[J-Movie] The Great Passage (2013)

Sejenak “kabur” dari buku, jurnal, dan perpustakaan. Mari rehat dengan menyaksikan J-movie yang satu ini :D.

***

Coba definisikan apa itu “kanan”. Can you?

Kalau tiba-tiba ditanya seperti itu, mungkin kebanyakan dari kita akan bingung dan tak tahu harus jawab apa. Banyak definisi dari perbendaharaan kata dalam kehidupan sehari-hari kita yang luput dari perhatian. Karena sudah saking biasanya, jadi tak pernah terlalu dipikirkan.

Tentu itu akan berbeda buat para pakar linguistik, yang memang fokus pada bidang ini. Mungkin, mereka dengan mudahnya mendefinisikan suatu kata. Apalagi kalau orang tersebut adalah pembuat kamus, pasti lebih canggih lagi. Ya, kan?

Sebelum menonton film ini, aku gak kepikiran gimana caranya proses membuat sebuah kamus. Walaupun sering pergi ke toko buku dan melihat kamus yang terpajang dengan berbagai macam versi dan jenis, tetep saja gak “ngeh” dengan “perjuangan” yang ada di baliknya.

Ternyata oh ternyata, membuat sebuah kamus yang lengkap itu benar-benar butuh proses yang panjang. Dari film ini, bahkan dibutuhkan waktu sekitar 15 tahun mulai dari proses seleksi pemilihan kata, pendefinisian, pembuatan contoh kalimat, editing (almost 4-5 times!) dan percetakan.

Majime

Sedikit cuplikan isi cerita, film yang menjadi wakil Jepang dalam ajang Academy Awards 2013 ini, mengisahkan Majime yang punya kemampuan komunikasi yang minim. Namun, ia memiliki talenta untuk memahami makna dari suatu kata dan punya cara berpikir yang berbeda dari orang kebanyakan. Di tempat ia bekerja (sebuah perusahaan publishing), ia dipindahtugaskan dari departemen penjualan ke pengeditan kamus. Dari situlah, perjalanan dan perjuangan Majime dan timnya dimulai hingga 15 tahun kemudian. Untuk tahu gambarannya, sila lihat trailernya aja yak :D.

Btw, film ini diadaptasi dari sebuah novel berjudul “Fune o Amu” oleh Shion Miura (dipublikasikan pada 17 September 2011 oleh Kobunsha). Buatku, film ini sungguh menarik karena mengangkat kisah yang jarang terpikirkan. Apalagi, dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, kamus “tradisional” tentunya kalah saing dengan kamus elektronik. Namun, kalau memahami bagaimana nilai di balik proses tersebut, kita jadi semakin lebih menghargai dan menikmati “uniknya” sebuah proses komunikasi, perbendaharaan kata hingga perubahan zaman.

Bagi yang ingin menontonnya secara online, bisa streaming di tautan: INI.

Please, enjoy and get the lesson learned.

PS:
– Klo untuk konteks di Indonesia, bahasa “Alay” ada kamusnya gak? Mungkin proses pembuatannya gak sampe serumit yang ada di film ini (?)
– Tokoh yang paling kusuka di film ini adalah “Taro-san”, the yellow-fat-cute cat :D. Mau punyaaaa XD

[Movie] Recommended Japanese Movies

Taiwan 4 hari ini sedang long weekend dalam rangka Moon Festival, atau dikenal juga sebagai mid-Autumn Festival. Nah, mumpung libur nih, let me share some recommended Japanese movies (as usual, nge-streaming online :D). Kurekomendasikan karena film-film ini bukan hanya sekedar penghibur dan pengisi waktu luang, namun ada nilai-nilai dan pelajaran yang bisa kita ambil darinya. Genre-nya pun bervariasi. Nah, bagi yang lagi senggang en ndak ada kewajiban lain, terutama bagi yang punya koneksi internet tak terbatas dan kuenceeng, silakan menyimak dan melihat-lihat daftarnya (diurut berdasarkan abjad) :). Itu ada beberapa hyperlink deskripsi tentang filmnya dan juga link streaming onlinenya.

***

1 LITRE OF TEARS

1-liter-of-tears-one-liter-of-tears-gma

Nah, film ini tentu sudah sangat familiar di telinga kawan-kawan. Seperti serial dramanya, 1 Litre of Tears movie sama-sama sangat mengharukan dan menguras air mata. Maka judul “1 liter airmata” itu bukan sembarang judul, karena bener-bener bikin nangis dan capek hati. Sehabis nonton ini, mataku sempat bengkak seharian :p. Kisahnya berfokus pada kehidupan keluarga Aya dan juga sahabatnya setelah Aya meninggal. Nilai yang bisa kita ambil adalah tentang nilai sebuah kehidupan, perjuangan dan keluarga. Silakan tonton di: 1 Liter of Tears

1,778 STORIES OF ME AND MY WIFE

1778stories4_poster

Film ini pernah kutulis reviewnya di SINI. Kisahnya mengharukan deh pokoknya, dan jadi banyak belajar tentang pengorbanan dan kesetiaan sepasang suami-istri. Saran –> siap-siapin tisu bagi yang mudah mewek seperti saya :p. Filmnya bisa ditonton di: 1,778 Stories of Me and My Wife

20th CENTURY BOYS (Trilogy – LIVE ACTION)

movie2

Bagi penggemar manga Jepang, terutama yang ber-genre adventure, tentu tak asing dengan judul ini. Kisah dari manga-nya diangkat ke dunia nyata. Filmnya menarik banget dah, penuh ketegangan dan perjuangan. Dari sini, belajar tentang persahabatan. Yang tertarik, bisa nonton online di tautan berikut: 1) 20th Century Boys2) 20th Century Boys 2: The Last Hope dan 3) 20th Century Boys 3: Redemption

CASTLE UNDER FIERY SKIES

katen_no_shiro

Film ini pernah ku-review di SINI. Berkisah tentang seorang arsitek jaman feodal Jepang yang ditugaskan sang Shogun untuk membuat kastil. Di sini banyak belajar dan mendapatkan nilai-nilai perjuangan, dedikasi terhadap profesi serta keluarga. Selain itu juga bisa belajar sejarah Jepang :). Silakan tonton di: Katen no Shiro

DEPARTURES

departures_ver2_xlg

Film ini punya kisah yang cukup unik dan tak biasa. Bercerita tentang seorang pemain Cello yang mendadak harus berubah profesi menjadi seorang “coffiner” alias pengurus jenazah/ pe-meti mati (?) –> maksudnya tugasnya seperti tukang memandikan dan mengkafani jenazah kalo di Islam. Dari film ini belajar bahwa profesi apapun, ketika kita menjalaninya dengan ikhlas dan sepenuh hati, itu akan jadi bernilai lebih. Oya, film ini sempat memperoleh berbagai penghargaan film internasional lho! Untuk menontonnya bisa dilihat di: Departures

DOOR TO DOOR

Door-to-Door-SP

Film ini mengisahkan seorang yang cacat fisik, namun ia punya keinginan yang kuat untuk bekerja dan membahagiakan ibunya. Terdorong oleh motivasi ingin seperti alm. ayahnya, sang tokoh pun berjuang untuk menjadi seorang sales yang menjual produk dari pintu ke pintu. Nilai yang bisa kita pelajari adalah tentang perjuangan, pantang menyerah, keluarga dan juga dukungan terhadap orang yang kekurangan secara fisik. Oya, film ini ternyata diadaptasi dari film Barat dengan judul dan kisah yang sama  (baru tahu ni aye). Bisa ditonton di: Door to Door SP

GRAVE OF THE FIREFLIES (Live Action)

grave poster

Wah, kalau nonton yang ini, harus bener-bener nyediain tisu yang banyak XD. Berkisah tentang kehidupan sepasang adik-kakak yang berjuang untuk hidup di tengah-tengah Perang Dunia di Jepang pada tahun 1940-an. Kunang-kunang (fireflies), menjadi point cerita yang paling menyayat hati TT___TT. Bisa ditonton di: Grave of the Fireflies

KIMI NI TODOKE (Live Action)

Kimi_ni_Todoke_movie_poster

Nah, kalau film-film sebelumnya itu banyak nangis en tegangnya, yang ini kukasih link film romance :p. Dari sekian film drama Jepang yang romance, Kimi ni todoke ini yang paling menarik dari sisi ide cerita. Berkisah tentang si Sawako yang dijuluki SADAKO (karena rambut dan mimik wajahnya) dengan teman sekelasnya, seorang yang paling populer di sekolah. SADAKO, aslinya adalah orang yang sangat baik hati dan hangat. Namun sering dikucilkan karena rumor yang tersebar. Ini adalah live action dari serial anime dengan judul yang sama. Bisa ditonton di: Kimi Ni Todoke

RUROUNI KENSHIN (SAMURAI X – Live Action)

Rurouni_Kenshin_(2012_film)_poster

Bagi penggemar berat anime dan manga, pastinya SAMURAI X sangat-sangat tak asing. Sejak daku masih SMP hingga sekarang, yang namanya Samurai X tu sesuatu banget. Hahaha… Nah, di tahun 2012 lalu dibuatlah live action-nya, trus karena saking penasarannya, aku dan rekan-rekan di kampus sampai bela-belain ke bioskop di Taipei untuk nonton. Namun, apa daya belum rejeki. Walhasil, si film baru bisa kutonton secara online :D. Secara values, mungkin gak terlalu dalam. Tapi ini cukup patut ditonton, terutama buat para penggemar berat Samurai X. Bisa dilihat di sini; Rurouni Kenshin

SWING GIRLS

cover_swing_girls_jp_le

Nah, satu lagi film Jepang yang menarik dan gak terlalu berat di otak dan hati :p. Swing Girls ini dimainkan oleh Ueno Juri *yang maen di Nodame Cantabile. Berkisah tentang kehidupan siswi-siswi SMA yang ingin membentuk klub Jazz. Menarik, jadi tahu bagaimana itu Jazz :D. Filmnya bisa ditonton di; Swing Girls

***

Sementara, sekian dulu daftar film-film Jepang yang kurekomendasikan. Tampaknya perlu beberapa hari untuk menyelesaikan itu semua. Hahaha… Selamat liburan dan menyaksikan. Jangan lupa, sambil nonton sambil belajar dan memetik hikmah di baliknya ya. Supaya gak sia-sia, en rugi udah menghabiskan banyak tisu + air mata + waktu. hahaha…. Enjoy!

[J-Movie] Castle Under Fiery Skies

火天の城 (Katen no Shiro) atau dalam bahasa Inggrisnya berjudul “Castle Under Fiery Skies” merupakan film berlatarkan sejarah Jepang zaman feodal Jepang di bawah kepemimpinan Oda Nobunaga. Ceritanya tentang perjuangan seorang arsitek untuk membuat benteng 5 lantai. Ceritanya oke punya deh pokoknya, sangat mengharukan TT___TT

Dari dulu daku mencari-cari film ini, kalau ndak salah nonton selama penerbangan ke Tokyo tahun 2009 lalu. Setelah 4 tahun kemudian, akhirnya daku bisa menemukan link untuk nonton secara online :D. Film ini meninggalkan kesan yang sangat dalam padaku. Mungkin karena saat itu sedang belajar sejarah Jepang, sehingga ketika berkunjung dan melihat langsung benteng Jepang, bisa memahami dan mendalaminya.

Berikut adalah sinopsis dari situs Asian Wiki:

Katen_no_Shiro

Profile

Movie: Castle Under Fiery Skies
Romaji: Katen no Shiro
Japanese: 火天の城
Director: Mitsutoshi Tanaka
Writer: Kenichi Yamamoto (novel)
Producer:
Cinematographer:
Release Date: September 12, 2009
Runtime: 139 min
Language: Japanese
Country: Japan

Plot

The year is 1575 in feudal Japan. Oda Nobunaga’s (Kippei Shiina) forces defeat Takeda Katsuyori, when Nagashino Castle was besieged during the Battle of Nagashino. The next year Oda Nobunada decides to build a lavish new castle symbolizing his unification of various factions. The castle named Azuchi Castle will be built near water and high enough to be seen from the capital city of Kyoto.

Notes

  • Based on Kenichi Yamamoto’s 2004 Novel “Katen no Shiro”.
  • The movie and novel concerns wood carpenters ordered to construct the Azuichi Castle, built from 1576-1579 on the shores of Lake Biwa in Omi Province, under the supervision of daimyo Oda Nobunaga.
  • Location was chosen due its proximity to the capital of Kyoto – could watch and guard approaches to the capital, but distant enough to be immune to the conflicts and fires that occasionally occurred in Kyoto.
  • Unlike other castles of its days, Azuichi was not built solely for military purposes, but also as a lavish mansion, which would impress and intimidate rival clans.

***

Untuk menonton filmnya secara lengkap bisa melalui link watch online DI SINI.

Conspiracy

Category: Movies
Genre: Documentary
Kemarin Kamis, aku dan teman-teman ODP++ IM, menonton film ini dalam rangka mempelajari bagaimana sebuah problem solving dalam suatu rapat.

Nah, film yang dipakai untuk belajar itu berjudul CONSPIRACY (tahun 2001) yang berkisah tentang sebuah pertemuan (rapat) 2 jam yang menentukan hidup matinya 6 juta nyawa.

Terlepas dari pro kontra peristiwa Holocaust Yahudi oleh NAZI Jerman dan nilai-nilai humaniter, dari film yang berlatarkan Perang Dunia II ini aku bisa melihat bagaimana dinamika sebuah rapat antar para pengambil keputusan dalam memutuskan nasib 6 juta orang Yahudi yang ada di Jerman dan daratan Eropa.

Berdasarkan film ini, pada dasarnya keputusan NAZI untuk "mengevakuasi" (mengeliminasi) para Yahudi adalah lebih karena faktor kondisi lahan, pangan dan ekonomi Jerman masa Perang Dunia, bukan sekedar alasan ideologis atau nasionalis semata.

Dua kubu; pendukung dan penentang "pembersihan" etnis yahudi menyampaikan argumen-argumen mereka, dan selama 2 jam rapat tersebut, dibahas seputar keputusan "mengevakuasi", serta teknis-teknis "evakuasi" dan "eksekusi". Keputusan tersebut dilakukan dengan dasar keefektifitasan dan keefisienan.

Hm…. Dari film ini, aku jadi ngebayangin, bagaimana sebuah rapat dan dinamika di dalamnya (dalam mengambil suatu keputusan) bisa berdampak pada nasib suatu pihak.

Bagaimanakah dengan para decision maker di negeri ini????