My Friend’s Wedding

Siang ini, saat kembali ke Galuh setelah sekian lama (^__^), kulihat sepucuk undangan dari my dear friend Teh Heggy. Sebuah kartu yang sederhana namun unik dan kreatif (jadi terinspirasi nih :D).

Untaian kalimat di halaman pertama undangan tersebut, sangat menyentuhku. Oleh karenanya, kutuliskan di sini ya teh 😀 (minta izin ^^) :
Kami tidak terlalu optimis, kami tidak saling tergila-gila
Tapi kami yakin dan kami kokoh
Kami tahu bahwa kami akan berfusi dan yakin akan begitu
Kami adalah kawan baik,
Kekasih,
Rival dalam kebaikan,
Kami adalah pasangan

Pada hari ini
Pada hari kami

Kami mengikat janji
Untuk saling menitipkan hati
Untuk membadai bersama
Untuk menjaga cinta agar terus tumbuh, dan
Untuk saling membersamai hingga ke surga

(Kearen’s & Handoyo, 2011)

Picture on Teh Heggy’s wedding invitation 🙂

Teruntuk Teh Heggy yang akan menggenapkan separuh dien-nya pada hari Ahad, 26 Juni 2011 nanti :D!

Barakallahu lakuma wabaraka ‘alaikuma wajamma’a baynakuma fii khoir…..
Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Wish you all the best, sist ^__^!

Lelaki dalam Mimpi

Sajak di bawah ini merupakan tulisan dari sahabatku, Suci Lestari Yuana a.k.a Gek Nana (sudah izin sama yang punya karya untuk di re-post di my blog ^^). Maturnuwun sanget bu, atas tag-nya di notes fb. Jazakillah khoir. Semoga kita dipertemukan dengan the right one, in the right place and at the right time (kalau kata my mom, seseorang yang paling diridhoi oleh NYA). aamiin…

Lelaki dalam Mimpi


by : Gek Nana

Semalam aku bermimpi bertemu dengan seorang lelaki misterius

Sambil tersenyum dan mengulurkan tangan dia berbicara;

Cantik,

menikahlah denganku

aku memilihmu bukan karena sukumu, hartamu, keturunanmu

bukan karena identitas-identitas yang semu manapun

aku memilihmu karena aku yakin

kebaikanmu akan mengobati keburukanku

kelebihanmu akan menutupi kekuranganku

Cantik,

terimalah aku jadi pasangan hidupmu

bukan harta yang melimpah yang aku tawarkan ditengah keterbatasan dunia

bukan ilmu yang tinggi karena akupun masih harus terus belajar

terimalah aku karena kau yakin

kebaikanku akan mengobati keburukanmu

kelebihanku akan menutupi kekuranganmu

Cantik,

bersamaku kau tak kan pernah menunggu

karena kita akan terus berlari

mengejar mimpi dan ridho Ilahi

Cantik,

bersamaku kau tak kan pernah menangis sedih

karena airmatamu terlalu berharga untuk dunia

bersamaku kita akan mengeja sabar dalam duka

membingkai syukur dalam kebahagiaan

Cantik,

mungkin tubuhku tak sekekar ksatria

kebimbanganpun kadang masih menghantui hatiku

tapi satu hal yang akan selalu aku lakukan

berjuang untuk memuliakanmu

karena aku ingin menjadi sebaik-baik lelaki di mataNYA

Cantik,

menikahlah denganku

dan kita akan sama-sama mengeja

cinta dan ketaatan….

*Aku terbangun dari tidurku dan berucap lirih: “Lelakiku, tunggu aku di pintu gerbang keikhlasan, ya� 🙂

***

Everyone has their own love story, and I wanna have one (dan itu haruslah HALAL di mata dunia juga akhirat :D)

Journey to Wuhan

Wuhan, ibukota dari Propinsi Hubei di daerah China Tengah, merupakan kota tempat tinggal teman-teman China seperjuanganku di AsTW 2010. Saat mengunjungi negeri panda akhir Juni – awal Juli yang lalu, aku menyempatkan diri untuk berkunjung ke Wuhan. Lokasinya cukup jauh dari Beijing, memakan waktu sekitar 11 jam perjalanan dengan kereta, dengan total jarak sekitar 1220 km.

Perjalananku ke sana dimulai dengan membeli tiket di Stasiun Kereta Beijing (pusat). Tiket kereta yang kubeli adalah tiket soft seat seharga kurang lebih 500.000 kalau dirupiahkan. Memang sangat mahal. Namun, mengingat jaraknya yang jauh dan fasilitas kereta yang setara dengan kereta eksekutif di Indonesia, ya tak mengapalah. Saatnya menikmati hasil menabung 2 tahun terakhir ini :D.

Kereta yang kugunakan adalah jurusan Beijing Xi – Hankou dengan kode kereta Z3. Di China, jenis kereta dibagi-bagi berdasarkan kodenya. Ada yang K, Z, T, dan D. Kelas yang paling lambat jalannya adalah K, kemudian T, Z, dan yang paling cepat adalah D. Untuk kelas D, mungkin bisa disamakan dengan Shinkansen-nya Jepang (Bullet train).

001fd04cea510ccb932a0d
Ini dia “D train” aka Shinkansen ala China 😀

Nah, selain pembagian kode kereta, ada juga pembagian kelas di dalam kereta. Ada hard seat (kayak di kelas ekonomi), soft seat, hard sleeper dan soft sleeper (yang ini paling pueenak!!). Berhubung saat itu adalah pas liburan musim panas, banyak orang Beijing yang mudik ke Wuhan. Alhamdulillah, aku masih beruntung bisa mendapatkan tiket soft seat di saat peak season ini.

Perjalanan ke Wuhan dimulai dengan perjuangan ke Beijing East Railway Station ato Stasiun Kereta Beijing Barat (Beijing Xi Zhan). Berhubung China sangat luas dan banyak penduduknya, maka stasiun kereta dibagi-bagi sesuai arah tujuannya. Ada stasiun Beijing Barat, Timur, Selatan dan Beijing Pusat. Karena Hubei Province letaknya di barat daya Beijing, maka stasiun keretanya adalah yang Beijing Barat.

PS: Untuk foto-foto perjalanan ke Wuhan, please:

[Story] Benim Adim Esma

Sudah lebih dari dua tahun berlalu, sejak pertemuan pertama kami.

Istanbul, 17 Mei 2006

Pertemuan itu, di suatu pagi dalam sebuah bis yang akan membawa kami menuju Ankara,Turki. Entah kenapa, sesaat begitu aku memasuki bis, aku langsung memilih untuk duduk di sebelahnya, padahal masih ada banyak pilihan bangku kosong lainnya. Semangat muda dan keluguan terpancar dari wajahnya yang saat itu masih berumur 17 tahun. Mungkin itulah yang menjadi alasanku untuk memilih berada di sampingnya.

Sambil tersenyum, kusapa ia, “Hello, my name is Retno. I came from Indonesia. Nice to meet you :)”

Kemudian ia membalas, “Merhaba, Adim ne*??”

Pertama-tama aku rada gak dhong, maksudnya apaan tuh?

Ia buru-buru menjelaskan, I mean, Hallo, What’s your name??

Mungkin ia bertanya lagi karena kurang jelas mendengar sapaanku. Memang, agak susah sih bagi orang asing untuk mengeja dan menyebut namaku dengan benar untuk yang pertama kalinya. Kusebutkan lagi namaku, RETNO. R-E-T-N-O….RETNO.

“Ooh…My name is Esma. E-S-M-A. Very nice to meet you too”, jawabnya dengan bahasa Inggris yang terbata-bata.

Dia bernama Esma, lengkapnya Esma Aslan. Dia adalah seorang asli Turki. Gadis yang berwajah khas Turki dan raut wajah ke-Arab-araban ini (alis matanya tebel banget! Kalo perumpamaan dalam bahasa kita, kaya ada ulet bulu di atas matanya ^___^), menjabat tanganku dengan erat. Malah, sangat erat! Kemudian, terlihat dari matanya binar-binar rasa penuh ingin tahu. Iki bocah, siapa to?? (Javanese version…^^). Mungkin dia rada kaget, ketika tiba-tiba aku menyapa dan duduk di sebelahnya. Atau mungkin karena terlalu terpesona akan aura keramahanku, kali ya…? (hu…narsis!!!)

Cerita kulanjutkan. Perjalanan dari Istanbul menuju Ankara menghabiskan waktu sekitar 7 jam. Cukup jauh. Walaupun begitu, perjalanan ini tak terasa membosankan karena selama rentang waktu tersebut, aku dan Esma asyik bercakap-cakap. Oya, Esma bertugas sebagai LO (liason officer) selama kunjungan ke Ankara ini.

Memang, ada sedikit permasalahan dalam komunikasi, karena kosakata bahasa Inggrisnya yang cukup terbatas. Namun, hal itu tak menghalangi kami untuk saling bertukar informasi dan ilmu. Ia mengajariku beberapa kata penting dalam bahasa Turki, dan begitu pula sebaliknya. Aku mengajarkannya bahasa Indonesia. Tentunya teman-teman sudah bisa menebak, kata apa yang pertama kali ingin kita tahu, ketika kita belajar bahasa asing??? Tentu saja. I LOVE YOU (halah.).

Kami sama-sama tersenyum. Kemudian, dengan segera ia menuliskan SENI SEVIYORUM di atas buku agenda yang menjadi alat bantu kami dalam berkomunikasi. Dan kubalas, AKU CINTA KAMU.

Dan kami pun terbahak-bahak ^^”

Dilanjutkan dengan kata-kata lainnya, seperti : merhaba (halo), tesekkur ederim (terima kasih. Oya, kalau pake banyak, ditambah Cuk. So, jadi Cuk tesekkur ederim), rica ederim (bacanya : reja ederem, yang berarti youre welcome), dan banyak lainnya. Ia juga mengajariku cara berhitung angka satu sampai sepuluh. Pokoke, sangat menyenangkan!

Tak hanya selama perjalanan ke Ankara itu saja, tetapi kami juga selalu bersama dalam rangkaian acara Youth and Sport Festival in Istanbul yang berlangsung selama 5 hari ini. Secara tak langsung, ia menjadi LO yang khusus, hanya untuk menemaniku. Hehe…

Selama 5 hari itu, banyak hal yang membuatku terkagum-kagum padanya. Walaupun ia lebih muda 2 tahun dariku, dan berperawakan kecil mungil, ternyata ia sangat pandai menawar dan cenderung agak galak malah….he…he…Waktu itu, seluruh peserta festival diberi kesempatan untuk berbelanja aksesoris khas Turki di Canali Bazaar (pusat oleh-oleh seperti Pasar Bringharjo). Sangat beruntung ditemani oleh Esma, karena ia menjadi pembela bagiku, yang tak segan-segan beradu mulut dengan para penjual itu, demi menghemat beberapa NTL (New Turkish Lira, mata uang Turki). Salut deh! Cuk tesekkur ederim ^^!

Hari perpisahan pun tiba. Tentu saja kami sedih dan saling menangis. Hehe…(sentimental banget tuh suasananya!). Sebagai tanda mata dan benda pengingat kenangan, sebuah selendang biru dan sebuah cincin perak ia berikan padaku. Sangat bagus!

Pun walau kami terpisah beribu-ribu mil jauhnya, sampai sekarang kami masih keep in touch. Sesekali saling berkirim kartu pos (lebih bermakna euy! tapi lebih mahal juga ongkosnya. He…he..), dan beberapa kali berkirim email or ber-chatting ria. Seperti malam kemarin. Perbincangan kami itu berisi perihal menanyakan kabar dan kesibukan masing-masing saat ini. Dan juga, belajar beberapa kalimat baru dalam bahasa Turki, yaitu: Savasmaya devam et! yang berarti keep on fighting ^__^. Kemudian, baru kutahu bahwa ia akan berulang-tahun pada tanggal 13 besok. Sehingga aku bertanya, apa bahasa Turkinya, selamat ulang tahun. Ia menjawab, IYIKI DOGDUN.

Wah….memang sangat menyenangkan memiliki teman dari negara lain. Dan benar-benar terbuktilah bahwa DIA menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal…….Ureshii da yo :D!

Esma & Me
Esma & Me

Dear Esma, Savasmaya Devam Et! Keep on fighting untuk semuanya yak :). Smoga Allah memperkenankan kita untuk bertemu kembali, suatu hari nanti….

PS: Yang di atas itu bahasa Turki, yang berarti Halo, siapa namamu?

The International Relations

Cambodia, Canada, China, Colombia, Denmark, Egypt, France, Germany, Greece, India, Iraq, Jamaica, Japan, Kazakhstan, Lao PDR, Macedonia, Malaysia, Mexico, Morocco, Myanmar, Nepal, Pakistan, Palestine, Russia, Saudi Arabia, Singapore, South Korea, Spain, Sudan, Taiwan, The Philippines, Thailand, Turkey, UK, Ukraine, USA, Vietnam.

Having friends from those countries, make me see many different perspectives, and a lot of new experiences. They opened my heart & eyes….Dear, my international friends ^____^!

Bertemu dengan banyak orang baru, ternyata memang memberikan banyak sekali pengalaman-pengalaman dan pengetahuan yang tak disangka-sangka. Tak bermaksud menyampingkan teman-teman yang ada di negeri sendiri, aku hendak menuliskan secara khusus tentang mereka, teman-temanku dari sebrang sana.

Pertama kali memiliki teman dari negara lain ketika aku masih kelas 5 SD. Saat tu, aku gemar sekali berkorespondensi, surat menyurat via Pos, termasuk dengan teman dari sebrang sekalipun. Sampai-sampai, bapak tukang pos hampir setiap hari bertandang ke rumahku untuk mengantarkan untaian kata dari berbagai daerah itu (thanks Mr.Postman ^___^!).

Nah, teman asing pertamaku ini berasal dari negeri jiran, Malaysia, tepatnya di Langkawi. Aku selalu berkomentar, â€?wah…nggak ngerti! Baca suratnya berkali-kalipun masih saja tak pahamâ€?, tiap mendapatkan surat darinya. Tapi, aku selalu terkagum-kagum pada setiap ceritanya, walau hanya setengahnya yang dapat kupahami (cakap malay memang membingungkan ^___^). Tentang keluarganya, kehidupan sehari-harinya, sampai kondisi lingkungannya. Mungkin dari pengalaman itulah muncul ketertarikanku pada sebuah hubungan internasional, hubungan silaturahmi yang borderless, dan yang membuka mataku bahwa â€?Ada orang lain di luar sanaâ€?.

Tak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa aku bisa bertemu dengan orang-orang dari negara-negara lain, termasuk dari negara langka (maksudnya, negara yang namanya saja belum pernah kudengar sebelumnya). Sering terceletuk, â€?o…ternyata ada to negara ini??â€? haha..

Alhamdulillah, bersyukur sekali aku diberi kesempatan untuk bersapa dengan mereka. Walau hanya sekejap, tapi mereka memberikan banyak arti dalam hidupku. Aku jadi tahu bahwa banyak sekali peristiwa terjadi di dunia ini ; apakah itu konflik, perang, kesejahteraan, perdamaian dan sebagainya. Termasuk ketika bertemu dengan saudara-saudaraku dari Palestina, Bosnia, Irak, Sudan dan Albania. Kuketahui bagaimana kehidupan traumatis mereka, yang penuh dengan teror setiap saat. Dan sebaliknya, juga ketika ku bertemu dengan berbagai sahabat dari negara maju, dengan segala kemewahan dan gaya hidup hedonis mereka. Sebuah paradoks kehidupan.

Hm…then, beragam karakter, sifat dan pemikiran mereka seringkali membuatku tercekat. Sesaat stagnan, dan berpikir berulang kali. Pun ketika aku harus menjelaskan tentang hal â€?baruâ€? (menurut mereka), tentang agama dan keyakinanku, ISLAM. Di satu sisi aku merasa sangat-sangat tak berilmu, karena ternyata masih banyak hal yang belum kuketahui dan sulit kujelaskan dengan bahasa paling sederhana agar mudah mereka cerna. Sehingga, di sisi lain, justru itu lah yang menjadi tantangan buatku untuk menggali lagi lebih dalam, ilmu NYA yang tak terbatas itu.

Dari mereka pulalah kutemukan arti pentingnya sebuah bahasa. Bahasa yang menjadi alat agar dapat berkomunikasi dengan lancar bersama mereka. Baru kutahu bahwa bahasa Inggrisku masihlah sangat terbatas, sehingga sering membuat kami mis-communication, dan terkadang gak nyambung. Hehe…(walah, angel tenan to yo??? IELTS and TOEFL. melu BIPA wae kali’!)

Kurasakan juga betapa bahagianya ketika aku dapat berbicara dengan bahasa yang sama dengan mereka, walau itu cuma sepatah dua patah kata. At least aku tahu bagaimana mengucapkan dua kata wajib dalam mempelajari bahasa apapun ; terima kasih dan I love you! (haha…. ^^â€?).

Yang terpenting dari kesemuanya itu adalah tak ada batasan dalam menjalin sebuah ukhuwah. Dan dari ukhuwah itulah akan ada banyak sekali pengalaman dan pengetahuan baru.

Dear, saudara-saudaraku yang ada di penjuru dunia! YOROSHIKU ONEGAISHIMASU! YOSH ^____^ !

Benarlah bahwa DIA menciptakan bermacam-macam suku dan bangsa di dunia ini, agar kita dapat saling mengenal. Ingin sekali kubertemu dengan setiap suku bangsa ciptaan-NYA. Agar aku dapat lebih mengenal.

Kupanjatkan doa agar ukhuwah ini selalu terjaga hingga akhir hayat.

PS: Tambahan

TERIMA KASIH

Syukron (Arabic), Spasibo (Russian), Merci (French), Muchas Gracias (Spanish), Tessekkur edirim (Turkish), Khop Chay lai-lai (Lao), Arigatou gozaimasu (Japanese), Kamsahamnida (Korean), Xie-xie (Mandarin), Villen Danke (Germany), Shukria (Hindi), etc

I LOVE YOU (hehe…)

Aishiteru (Japanese), Saranghaeyo (Korean), Wo ai ni (Mandarin), Seni Seviyorum (Turkish), Koi hag coi (Lao), Uhibbuki/Uhibbuka (Arabic), Je taime (pie to nulise??), Kyom Srolannea’ (Cambodia), Mahal Kita (Tagalog), Ye tebya lublu (Russian), Mai tumse bahut pyar karta hun (howe….! dhowo tenan. Bahasa Hindi.Lihat di kamus. ketahuan sering lihat Bollywood ^^�), dan akeh sing lali