Namun, baru saja aku coba iseng-iseng searching film, eh nemu satu film yang cukup menarik dan kontroversial untuk ukuran RRC.

Film tersebut judulnya “Please Vote for Me”. Film dokumenter yang diproduksi pada tahun 2007 ini, merekam kisah pemilihan class monitor (mungkin semacam ketua kelas) untuk siswa SD kelas 3 di the Evergreen Primary School di Wuhan, China. Ada 3 kandidat siswa yang bertarung, yaitu Luo Lei, Xu Xiaofei, dan Cheng Cheng. Mereka bertiga bertarung melawan satu sama lain dalam kampanye pemilihannya. Berbagai hal disiapkan dan cara digunakan untuk memenangkan pertarungan ini. Pemilihan yang diinisiasi oleh ibu guru mereka tersebut, cukup membuat antusian para siswa. Bahkan orang tua dari masing-masing kandidat memberikan beragam nasihat dan latihan buat para anak mereka agar siap mental untuk “bertarung” dalam pemilihan.

Pemilihan ini disebut-sebut sebagai pemilihan class monitor pertama yang pernah diadakan di sekolah di China. Dan dalam prosesnya, digunakan prinsip demokrasi klasik dengan voting dan dinamika inter-personal. Dokumenter ini menunjukkan gambaran kehidupan warga kelas menengah kota di China kontemporer. Oya, film ini pernah memenangkan the Sterling Feature Award at Silverdocs in 2007.

Bagi yang penasaran seperti apa jalannya kisah demokrasi dan pemilu di “negara komunis”, bisa menonton dokumenter ini.

Link untuk menontonnya di: http://www.gooddrama.net/chinese-movie/please-vote-for-me-2007

Jaa, selamat menonton dan mengambil pelajaran dari fenomena “unik” di China ini 😀

Redwoods; the Tallest Tree


Sekitar dua hari yang lalu, aku menonton serial dokumenter dari National Geographic Channel. Tema serial dokumenternya adalah
month of photography, yang membahas behind the scene-nya pemotretan foto-foto yang ditampilkan di National Geographic Magazine. Nah, yang membuatku sangat terkesan adalah episode Redwoods.

Ternyata oh ternyata, proses pemotoannya bener-bener luar biasa sulitnya. Padahal, saat aku membaca dan melihat tulisan serta foto di NGM tahun lalu (2009), aku ndak berpikir bakalan sebegitu sulitnya dalam membuat foto ini.
my bad….

Ini cover NGM yang membahas tentang Redwood (terbit Oktober 2009)

Michael Nichols, sang fotografer Redwoods, memerlukan waktu hampir setahun dalam merencanakan dan melaksanakan pemotretannya. Karena, memang, bagaimanapun pohon yang dijadikan objek fotonya bukanlah pohon sembarangan. Pohon tersebut berumur hampir 1600 tahun dan memiliki tinggi lebih dari 100 meter. Coba bayangkan, gimana caranya memotret pohon Redwoods yang ada di belantara
Redwoods National and State Parks, Northern California – Oregon, USA ini? Subhannallah….
Dalam memotret sebuah objek setinggi 100 meter, dengan kondisi lingkungan yang labil, tentunya harus didukung dengan peralatan yang disesuaikan dengan fakta lapangan, dimana kondisi alam, seperti cahaya, angin dll, berada di luar kendali manusia. Tentu perlu perencanaan, dan persiapan yang sangat matang supaya bisa tercapai apa yang diinginkan.
Dalam proses pembuatan master piece ini, Nichols sempat frustasi sehingga ia perlu rehat sejenak untuk menenangkan pikirannya dan merancang ulang rencana pemotretan itu. Untungnya, ia didukung oleh tim yang solid yang senantiasa membantunya dalam banyak hal. Mereka adalah tim teknis lapangan, tim teknologi (IT), ahli panjat, ahli edit foto, dll.
Inilah sosok Michael Nichols, sang fotografer Redwoods

Nah, setelah berbagai perjuangan dijalani, akhirnya Nichols berhasil membuat satu foto Redwoods secara utuh, dari dasar pohon hingga puncak tertingginya, dengan cara merangkaikan lebih dari 80 foto menjadi satu bagian utuh pohon!!!
Aslinya, pohon di foto ini setinggi 100 meter lho!!
Dari film dokumenter ini, banyak hal yang bisa kupelajari. Selain menambah pengetahuan tentang pohon tertinggi di dunia, juga tentang sejauh mana kita berikhtiar dalam berjuang. Semakin tinggi cita-cita, tentu tantangannya semakin besar dan berat. Namun di balik itu, kepuasan setelah cita-cita itu tercapai pastilah amat tak terkira besarnya… Intinya, berani mengambil resiko!!
Kemudian, tak mengapa kita rehat sejenak dalam pencapaian cita-cita itu. Manusiawi, jika seseorang merasa lelah dan frustasi dalam menghadapi berbagai permasalahan yang sulit yang takkunjung ditemukan jawabannya. Tapi, permasalahan sesulit apapun pasti disertai dengan solusinya. Kita hanya perlu menenangkan dan me-refresh kembali pikiran kita. Setelah fresh, barulah dilihat dan dirancang kembali rencana dan pelaksanaan misi kita.
Selain itu, dari dokumenter ini aku juga belajar untuk bisa lebih menghargai dan mengutamakan PROSES (dan tentunya juga NIAT) dalam melakukan apapun di dunia ini. Kadang kita cenderung terpaku pada hasil, dan melupakan proses yang sebenarnya lebih bermakna dan dalam. HASIL bukanlah tujuan utama, tapi HASIL merupakan konsekuensi atau
reward dari PROSES usaha yang kita ikhtiarkan….
Subhannallah, alam ciptaan-NYA memang begitu sempurna dan mengagumkan
Lebih lanjut tentang tulisan terkait dokumenter ini bisa dibaca di :
Dan untuk cuplikan dokumenter Redwoodsnya bisa dilihat di :

The First Emperor : The Man Who Made China

Category: Movies
Genre: Documentary
Inget kah dengan pelajaran sejarah dunia pas zaman SMP or SMA? Ketika menginjak bab Peradaban China, pasti pernah denger tentang Dinasti Qin (mbacane : Chin), dengan kaisar pertamanya bernama Shi Huang Di (ato sering dengernya Shih huang ti).

Aye seneng banget dengan film-film dokumenter tentang peradaban kuno. Bahkan waktu kecil, aye pernah bercita-cita jadi arkeolog di tempat-tempat kuno dunia. wekekekk…

Lanjut lagi cerita tentang filmnya. Nah, film dokumenter yang berdurasi sekitar 90 menit ini, bercerita tentang kisahnya sang Kaisar mulai dari ia naik tahta (umur 15 taon) hingga wafat dalam umur 50 taon (pada 210 BC). Ia disebut sebut sebagai kaisar pertama China karena di bawah pemerintahannya lah, kerajaan Qin (Chin) yang semula hanya wilayah kecil kemudian bisa menjadi besar dengan menaklukan 7 wilayah kerajaan lainnya. Dan kesemua wilayah itu dipersatukan. Dan jadilah Dinasti Qin (wilayah Qin –> Chin –> China).

Dari film ini, didapat pula pengetahuan lain tentang "karya besar China" yaitu pembangunan Great Wall dan Makam raja terbesar di dunia (musoleum) yang dilengkapi dengan ribuan "Terracotta Army", yang ada di Xi’an.

(Info lebih lanjut tentang Dinasti Qin, bisa baca di tautan :
http://en.wikipedia.org/wiki/Qin_Dynasty)

Wah…Kayaknya kalo isi filmnya diceritain smua, malah jadi nggak seru nontonnya. Wekekekk.. Jadi, kepada para peminat film dokumenter, guru sejarah (bagus untuk media pengajaran nih, Pak & Bu!), mahasiswa sejarah, penyuka china, travel, etc (smuanya dah), selamat menonton!

è¿ä¸ªçµå½±ççå¾å¥½çä¹å¾ææ?æ?!

Zhège dià nyÇ?ng zhÄn de hÄn hÇokà n yÄ hÄn yÇuyìsi!

This movie is really good to see and very interesting :D!

(film ini bener-bener bagus en menarik loh!)

HOME

Category: Movies
Genre: Documentary
Pesan yang ingin disampaikan hampir mirip dengan "An Inconvenient Truth" nya Al Gore. Namun, penyampaiannya ditunjukkan dari perspektif yang berbeda. Pada intinya, semua hal yang kita lakukan hingga yang terkecil sekalipun, akan berdampak bagi yang lain. Jadi, hati-hati dan waspadalah dalam bertindak!! BUMI adalah satu-satunya rumah kita. Mau tinggal dimana lagi jika the only one HOME kita rusak?

Manusia harus sadar sesadar-sadarnya menghadapi tantangan yang nyata, dan bangkit segera untuk melawan the real enemy of the world ; GLOBAL WARMING!