[Video] Introduction: Taipei Grand Masjid

Ceritanya barusan daku lagi cari bahan seputar sejarah mesjid-mesjid yang ada di Taiwan untuk materi penelitian tesisku. Nah, trus kemudian menemukan video dokumenter ini. Dari sini, kita bisa mendapatkan informasi seputar sejarah, arsitektur serta penjelasan tentang Islam secara umum.

Terutama untuk khalayak awam (orang Taiwan maksudnya), video ini penting dan perlu diperkenalkan dan disebarkan kepada mereka supaya lebih mengenal Islam, sejarah dan sisi lain dunia.

Tour de Masjid in Taiwan

Selama kurang lebih 7 bulan di bumi Formosa, salah satu agenda “jalan-jalan” ku adalah mengunjungi masjid-masjid yang ada. Ada 6 masjid yang cukup besar yang tersebar dari ujung utara (Taipei) sampai ke selatan (Kaohsiung), antara lain: Grand mosque Taipei/ masjid besar Taipei, Taipei Cultural mosque/ masjid kecil Taipei, Masjid Longgang di Zhongli, Masjid Taichung, Masjid Tainan dan Masjid Kaohsiung. Nah, insyaAllah tahun 2013 ini jumlah masjidnya akan bertambah 2 lagi, yaitu Masjid At-Taqwa di daerah Dayuan – Taoyuan dan Masjid Tongkang d Pingtung yang didirikan oleh para BMI (Buruh Migran Indonesia) di sana.

Image
Dalam bahasa mandarin, Masjid adalah 清真寺 (Qīngzhēnsì)

Walau cuma 6 (dan akan 8) masjid, bukan berarti di Taiwan “miskin” tempat ibadah. Selain masjid, ada pula mushola-mushola kecil yang didirikan di dekat pabrik tempat para BMI bekerja. Fyi, ada sekitar 198.000 BMI yang bekerja di Taiwan lho! Kemudian, ada juga mushola di kampus-kampus Taiwan yang memiliki jumlah mahasiswa Muslim yang cukup banyak seperti di NTUST – Taipei, NCU – Zhongli, NCTU – Hsinchu, dan Asia University – Taichung –> kapan ya kampusku punya mushola sendiri TT___TT.

Nah, sejauh ini, Alhamdulillah aku sudah mengunjungi 5 dari 7 masjid yang ada di sini, hanya Masjid Longgang – Zhongli dan Masjid Tainan yang belum kusambangi. InsyaAllah dalam waktu dekat segera ke sana!

Selain kaitannya dengan kebutuhan rohani, kunjunganku ke masjid-masjid ini (ke depannya) juga dalam rangka untuk keperluan penelitian tesisku yang membahas seputar Muslim di Taiwan. Jadi, tour de masjid ini WAJIB dilakukan!

Btw, di seputaran masjid di Taiwan biasanya ada banyak toko produk halal/ restoran halal lho! So, kesempatan berkunjung ke masjid biasanya juga sekaligus untuk membeli pangan halal. Contohnya, di Masjid Besar Taipei, setiap hari Jumat-nya selalu digelar bazaar panganan halal setelah selesai sholat Jumat. Di sana, kita bisa membeli daging ayam/ sapi halal, aneka masakan Timur Tengah, China atau Indonesia, kue-kue, dsb. Kadang, ada juga minuman/ cemilan gratis dari pihak masjid (#maklum mahasiswa :p). So,  Masjid adalah “surga” bagi umat Muslim di Taiwan yang ingin makan sepuasnya dan ndak ragu karena sudah terjamin halal 🙂

Oya, untuk tahu lebih lanjut tentang masjid di Taiwan, bisa klik beberapa link berikut ini:

1) List of Masjid in Taiwan (in English) with map

2) Daftar alamat Masjid di Taiwan dari FORMMIT

Sedangkan berikut ini adalah foto masjid beserta alamat + rute kendaraannya yang aku copas dari FB KMIT (Keluarga Muslim Indonesia Taiwan):

Image
Masjid Besar Taipei
Alamat : No.62 Xin Sheng South Rd. Sec. 2, Taipei 106, R.O.C. Taiwan
Website : http://www.taipeimosque.org.tw/
Tel. (02) 2392-7364 atau (02) 2321-9445
Fax. (02)-2394-8390 atau (02) 2393-5283
Transportasi :
* Bus 72, 642,280
* MRT Gongguan, naik bus 280, 642, 643 turun di Longan Guoxiao
* MRT Guting, naik bus 235,278,672 turun di Wenzhou
Photo by Mohammad Fazrin Assidiqy
Image
Masjid Kecil Taipei
Alamat : No.3, Lane 25, Sec 1 Hsin-hai Rd.,Taipei – Taiwan (MRT Taipower Building exit 1)
Tel. (02) 23675421
Fax. (02) 23652094
Transportasi :
* Bus 74, 1, 254, 672, 208, 236, 251, 648, 252 (melewati MRT Taipower Building exit 1 atau 2).
* Dari Taipei Main Station dilanjutkan naik bus 236 atau 251, turun di Xinhai Road atau Taipower Building.
* MRT jurusan Xindian (Jalur Merah-Hijau), lalu turun di Taipower Building, keluar dari exit 1.
* Mesjid terletak di Gang no.25 (Lane 25), sekitar gang ke-3 dari pintu keluar MRT exit 1.
Photo by Mohammad Fazrin Assidiqy
Image
Masjid Longgang Chungli
Alamat : No.216, Lungdung Rd., Zhong Li City, Taoyuan, Taiwan 320
Tel. (03) 4561234
Transportasi : Bus 112 dari Terminal Bus Zhong Li
photo by Wijayanto BS
Image
Masjid Taichung
Alamat : No.457, Da-Duen S. Rd., 408, Taichung
Transportasi : Dari Taichung Train Station, menyeberang jalan ke arah PIRAMID. Naik bus no. 20 atau 30, turun di Da-Duen Road.
Tel. (04) 2473-2519
Fax. (04) 2471-3383
Photo by Hendra Kurniawan
Image
Masjid Tainan
Alamat : No 12, Alley34, Lane 34, Sec 3, Chung-Hwa E. Rd., Tainan
Transportasi : (dari Daciao) naik bus no.15 dr Chimei Hospital, turun di Chung-Hwa Road, jalan dari perempatannya, belok ke kanan.
Tel. (06) 2881429
Fax. (06) 2673971
Photo by Prana Andika
Image
Masjid Kaohsiung
Alamat : No.11, Jianjyun Rd., Kaohsiung, Taiwan 802
Transportasi :
* Dari Kaohsiung Train Station, ke kanan sedikit, menyeberang jalan dan menunggu bus no. 88. Turun di Jianjyun Road Intersection.
* Naik MRT dari station yang terletak di sebelah Kaohsiung Train Station, turun di Weiwuying Station, exit 4. Belok ke kiri, jalan sekitar 5-10 menit.
Tel. (07) 7496812
Fax. (07) 7494710
Photo by Iman Harymawan

Nah, bagi teman-teman yang ada di Taiwan atau yang akan berkunjung ke Taiwan, ayo sempatkan berkunjung ke masjid-masjid ini. Di beberapa masjid, ada pengajian rutin juga lo! So, kita bisa ikutan untuk kajiannya :). Ditunggu kehadirannya 😉

Islam di Nepal, Berkembang dalam Keterbatasan

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman lama mengirimkan sebuah email. Karenanya, pikiranku kembali ke suatu masa di tahun 2005, teringat saat dimana pertama kalinya aku bertemu dengannya, teman yang berasal dari negeri di sisi Pegunungan Himalaya, Nepal. Di postingan ini aku copas-kan artikel tentang Islam yang ada di negeri kawanku itu :). Selamat membaca ^^!

Republika Online

Koran » Berita Utama » Dunia Islam

Ahad, 18 Desember 2011 pukul 12:53:00

Islam di Nepal, Berkembang dalam Keterbatasan

Sejak memasuki Nepal ratusan tahun lalu, kaum Muslim harus mengikuti aturan-aturan non-Islam dalam berbagai hal.

Negeri Seribu Kuil. Begitulah Nepal-negara yang berada di kawasan pegunungan Himalaya-biasa dijuluki. Islam adalah agama minoritas ketiga di negeri yang memiliki Gunung Everest itu. Nepal menjadi rumah bagi sekitar 1,23 juta kaum Muslim atau 4,2 persen dari total populasi.

"Umat Islam diperbolehkan menjalankan keyakinan agamanya dengan sejumlah pembatasan yang diberlakukan kerajaan," ujar R Upadhyay dalam Muslim of Nepal: Becoming an Assertive Minority. Selain masih menghadapi berbagai pembatasan, Muslim di Nepal pun masih dihadapkan pada islamofobia dan serangan dari kelompok ekstremis.

Pada 26 September lalu, misalnya, Sekretaris Jenderal Organisasi Islam, Islami Sangh, Faizan Ahmad, meninggal dunia setelah diberondong senjata api oleh dua orang tak dikenal. Tak lama sebelumnya, seorang Muslim yang juga pengusaha media bernama Jamin Shah juga dibunuh.

Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas Kristen dan Muslim memeng kerap menjadi target aksi kekerasan dari kelompok Hindu radikal. Pada 26 April 2008, di Birabtnagar, sebuah serangan menghancurkan sebuah masjid dan menewaskan dua orang dan puluhan terluka.

Setahun kemudian, di bulan yang sama, sebuah bom di Gereja Katedral Katolik Kathmandu menewaskan tiga orang. Kebencian secara spesifik juga pernah ditujukan kepada Muslim Nepal setelah terjadi pembantaian 12 orang Nepal yang bekerja di Irak. Pembantaian itu menimbulkan sentimen anti-Islam dan anti-Arab di Nepal. Menyusul peristiwa itu, pada 1 September 2004, Masjid Jami’ yang terletak di jantung Kota Khatmandu dibakar massa.

Dunia mengenal Muslim Nepal paling tidak lewat tiga buku: Muslim of Nepal (Shamima Siddiqa, 1993), Religious Minorities in Nepal (Mollica Dastider, 1995), dan Understanding Nepal (Mollica Dastider, 2007).

Meski data pada Pew Research Center menyebut jumlah pemeluk Islam di Nepal hanya 1,23 juta jiwa, sejumlah pihak mengklaim total kaum Muslim mencapai 10 persen. Struktur etnis di wilayah Terai, seperti dipaparkan Dastider dalam Understanding Nepal, menguatkan hal itu.

Saat ini, empat distrik di Terai, yakni Banke, Kapilbastu, Parsa, dan Rautahat, lebih dari separuh persen penduduknya yang beragama Islam. Di lima distrik lain-Bara, Mahottari, Dhanusha, Sirha, dan Sunsari-Muslim merupakan mayoritas kedua. Sedangkan, di dua distrik lainnya-Rupandehi dan Sarlahi-Islam menjadi agama ketiga yang paling banyak dipeluk oleh masyarakatnya.

Saat ini, terdapat 181 madrasah dan 282 masjid di Nepal. Muslim Nepal berbicara dengan menggunakan beberapa bahasa, di antaranya Nepal, Urdu, Maithali, Bhojpuri, dan Awaidhi. Mayoritas mereka tinggal di Terai-wilayah padang rumput, savana, hutan di sebelah selatan bagian terluar kaki perbukitan Himalaya-dan daerah pegunungan yang berdekatan dengan perbatasan India.

Dari segi ekonomi, Muslim Nepal masih cukup tertinggal karena tidak terlibat dalam usaha-usaha industri dan komersial. Selain itu, mayoritas mereka adalah kaum Muslim yang tak memiliki keterampilan, kecuali pertanian dalam skala kecil. Keterbelakangan itu membuat mereka kehilangan hak asasi di negara mereka sendiri.

Keterbelakangan itu terjadi juga di bidang pendidikan. Meski banyak terdapat madrasah, sekolah Islam di seluruh penjuru Nepal, seperti disebutkan dalam situs nepalimuslims.org, sekolah-sekolah itu tidak mampu menghasilkan individu-individu terampil dan profesional yang banyak dibutuhkan negara.

Akibatnya, lulusan madrasah-madrasah itu tidak mampu mendapatkan pekerjaan dalam sektor pemerintah. Mereka pada umumnya bekerja tidak jauh dari maktab (madrasah kecil) dan masjid (sebagai imam atau muazin) dengan gaji yang kecil.

Kondisi itu diperparah oleh sikap Pemerintah Nepal yang tidak membawa Muslim dalam salah satu prioritas negara. Mereka tidak menyokong madrasah-madrasah itu, baik secara finansial maupun moral. Pemerintah bahkan tidak memberikan hak penuh kepada Muslim untuk menjalankan syariat Islam, termasuk hal-hal bersifat personal.

Sejak Islam masuk Nepal ratusan tahun lalu, Muslim Nepal harus mengikuti aturan-aturan dalam berbagai hal, seperti pernikahan, perceraian, bahkan penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha.Seakan tak mau terus hidup terbelakang, beberapa organisasi Islam mulai menunjukkan kiprahnya meningkatkan pendidikan Muslim Nepal. Salah satunya adalah Islami Sangh (berarti Persatuan Islam). Tiga tahun lalu, Muslim Nepal untuk pertama kalinya memiliki Alquran dengan terjemahan bahasa Nepal.

Proyek penerjemahan yang memakan waktu hingga sekitar lima tahun itu sukses diterbitkan atas kerja sama Organisasi Islam Nepal (al-Munadhamah al-Islamiyah Nepal) dan Akademi Alquran London (Akadimiya Alquran bi London).

Asisten Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Syekh Muhammad Nassir al-Abboudy mengatakan, Muslim Nepal belum cukup mampu memberantas keterbelakangan mereka di bidang sosial, ekonomi, dan politik. Ketidakmampuan itu juga berlaku dalam menghadapi aktivitas misionaris dan daya pikat mereka.

Para misionaris di Nepal berhasil membuka sejumlah sekolah, klinik kesehatan, perpustakaan, dan fasilitas lainnya, termasuk pemberian uang tunai. Sejauh ini, salah satu penyokong Muslim Nepal hingga mampu bertahan adalah bantuan yang diberikan dua negara Islam, Arab Saudi dan Mesir. Keduanya banyak membantu dalam bentuk beasiswa bagi Muslim Nepal yang ingin belajar di universitas di kedua negara tersebut.

Jejak Islam di Himalaya

Para ahli sejarah Nepal percaya bahwa Muslim pertama bermukim di Kathmandu pada masa kekuasaan Raja Ratna Malla (1484-1520) pada akhir abad ke-15 M atau 5 H. Diperkirakan, Muslim pertama yang datang ke Nepal adalah para pedagang dari Kashmir. Kedatangan mereka disusul oleh Muslim dari Afghanistan, Persia, dan juga Irak.

Selain itu, raja-raja Nepal Barat juga mempekerjakan Muslim Afghanistan dan India untuk melatih tentara Nepal dalam menggunakan senjata api dan amunisi. Utusan yang dikirim Raja Ratna Malla ke Lasha mengundang Muslim Kashmir untuk datang ke Kathmandu. Hal itu demi meraup keuntungan dari permadani, karpet, selendang, serta barang-barang dari wol yang diperdagangkan antara Kashmir, Ladakh, dan Lhasa.

Menurut laman nepalimuslims.org, pihak kerajaan mengundang para Muslim India untuk dipekerjakan di istana. Mereka juga mengajak Muslim India dari Kekaisaran Mughal untuk bergabung di Istana Ratna Malla sebagai musisi dan spesialis parfum atau ornamen.

Sejarawan Baburam Acharya percaya kaum Muslim juga bekerja melindungi Raja Ratna Malla dari gangguan para pemberontak. Kelompok pertama Muslim konon datang bersama seorang suci Kashmir yang kemudian membangun masjid pertama, Kashmiri Taquia, pada 1524.

Gelombang kedua datang pada abad ke-17 M dari India Utara. Mereka adalah para pembuat perlengkapan perang bagi negara-negara bagian di wilayah perbukitan. Pada waktu terjadi blokade ekonomi di bawah pemerintahan Raja Prithvi Narayan Shah (1751-1777), banyak Muslim yang melarikan diri ke India, terutama para pedagang Kashmir.

Setelah berhasil menyatukan Nepal pada 21 Desember 1768, Prithvi mendorong para pedagang Islam untuk menetap di wilayahnya dengan keluarga mereka. Di samping berdagang, para Muslim dari Afghanistan dan India ahli membuat senapan, peluru, dan senjata kanon. Selain itu, sebagian lainnya sangat berguna dalam hal diplomasi internasional karena memiliki pengetahuan tentang Persia dan Arab.

Pada 1774, tinggal segelintir saudagar Kashmir yang bertahan. Meski begitu, para pedagang Kashmir itu menyumbangkan bantuan yang besar dalam proses penyatuan Nepal. Para sejarawan mengatakan, Prithvi mempekerjakan mereka sebagai mata-mata dan informan.

Sebab, mereka memiliki kontak dengan orang-orang Malla. Setelah mencapai kemenangan yang diinginkannya, Prithvi memberi izin pada Muslim untuk membangun sebuah masjid (sekarang berada di dekat Kampus Tri-Chandra, Kathmandu).

Di sepanjang rezim kekuasaan Jang Bahadur Rana (pemimpin Nepal pada 1873-1877 yang menjadi salah satu figur penting dalam sejarah Nepal), sejumlah besar Muslim bermigrasi dari India ke Tarai untuk lari dari penganiayaan yang dilakukan tentara Inggris selama Pemberontakan Sepoy pada 1857. Para pengungsi itu kemudian bermukim di Terai dan menjual barang-barang kulit serta bekerja sebagai buruh tani di sana. Seorang anggota senior Kekaisaran Delhi, Bahadur Shah Zafar, ikut mengungsi ke Kathmandu. Dialah yang kemudian merenovasi Masjid Jami dan dimakamkan di sana.

Selama Pemberontakan Sepoy, istri Nawab (sebutan bagi raja) Wajid Ali Shah, Begum Hazrat, juga melarikan diri melalui Nepalganj dan diizinkan oleh Jang Bahadur Rana untuk mengungsi ke Nepal. Ia kemudian tinggal di Thapathali Durbar, meninggal di Kathmandu, dan dimakamkan di masjid Nepal tersebut. Wajid Ali Shah adalah nawab terakhir dari Kerajaan Oudh di wilayah yang kini bernama Uttar Pradesh, India.

(ed: heri ruslan)

Daftar Masjid di Jepang

Barusan lagi nyari bahan untuk proposal tesis. Ehh, terus ketemu website ini ^___^! InsyaAllah akan sangat membantu bagi teman-teman Muslim yang ada di atau akan ke Jepang ^o^!

Taken From : http://msaj.info/mosquesJapan.htm

MOSQUES IN JAPAN


Hokkaido Region:
1. Sapporo, Hokkaido

Tohoku Region:
2. Akita
3. Aomori
4. Fukushima
5. Iwate
6. Miyagi
7. Yamagata


Kanto Region:
8. Chiba
9. Gunma
10. Ibaraki
11. Kanagawa
12. Saitama
13. Tochigi
14. Tokyo

Chubu Region:
15. Aichi (Nagoya city)
16. Fukiu
17. Gifu
18. Ishikawa
19. Nagano
20. Niigata
21. Shizuoka
22. Toyama
23. Yamanashi

Kinki Region:
24. Hyogo (Kobe city)
25. Kyoto
26. Mie
27. Nara
28. Osaka
29. Shiga
30. Wakayama



Chugoku Region:
31. Hiroshima
32. Okayama
33. Shimane
34. Tottori
35. Yamaguchi

Shikoku Region:
36. Ehime
37. Kagawa
38. Kochi
39. Tokushima

Kyushu Region:
40. Fukuoka
41. Kagoshima
42. Kumamoto
43. Miyazaki
44. Nagasaki
45. Oita
46. Okinawa
47. Saga

Aichi: ShinAnjo Mosque, Nagoya, Nagoya Mosque, Nagoya


Chiba: Yatamachi Mosque, Chiba


Fukuoka: Fukuoka Masjid


Gifu: Gifu Mosque


Gunma: Isezaki, Gunma , Sakaimachi Mosque, Gunma


Hyogo: Kobe Mosque, Kobe


Ibaraki: Tsukuba Mosque, Ibaraki


Kagawa: Takamatsu Mushalla, Takamatsu


Kanagawa:

Yokohama Ja’me Masjid, Yokohama
Machida, Kanagawa
Ebina Mosque, Kanagawa
Fujisawa, Kanagawa


Kyoto: Kyoto


Miyagi: Sendai


Niigata Area: Niigata University , Niigata, Nagaoka


Oita: Beppu (Oita) Mosque


Okayama: Okayama


Saga: Saga University Honjo Campus (praying place)


Saitama: Ichinowari Mosque, Ichinowari; Toda Mosque, Saitama ;Yashio Mosque, Saitama


Shizuoka: Iwata Markaz, Iwata


Tokyo:

Tokyo Jamee Mosque
Arabic Islamic Institute (Hiroo Mosque)
Islamic Center of Japan
Otsuka Mosque
Ikebukuro Mushalla
ShinOkubo Mushalla
Shibuya Mushalla
Daar Al-Arqam (Asakusa Mosque)
Makki Mosque (Oohanajaya)
Balai Indonesia, SRIT (Meguro)

Toyama: Toyama

Beppu (Oita) Masjid and Islamic Center
Place: Oita – on Route-10
Transportation :
Organizer :
Address :
Telephone/Fax : 090-2082-5541
Activity :
Note : Started in 2008.


Tokyo Mosque
Place: YoyogiUehara-St
Transportation : Odakyu-Line YoyogiUehara-St or Subway Chiyoda-Line
Organizer : Muslim Turkey
Address : Tokyo 151-0065 Shibuya-ku Ooyamamachi 1-16
ã151-0065 æ¸è°·åºå¤§å±±çº1-16
ããTelephone/Fax : 03-5790-0760
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer
Note : The oldest mosque in Tokyo, built in 1938. It is demolished in 1986. It is rebuilt again and opened since June 2000.
You can see it from Odakyu-Line, between YoyogiUehara-St and HigashiKitazawa-St
Map: Tokyo Mosque
HP: Images and Information about Tokyo Mosque

Arabic Islamic Institute (Hiroo Mosque)
Place: Hiroo-St (near Ginza )
Transportation : Subway Hibiya-Line, Hiroo-St
Organizer : Arabic Islamic Institute
Address : Tokyo 106-0046 Minato-ku MotoAzabu 3-4-18
ã106-0046 港åºå麻å¸3-4-18
ãã Telephone/Fax : 03-3404-6622/03-3404-8622
Activity : Jum’ah Prayer
Note : A very good place to visit, especially in Ramadhan!!!
Map: Arabic Islamic Institute Arabic Islamic Institute (Official Sites)
More Explanation (Japanese)


Islamic Center of Japan
Place: Shimokitazawa-St
Transportation : Odakyu-Line, Shimokitazawa-St or Keio-Line, Sasazuka-St
Organizer : Islamic Center of Japan (ICJ)
Address : Tokyo 156-0041 Setagaya-ku Oohara 1-16-11
ã156-0041 ä¸ç°è°·åºå¤§å1-16-11
ãã Telephone/Fax : 03-3460-6169 or 03-3460-6105
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer, Information about Islam
Note: Any information about Ramadhan, etc are provided here
Map: Islamic Center
HP: ICJ

Otsuka Mosque

Place: Otsuka-St (near Ikebukuro)
Transportation : Yamanote-Line Otsuka-St or Subway Marunouchi-Line ShinOtsuka-St
Organizer : Japan Islamic Trust (JIT), Br. Haroon
Address : Tokyo 170-0005 Toshima-ku MinamiOtsuka 3-24-7
ã170-0005 è±å³¶åºå?大å¡3-24-7
Telephone/Fax : 03-3971-5631/03-5950-6310
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer(5 times), Islamic Teaching(also in Japanese)
Note: Opened from December 1999 after moving from Ikebukuro. This mosque is very active on da’wa to Japanese.
Map: Otsuka Mosque
HP: Japan Islamic Trust

Ikebukuro Mushalla

Place: Ikebukuro-St
Transportation : Yamanote-Line Ikebukuro-St or Tobu Tojo-Line or Seibu Ikebukuro-Line or
Subway Marunouchi-Line or Yurakucho-Line
Address : Tokyo, Toshima-ku NishiIkebukuro 1-2-3-401
è±å³¶åºè¥¿æ± è¢1-2-3-401
Telephone/Fax : 03-3985-4669
Activity : Jum’ah Prayer
Map: Ikebukuro Mushalla

ShinOkubo Mushalla

Place: ShinOkubo-St (near Shinjuku)
Transportation : Yamanote-Line ShinOkubo-St or Shobu-Line Okubo-St
Organizer : Brothers from Myanmar
Address : Shinjukuku Hyakunincho 2-10
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer
Note: Women are not allowed!
Map: ShinOkubo Mushalla

Shibuya Mushalla

Place: Shibuya-St
Transportation : Yamanote-Line Shibuya-St or KeioInokashira-Line or Subway Ginza-Line or Subway Hanzomon-Line
Address : Shibuyaku Dougenzaka Sagas-Bld 11F R1107
Activity : Jum’ah Prayer
Map: Shibuya Mushalla

Daar Al-Arqam (Asakusa Mosque)

Place: Asakusa-St (near Ueno or MinamiSenju)
Transportation : Subway Asakusa-Line Asakusa-St or Subway Ginza-Line
Organizer : Islamic Circle of Japan (ICOJ)
Address : Tokyo 111-0025 Daitou-ku HigashiAsakusa 1-9-12
ã111-0025 å?°æ?±åºæ?±æµè?1-9-12
ãTelephone/Fax : 03-3871-6061
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer, Islamic Teaching
Map: Daar Al-Arqam
HP: Images of Asakusa Mosque (Japanese)

Makki Mosque (Oohanajaya)

Place: Oohanajaya-St, Tateishi-St
Transportation : Keisei-Line Oohanajaya-St or Keisei-Line Tateishi-St
Organizer : Markaaz Tabligh
Address : Tokyo 124-0011 Katsushika-ku Yotsugi 5-22-14
ã124ï¼?0011æ?±äº¬é½è飾åºåã?¤æ¨5ï¼?22ï¼?11
ãã Telephone/Fax : 090-9235-6411 (Br. Amin)
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer
Note: In replace for Narimasu Mushalla
Map: Makki Mosque

Balai Indonesia, SRIT (Meguro)

Place: Meguro-St
Transportation : Yamanote-Line, Meguro-St , walk 20 min or by bus
Organizer : Indonesian Muslim Community in Japan
Address : Tokyo 153-0063 Meguro-ku Meguro 4-6-6 Indonesian School
ã153-0063 ç®é»åºç®é»4-6-6 æ?±äº¬ã¤ã³ãã?ã·ã¢å­¦æ ¡
ãã Telephone/Fax : 03-3715-6459
Activity : Jum’ah Prayer
Map: SRIT
HP: KMII-Jepang (Indonesian Muslim Community in Japan) (Indonesian)

Ichinowari Mosque

Place: Tobu Isesaki-Line, Ichinowari-St
Transportation : Tobu Isesaki-Line, Ichinowari-St
Organizer : Markaz Ishlaho Tarbiyat
Address : Saitama 344-0033 Kasukabe-shi BingoNishi 1-1-6
ã344-0033 å¼ççæ¥æ¥é¨å¸åå¾è¥¿1-1-6
ãã Telephone/Fax : 048-736-2767
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer
Map: Ichinowari Mosque
HP: Images and Information of Ichinowari Mosque (Japanese)

Yatamachi, Chiba

Place: Yatamachi, Chiba
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer

Toda Mosque, Saitama

Address : Saitama 335-0026 Toda-shi SinsouMinami 4-5-1
ã335-0026ãå¼ççæ¸ç°å¸æ°æ½å?4-5-1
ãã Telephone/Fax : 048-434-8350/048-434-8351
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer
Map: Toda Mosque
HP: Images and Information of Toda Mosque (Japanese)

Yashio Mosque, Saitama

Place: Yashio (By bus from Chiyoda-Line Ayase-St)
Transportation : Chiyoda-Line Ayase-St, and Bus bound to YashioSyako-Yuki KorigawaJinjaMae-Bus stop
Address : Saitama 340-0835 Yashio-shi Ukizuka 649
ã340-0835 å¼ççå«æ½®å¸æµ®å¡649
ãã Telephone/Fax : 090-4920-6502
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer
Map: Yashio Mosque
HP: Images and Information of Yashio Mosque (Japanese)

Tsukuba Mosque, Ibaraki

Place: Tsukuba Shi, Kaname 315-10
Transportation : Take bus or taxi from Tsukuba Station (Tsukuba Express) or from Tsukuba Center (Bus Terminal) to reach the mosque

For bus schdule, please click here http://www.tsumra. org/details. asp?id=43
Organizer : Tsukuba Islamic Association (TIA)
Address : Ibaraki Ken, Tsukuba-shi, Kaname 315-10
Telephone/Fax : 029-864-3235
Activity : Daily Prayer, Jum’ah Prayer, Eid Prayers, Education (Al-Quran class for children, Arabic class for adults, Women classes)
Map: http://www.tsumra. org/details. asp?id=109 and http://www.tsumra.org/details.asp?id=43
HP: TIA


Isezaki, Gunma

Place: Isezaki, Gunma
Transportation : JR Ryomo Line and Tobu Isezaki Line
Address : 337-4, Kita cho, Isezaki city, GUNMA 372-0056
ã372-0056 群馬çä¼å¢å´å¸åå¤çº37-4
ãã Telephone/Fax : 0270-24-4250/0270-70-4195
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer
Map: Isesaki
HP: Images and Information of Isesaki Mosque (Japanese)

Sakaimachi Mosque, Gunma

Place: Sakaimachi-St, Gunma/Takasaki
Transportation : JR Sakaimachi-St
Address : Gunma 370-0124 Sawa-gun Sakaimachidaijisakai 772
ãã ã372-0056 群馬çä½?æ³¢é¡å¢çºå¤§å­å¢ï¼ï¼ï¼
ããTelephone/Fax : 0270-74-2258/0270-74-2259
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer
Map: Sakaimachi Mosque (Japanese)

Yokohama Ja’me Masjid, Yokohama

Place: 1-31-13 Hayabuchi, Tsuzuki-ku, Yokohama-city, Kanagawa Prefecture 224-0025
Transportation : For details, click here.
Address : 1-31-13 Hayabuchi, Tsuzuki-ku, Yokohama-city, Kanagawa Prefecture 224-0025
Telephone/Fax : For Masjid Committee
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer

Machida, Kanagawa

Place: Odakyu-Line, Machida-St
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer

Ebina Mosque, Kanagawa

Place: Ebina City
Transportation : Odakyu-Line, Ebina-St, 246, Yokohama Machida Inter Change
Address : 3-12-1, Kamigou, Ebina city, KANAGAWA 243-0417
ã243-0417 ç¥å¥å·?çæµ·è?å??å¸ä¸é·3ä¸?ç®12-ï¼
ãã Telephone/Fax : –
Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer
Map: Ebina Mosque

Fujisawa, Kanagawa

Activity : Jum’ah Prayer, Daily Prayer

Sapporo, Hokkaido

Place: Sapporo, Hokkaido
Transportation : Sapporo
Organizer : Hokkaido Islamic Society (HIS)
HP: HIS

ICCS Sendai

Organizer : Islamic Cultural Center Sendai (ICCS)
Address : Sendai 980-0023 Kitamemachi 2-16 Makuda Apartment 101
ãã Telephone/Fax : 022-268-2802(both)
ãã Email : iccs_japan@yahoo.com
Activity : Jum’ah prayer
HP: Islamic Cultural Center Sendai


Nagaoka

Organizer : Nagaoka Muslim Association (NAMASS)
Address : Nagaoka-shi, Niigata


Iwata Markaz

Place: Iwata, Shizuoka
Address : Shizuoka 438-0086 Iwata-shi Mitsuke 2939
ã438-0086ãé?岡çç£?ç°å¸è¦ä»2939
ãã Telephone/Fax : 0538-33-1307


ShinAnjo Mosque, Nagoya

Place: ShinAnjo-St (near Nagoya)
Transportation : JR TokaidoHon-Line ShinAnjo-St
Organizer : –
Address : Aichi 446-0071 Anjo-shi Imaikecho 1-11-15 Kamitomo Bld 1 F
ã446-0071ãæç¥çå®åå¸ä»æ± çº1-11-15ã«ããã¢ãã«ï¼ï¼¦
ãã Telephone/Fax : 0566-74-7678
HP: ShinAnjou Mosque


Nagoya Mosque

Place: Nagoya, Honjindouri-St
Transportation : Subway Line Honjindouri-St
Address : Aichi 446-0071 Nagoya-shi Nakamura-ku Honjindouri 2-26-7
ã453-0041ãå??å?¤å±å¸ä¸­æ?åºæ¬é£éã2-26-7
ãã Telephone/Fax : 052-486-2380
Map: Nagoya Mosque
HP: Images and Information of Nagoya Mosque (Japanese)


Kyoto

HP: Kyoto Muslim Association

Kobe Mosque

Place: Kobe, Sannomiya-St
Transportation : Hanshin Sannomiya-St
Organizer :
Address : Hyogo 650-0004 Kobe-shi Chuo-ku Nakayamadouri 2-25-14
ã650-0004ãç¥æ¸å¸ä¸­å¤®åºä¸­å±±æéã2-25-14
ãã Telephone/Fax : 078-231-6060
Activity :
Note: The oldest mosque in Japan, built in 1935.
Map: Kobe Mosque
HP: Images and Information of Kobe Mosque (Japanese)

Takamatsu Mushalla

Place: Takamatsu
Transportation : Access to Mosque
Address : Kagawa-ken, Takamatsu-shi HigashiTamachi 3-8 IzumiHaitsu 102
ã760-0058 é«æ?¾å¸æ?±ç°çº3ã¼8æ³ã?ã¤ã102
ãã Telephone/Fax : 087-832-2817/087-832-2818
Map: Takamatsu Mushalla
HP: Photos of The Activities


Fukuoka, Kyusyu

Organizer : Kyushu University Muslim Student Association (KUMSA)
Address : Near Kyushu University
HP: Kyushu University Muslim Student Association

Saga University, Honjo Campus

Place: 2nd Floor, International House, Saga University
Transportation: Saga JR Station, it is about 10 mins by Taxi to Saga University Honjo Campus. The International house is located in front of the south gate of the Saga University Campus. One can also come to the place by using the city bus service which touches the south gate/north gate of the univesity.
Activity: Regular prayer.
Note: About 50 Muslims attend the Jumah prayer alhamdulillah (as per Sep. 2008)


Short route of some Mosques in Japan:

Tokyo Camii(Tokyo Mosque)

1-16, Oyama-cho, Shibuya-ku, Tokyo 151-0065
TEL 03-5790-0760

2 minutes on foot from Yoyogi Uehara Statikon, Odakyu Line

Otsuka Mosque

3-42-7, Minami Otsuka, Toshima-ku, Tokyo 170-0005
TEL 03-3971-5631FAX 03-3447-1697

5 minutes on foot from Otsuka Station, JR Yamanote-line
5 minutes on foot from Shin Otsuka Station, Mrunouchi-line

Hiroo Mosque in Arabic Islamic Institute

3-4-18, Moto Azabu, Minato-ku, Tokyo 106-0046
TEL 03-3404-6622

15 minutes on foot from Hiroo Station, Hibiya-Line.

Indonesian Musalla

3-6-5, Meguro, Meguro-ku, Tokyo 153-0063


Asakusa Mosque

Islamic Cultural Center, 1-9-12, Higashi Asakusa, Taito-ku, Tokyo 111-0025
TEL 03-3871-6061

20 minutes on foot from Minami Senju Station, JR Joban-line and Hibiya-line.

Hachiouji Mosque

36-5, Hiraoka-cho, Hachiouji City, Yokyo 192-0061
TEL 042-624-6090

take No.2 or No.7 bus from Hachioji Station Keio-Line toward to JR Hachiouji Station . Take off at Hiraoka busstop.

Ohanajaya Mosque
(Makkiy Masjid Tokyo)

5-22-11, Yotsuki, Katsushika-ku, Tokyo 124-0011
TEL 090ï¼?9235ï¼?6411ã?090ï¼?9343ï¼?0276

7 minuites on foot from Ohanajayya Station, Keisei-Line. 2 k.m. form Yotsuki Interchange, Shuto-Kosoku

Machida Mosque



Isezaki Mosque

37-4, Kita cho, Isezaki city, GUNMA 372-0056
TEL 0270-24-4250 FAX 0270-70-4195

10 minutes on foot from Isezaki Station, JR Ryomo Line and Tobu Isezaki Line

Sakai-machi Mosque

772, Oaza Sakai, Sakai machi, Saba gun, Gunma, 372-0056

2 minutes on foot from Sakaimachi Station, Tobu Isezaki Line.

Gyotoku Mosque

3-3-19, Gyotoku Ekimae, Ichikawa city, CHIBA 272-0133
TEL 047-395-8449 FAX 047-398-0261

5 minutes on foot from Gyotoku Station, Tozai Line

Ichinowari Mosque

1-1-5, Bingo Nishi, Kasukabe city, SAITAMA 344-0033
TEL 048-736-2767

10 minutes on foot from Ichinowari Station, Tobu Isezaki Line.

Toda Mosque

4-5-1, Niiso Minami, Toda city, SAITAMA 335-0026
TEL 048-434-8350 FAX 048-434-8351


Yashio Mosque

649, Ukizuka, Yashio city, SAITAMA 340-0835
HandyPhone 090-4920-6502 HandyPhone 090-2900-2881


Ebina Mosque

3-12-1, Kamigou, Ebina city, KANAGAWA 243-0417


Iwata Mosque



Nagoya Mosque

2-26-7, Honjin Dori, Nakamura-ku, Nagoya city, AICHI 453-0041
TEL 052-486-2380


Shin Anjoh Mosque

1 floor Kamitomo Bldg. 1-11-15, Imaike-cho, Anjoh city, AICHI 446-0071
TEL 0566-74-7678


Kobe Mosque

2-25-14, Nakayamate Dori, Chuo-ku, Kobe city, HYOGO 650-0004
TEL 078-231-6060


Takamatsu Mosque

Natsuta building, 3-4, yasaka-cho, Takamatsu city, Kagawa 760-0049
TEL 087-811-9208

Photos in Masjid Takamatsu

Niihama Mosque

2-2-43, Ikku-cho, Niihama City, Ehime 792-0025


USEFUL LINKS IN JAPAN

PRAYER TIME AROUND THE WORLD

Sejarah Islam di Jepang

When i got this article, i felt so happy because it helps me to find out the history about Islam’s development in Japan. I’m planning to make this issue as my thesis’s topic. About the relations between Japan and Islamic World today….wish me luck yak ^___^! Sebelumnya, hontou ni doumo arigatou buat the person who wrote and posted this article in Kanimaja’s website…..




Sejarah Islam di Jepang



Hanya terdapat sedikit sekali catatan sejarah yang merekam tentang hubungan antara Islam dengan Jepang sebelum mereka
membuka negaranya pada tahun 1853
, walaupun diyakini bahwa sudah banyak muslim yang datang ke nagasaki berabad-abad sebelumnya.

Agama Islam pertama kali dikenal oleh masyarakat Jepang adalah sek itar tahun 1877 yang bersamaan waktunya dengan hadirnya agama Nasrani dari Barat ke negara tersebut. Seiring kemudian muncul buku terjemahan bahasa Jepang mengenai riwayat hidup Nabi Muhammad. Hal ini secara langsung membantu Islam menempatkan diri pada wacana intelektual warga setempat.

Kontak penting lainnya adalah tahun 1890 saat sebuah kapal laut milik Kerajaan Turki Ottoman bernama ErtuÄrul singgah di Jepang dalam rangka menjalin hubungan diplomatik. Dari sinilah warga Jepang jadi lebih mengenal Islam serta kebudayaannya.

Adapun orang Jepang pertama yang memeluk Islam adalah Mitsutaro Takaoka tahun 1909. Dia lantas mengganti namanya menjadi Omar Yamaoka setelah melaksanakan ibadah haji. Namun, penelitian lain menyebutkan bahwa orang Jepang bernama Torajiro Yamada kemungkinan merupakan pemeluk Islam pertama di sana dan pernah berkunjung ke Turki.

Komunitas muslim baru ada setelah kedatangan pengungsi dari Uzbek, Kirghiz, Kazakh, dan kaum Tatar Muslim yang lari akibat terjadi Revolusi Bolshevik di Rusia selama Perang Dunia I. Pemerintah kekaisaran Jepang kemudian bersedia menyediakan lahan bagi tempat tinggal mereka di beberapa kota hingga membentuk komunitas-komunitas kecil.

Dengan munculnya komunitas muslim ini, tak lama akhirnya didirikanlah sejumlah bangunan masjid. Salah satu yang dianggap penting adalah masjid Kobe yang dibangun tahun 1935 dan masjid Tokyo tahun 1938. Berkat kontak-kontak yang intens dengan pemeluk Islam, beberapa penduduk Jepang pun beralih ke Islam saat itu.

Islam justru mengalami perkembangan pesat selama berkecamuknya Perang Dunia II. Kekaisaran dan militer Jepang banyak menjalin hubungan dengan sejumlah organisasi dan pusat kajian Islam serta negara Islam. Pada masa ini sebanyak 100 buku dan jurnal mengenai Islam terbit di Jepang. Namun, tujuan utama pihak militer mendekati kalangan Islam adalah guna mendapat pengetahuan tentang Islam dalam kaitan rencana invasi ke negara-negera Asia Tenggara yang berpenduduk Muslim.

Tahun 1953 organisasi muslim pertama (Japan Muslim Association) berdiri di bawah pimpinan Sadiq Imaizumi. Jumlah anggotanya masih sebanyak 65 orang dan bertambah dua kali lipat dua tahun kemudian.

Pengganti Sadiq adalah Umar Mita. Dia mempelajari Islam ketika bekerja di Manshu Railway Company di Cina saat perang dunia II. Karena sering kali berhubungan dengan umat muslim Peking-Cina, lama kelamaan Umar percaya terhadap ajaran Islam dan memutuskan beralih menjadi Muslim. Sesudah kembali ke Jepang, dia pergi ke tanah suci Makkah dan tercatat sebagai orang Jepang pertama yang berhaji setelah masa perang. Tak hanya itu, Omar selanjutnya juga membuat terjemahan Alquran ke dalam bahasa Jepang.

Satu lagi masa kejayaan Islam di Jepang tatkala terjadi krisis minyak dunia tahun 1973. Negara-negara Timur Tengah mengembargo pasokan minyak mentahnya kepada negara yang mendukung Israel. Oleh karenanya, perhatian warga Jepang tercurah kepada perkembangan Islam khususnya di Timur Tengah. Mereka pun makin menyadari penting menjalin hubungan dengan negara-negara tersebut bagi pertumbuhan ekonomi Jepang. Akan tetapi sekali lagi usai krisis minyak reda, Islam pun kembali dilupakan oleh masyarakat Jepang.

Hingga kini Islam seolah sulit berkembang di Jepang. Salah satu sebabnya adalah ketaatan warga Jepang terhadap kepercayaan Sinto dan Budha. Statistik menyebutkan, sekitar 80 persen penduduk memeluk Sinto atau Budha. Hanya satu dari empat penduduk Jepang yang menganut agama lain. Adapun agama Islam dianut oleh sekitar satu setengah juta jiwa. Jumlah ini terbilang kecil dibandingkan populasi di Jepang sebanyak 120 juta jiwa.

Sebagian besar pemeluk Islam ini adalah para pelajar dan imigran dari negara Asia Tenggara dan Timur Tengah. Hanya sedikit yang warga asli Jepang. Umumnya terkonsentrasi di kota-kota besar semisal Hiroshima, Kyoto, Nagoya, Osaka, dan Tokyo. Secara rutin dakwah juga berjalan pada komunitas-komunitas Muslim ini.

Pada kenyataannya pula asosiasi pelajar muslim serta organisasi keagamaan kerap menyelenggarakan acara bersama dan diskusi untuk menambah pengetahuan ke-Islaman. Selain itu acara tersebut terbukti cukup efektif dalam membina persaudaraan sesama Muslim.

Beberapa tahun lalu, Dr Saleh Samarrai yang pernah belajar di negara Sakura itu dari tahun 1960, membentuk Japan Islamic Center dan menyusun metode dakwah efektif di Jepang. Sumbangsihnya ini akhirnya mampu mendorong upaya pengembangan Islam serta mengenalkan Islam secara luas pada masyarakat Jepang yang kosmopolitan.

MASJID KOBE

Masjid Kobe (ç¥æ¸ã¢ã¹ã¯ Masjid KÅ?be), juga dikenal sebagai Masjid Muslim Kobe (ç¥æ¸ã ã¹ãªã ã¢ã¹ã¯ Masjid Muslim KÅ?be), didirikan bulan Oktober 1935 di Kobe dan merupakan masjid pertama di Jepang Pembangunannya didanai oleh sumbangan dari Komite Islam Kobe sejak 1928 hingga pembukaannya tahun 1935 Masjid ditutup oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang tahun 1943. Tetapi, masih aktif sebagai masjid hari ini. Terletak di distrikKitano-cho di Kobe. Karena memiliki ruang bawah tanah dan strukturnya, masjid ini selamat dari gempa bumi besar Hanshin. Masjid itu dibangun dalam gaya Turki tradisional oleh arsitek CekoJan Josef Svagr (1885â1969), perancang sejumlah tempat ibadah Barat di Jepang.