[Share] National Geographic Magazine

1888-National Geographic-Magazine
First cover!

One of my most favorite reading materials adalah National Geographic Magazine! WHY? Because life is full of curiosity… Mulai dari hal terkecil di bumi hingga galaksi dunia, semua dibahas di NGM. Majalah yang terbit premiere pada tahun 1888 ini, kini sudah tersebar di seluruh penjuru negera dan telah diterjemahkan ke dalam 33 lebih bahasa dunia.

Hm.. Sakjane daku sedang mencoba mengingat-ingat kapan pastinya aku mulai tertarik membaca NGM ini. Sik jelas, ketika majalah NG versi Indonesia terbit untuk pertama kalinya pada Bulan April 2005, aku sudah mengikutinya.Why aku suka dengan NGM? Selain karena konten/isinya yang oke punya, dan foto-foto kelas dunia yang slalu bikin mupeng, plus bonus-bonus petanya, juga karena kualitas kertasnya. Aku sangat suka dengan buku yang memiliki jenis kertas ala ensiklopedi. Bisa tahan lama dan skaligus bisa jadi investasi di masa depan :D! Hope that my children will love to read them all ;D

Selain sebagai pembaca, bisa dikatakan pula bahwa aku seorang kolektor NGM berbagai versi. So far, NGM yang paling banyak kumiliki adalah versi bahasa inggris (versi Amrik), Bahasa Indonesia, juga ada beberapa yang berbahasa Jepang dan Mandarin (RRC).

Alhamdulillah, hingga saat ini koleksi NGM ku yang tertua dipublikasikan pada tahun 1961 yang berarti NGM ku yang satu ini, jauuuuh lebih tua daripada umurku. Hahaha…. And slain itu, tampaknya aku perlu membeli rak buku yang baru untuk menampung seluruh koleksiku tersebut :p

Oya, terkadang aku suka hunting NGM di beberapa pasar buku bekas yang ada di TMII (pasar buku langka), samping rel stasiun Pondok Cina UI, juga berbagai event pameran buku. Selain hunting sendiri, aku juga bekerjasama dengan salah satu provider NGM (istilah keren untuk pak penjual buku bekas :D) yang memang khusus mengumpulkan NGM untuk para kolektor. Melalui merekalah, aku bisa melengkapi dan mendapatkan satu per satu NGM dari berbagai tahun terbit hingga nyaris lengkap :D! Senangnya~ (ckck.. memang daku sangat boros untuk hal macam ini)

Btw, sebelumnya aku sempet menyebut tentang investasi. Jenis investasi apakah itu? Menurutku, investasi tersebut berupa info serta sejarah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dari masa ke masa, yang bisa terus diingat dan dibaca. Tak hanya bagi generasi senior, tetapi tentu saja juga generasi muda imut-imut yang akan menjadi penerus bangsa kita. ha..ha..

Senang rasanya bisa mengamati dan mengetahui perkembangan teknologi dan bahasan sosial masyarakat dari masa ke masa. Sebab, ada kekaguman dan keanehan tersendiri ketika membaca NGM terbitan tahun jadoel. Bisa kebayang gak, suatu teknologi yang skarang ini dianggap ketinggalan abis, pernah menjadi primadona dan pusat pesona berjuta pasang mata di masanya. That’s the world that always changing ya…. MasyaAllah…. Mantabs 😀

ngm_jan_2013_cvr_set_01-558x400

Fitnah FITNA

Category: Books
Genre: Religion & Spirituality
Author: Musa Kazhim & Alfian Hamzah
"Jika orang buta mengatakan matahari itu gelap, mengapa kita harus repot?" (Abdullah Haselhoef – Imam asal Rotterdam)….Buku ini mencoba menjawab provokasi Geert Wilders dengan cerdas…

Saat film buatan anggota kongres Belanda ini beredar di internet, dan kita melihatnya, muncul bara api amarah yang menyesakkan dada. Bahkan menurutku, memang HARUS MARAH! Tapi, MARAH jangan selalu diartikan buruk, apalagi dikaitkan dengan kekerasan…MARAH dapat dilakukan dengan cara yang elegan….seperti yang disebutkan dalam buku ini…

GALILEO (J-Drama)

Category: Movies
Genre: Mystery & Suspense
Dorama 10 episode ini memberikanku pengetahuan yang baru tentang cara pandang "para scientist ilmu eksak". Yukawa Manabu, seorang Profesor ilmu Fisika, yang juga disebut sebagai GALILEO, membantu pemecahan kasus-kasus kriminal yang ditangani detektif dari Kepolisian, Utsumi-san.

Tapi, bagaimanapun, Yukawa-sensei hanya sebatas tertarik dalam memecahkan trik-trik pembunuhan yang sepertinya "tak mungkin" dilakukan dan tidak dapat dinalar dengan pemikiran biasa. Kata-katanya yang khas, "Jitsu ni OMOSHIROI!!"

"Jangan pernah menilai dengan mudahnya suatu fenomena secara irasional. Pasti-lah fenomena tersebut memiliki penyebab yang logis, yang dapat dibuktikan secara fisika".

(sakjane rada’ abot sih, soale akeh simbol-simbol en logika fisika gituh >_
<!– <! Ning apik tenan…jadi belajar tentang banyak hal baru).

Pokoke, GALILEO = Film Detektif dengan perspektif yang berbeda… –>

Voice (J-Drama)

Category: Movies
Genre: Mystery & Suspense
Drama ini baru aja tayang di Jepang (sejak 12 Januari 2009).

Baca judul filmnya, sekilas memang kurang menarik. Tapi setelah tahu isi ceritanya, aye jadi seneng banget…^__^! Ndak sekedar menghibur, tapi menambah pengetahuan juga seputar dunia kedokteran plus cara berpikir logis ala detektif.

Ceritanya berkisah tentang lima mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Kedokteran, yang memilih Kedokteran Forensik sebagai peminatan khususnya. Jarang-jarang mahasiswa memilih minor study ini, secara kalah tenar dengan bidang lain seperti Kedokteran Bedah atawa Kedokteran Jantung yang prestis.

Mungkin alasannya adalah dunia Forensik itu berhubungan dengan manusia yang sudah meninggal….

Namun, justru disitulah letak sisi menarik film ini, dimana para tokoh utama ditantang untuk menguak tabir penyebab manusia tersebut bisa meninggal (karena kecelakaan, pembunuhan, dsb). Merekalah yang bisa mendengar "suara" (voice) tersebut……

Berikut ringkasan isi drama (diambil dari wikidrama) :

A group of five medical students take on the task of conveying the "voices of the dead." Kaji Daiki fails to get into a popular heart surgery seminar but is somehow accepted into a seminar on forensic pathology. When he approaches professor Sagawa and asks him why he ended up in the seminar, Sagawa challenges him by asking why he wants to study heart surgery. Daiki replies that medicine is meaningless after the heart stops, but Sagawa counters that medicine also applies to the dead. And so, together with fellow students Ryosuke, Kanako, Teppei and Akira, Daiki begins to explore the mysteries of death……

Lebih lanjut, sila click jejaring ini :
http://wiki.d-addicts.com/Voice

Oya, aye rekomendasikan drama ini buat temen-temen yang tertarik dengan dunia kedokteran, dunia detektif, serta yang lainnya….

Drama ini perhaps bisa membuka mata kita, bahwa dunia forensik itu tak "sengeri" yang kita kira dan sangat menantang….^^

Lie to Me

Category: Movies
Genre: Drama
Drama serial ini sungguh menarik :D! Pertama kali tahu dari Teh Heggy (thanks, many times Teh :D), saat berbincang-bincang seputar dunia per-psikologi-an.

Aku cukup menaruh perhatian dan minat pada dunia psikologi. Maka, setelah Teh Heggy merekomendasikan film ini, langsung deh kucari dan kuunduh dari internet. hehehe…

Drama ini berkisah tentang seorang ahli micro-expression bernama Cal Lightman yang membantu investigasi berbagai macam kasus dengan cara "membaca" ekspresi dari orang-orang yang diinterogasinya. Dengan keahliannya membaca bahasa tubuh tersebut, ia dan koleganya di Lightman group dapat mendeteksi kebohongan dan mengungkap kebenaran dari setiap kasus yang ditanganinya.

Further info, please read:
http://en.wikipedia.org/wiki/Lie_to_Me

Untukku pribadi, drama ini sungguh menarik karena aku juga ingin bisa "membaca" bahasa tubuh :). Tampaknya menantang, bisa mengetahui apa yang ada di pikiran manusia, dengan cara membaca bahasa tubuhnya. Namun, cukup dilematis juga. Kalau terlalu banyak tahu, malah jadi bingung. hehehe….

Pelajaran yang kuambil dari drama ini adalah aku jadi bisa tahu bahwa manusia, dimanapun ia berada dan apapun rasnya, memiliki basic emotions yang universal.

Berikut adalah emotions-nya (berdasarkan Ekman, 1972 dan disempurnakan 1990-an):

1. Anger (amarah)

2. Disgust (jijik/muak)

3. Fear (takut)

4. Happiness (kebahagiaan)

5. Sadness (kesedihan)

6. Surprise (terkejut)

7. Amusement (senang, terhibur, girang)

8. Contempt (hina)

9. Contentment (puas, senang)

10. Embarrassment (malu)

11. Excitement (kegembiraan)

12. Guilt (bersalah)

13. Pride in achievement (bangga thd penghargaan)

14. Relief (lega)

15. Satisfaction (kepuasan)

16. Sensory pleasure

17. Shame (memalukan)

Hoho~

Memang, sifat manusia itu menarik 🙂

Meraba Indonesia

Category: Books
Genre: Travel
Author: Ahmad Yunus
Kamis sore lalu, 11 Agustus 2011, rombongan tim Penerbit Serambi datang ke Galuh dalam rangka kerjasama untuk sebuah kegiatan. Pada awalnya, aku tidak tahu bahwasanya salah satu diantaranya adalah jurnalis dan penulis buku "Meraba Indonesia". WOW… MasyaAllah, sugoku bikkurishita~

Beliau bercerita tentang pengalamannya dalam menyusuri berbagai pelosok Indonesia, membuatku iri setengah mati…

Walaupun aku belum membaca dan memiliki buku ini (maklum, dompet menipis :p), but I’m sure catatan perjalanan beliau ini sungguh luar biasa dan menginspirasi.

Zehi, will buy this book soon! And I wanna have "this kind" of journey for my own, someday. InsyaAllah…

Berikut ini adalah resensi buku yang kukutip dari tautan ini:

http://id.serambi.co.id/Katalog/tampilbuku/500_meraba-indonesia-ekspedisi-gila-keliling-nusantara

Should, eh.. MUST read :D!

Mari mengenal lebih dekat, lebih rekat… mencintai Indonesia apa adanya ;D!

***

Meraba Indonesia, Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara

Selama hampir setahun, dua wartawan kawakan, Farid Gaban dan Ahmad Yunus, mengelilingi Indonesia. Mereka menyebut perjalanan ini sebagai Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Dengan mengendarai sepeda motor win 100 cc bekas yang dimodifikasi, mereka mengunjungi pulau-pulau terluar dan daerah-daerah bersejarah di Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, Dari Miangas hingga Pulau Rote. Ratusan orang telah mereka wawancarai; ratusan tempat telah mereka singgahi.

Tujuan utama ekpedisi ini adalah mengagumi dan menyelami Indonesia sebagai negeri bahari. Di atas semua itu, mencatat keseharian masyarakat yang mereka lewati. Mencatat dari dekat.

Dan, inilah catatan Ahmad Yunus. Dengan pandangan khas anak muda, Yunus menuturkan peristiwa di berbagai tempat yang dia kunjungi dan menjahitnya dengan data-data sejarah. Baginya, perjalanan ini adalah bagian dari upayanya untuk menjawab pertanyaan pribadinya tentang Indonesia. Selain itu, buku ini juga usahanya untuk menulis sejarah masyarakat yang selama ini terlupakan, baik oleh pemerintah maupun arus media utama.

Gaya penulisan jurnalisme sastrawi membuat buku ini mengalir lancar. Dan akrab. Membacanya seakan menyimak dengan khidmat manisnya per-sahabatan warga Nusantara dan keindahan daerah-daerah di luar Jawa. Juga kegetiran mereka. Semua itu saling berkelindan dan sambung-menyambung menjadi satu: sasakala Indonesia.

Dilengkapi 50 foto jepretan Farid Gaban dan film dokumenter besutan Ahmad Yunus dan Dhandy Dwi Laksono, buku ini menyodorkan realitas terkini tentang Indonesia dan mengajak kita untuk mencintainya dengan sederhana.

Pujian:

Buku ini seperti sambal. Pedas tapi bikin ketagihan. Catatan yang membuka mata tentang kenyataan Indonesia dari pinggiran. Sebuah buku yang mampu menangkap denyut kehidupan orang biasa yang mengisi wajah Indonesia. [Andy F. Noya, Host Kick Andy]

Ahmad Yunus âmembacaâ? Indonesia dari jarak dekat. Ketika hampir enam dekade lalu Che Guevara melintasi Amerika Selatan dengan sepeda motor, kini Yunus melakukan hal yang sama. Tapi dengan cara berbeda. Selain itu, Yunus menulis kisah perjalanannya dengan narasi yang menyentuh. Kita seakan terlibat petualangan menjelajah garis depan republik ini. [Anies Baswedan, Penggagas Indonesia Mengajar]

Sulit menemukan orang âsegilaâ? Ahmad Yunus. Ia mau menemani saya keliling Indonesia bersepeda motor, tidur di mana saja, dan naik kapal yang berisiko tinggi ketika mengunjungi pulau-pulau kecil tempat malaria mengancam, tanpa kehilangan selera humor, kewarasan, kepekaan serta ketekunan merekam dan menulis apa yang ada di depan matanya. [Farid Gaban, wartawan senior, rekan seperjalanan Ahmad Yunus]

Ahmad Yunus bertemu dan hidup dengan orang-orang biasa yang menuturkan kisah-kisah mereka, dari Sabang sampai Merauke. Selain menarik karena kesederhanaannya, buku ini juga menunjukkan kepada kita seperti apa "Indonesia" dalam benak dan pengalaman para penghuni negeri kepulauan ini. [Linda Cristanty, Sastrawan dan wartawan]

Buku ini mengajak kita untuk menyelami Indonesia dari dekat. Sebuah rekaman perjalanan yang menggugah hati. [Imam B, Prasodjo, dosen Universitas Indonesia dan pendiri Yayasan Nurani Dunia]

1,778 Stories of Me and My Wife

Category: Movies
Genre: Drama
Beberapa waktu yang lalu, lagi iseng browsing dorama jepang – movie. Kemudian nemu judul yang membuat penasaran ini. Saat kulihat resensinya di tautan ini:
http://asianmediawiki.com/1,778_Stories_of_Me_and_My_Wife, langsunglah aku memutuskan untuk segera mencarinya (as usual, mengunduhnya :D).

Ceritanya berkisah tentang seorang penulis novel Sci-Fi dan istrinya. Suatu ketika, sang istri mengeluh sakit perut yang luar biasa. Pada awalnya, ia mengira bahwa ia terkena usus buntu. Ternyata, sang istri tersebut mengidap penyakit kanker kolon. Karena dokter mengatakan bahwa istri sang penulis itu sudah terkena kanker stadium lanjut, maka diperkirakan harapan hidupnya sangat kecil, tidak sampai setahun. Melihat kenyataan tersebut, maka sang penulis itupun memutuskan untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan istrinya dengan menuliskan sebuah cerita per hari, khusus hanya untuk istrinya.

Waktu pun berjalan, hingga pada akhirnya prediksi dokter terlewat. Hingga tulisan (hari) ke-1000-an (hampir 5 tahun), sang istri masih bertahan. Namun, pada akhirnya kondisinya semakin memburuk. Hingga akhirnya ia wafat pada saat sang suami menuliskan cerita ke-1777.

Intinya, cerita ini luar biasa mengharukan TT_____TT. Diriku dibuatnya menangis semalaman :p. hehehe….

Total durasi waktu filmnya mencapai 2,5 jam. Cukup lama. Dan alur ceritanya lambat, sehingga momen sedihnya itu benar2 menguras emosi. (lebay – hahahaha….)

Dari sini, daku belajar bahwasanya menjadi sepasang suami-istri itu haruslah saling mendukung dan memahami satu sama lain dalam segala kondisi. Mungkin ceritanya terlalu "lebay" dan didramatisir, tapi ketulusan dan perhatian luar biasa dari sang suami terhadap istrinya, luar biasa, sangat kurasakan. Dan tak disangka, walaupun sakit, sang istri pun diam-diam memberikan perhatian yang sangat besar untuk suaminya itu.

Ah~ sampai di sini aja ceritanya, malah bikin nangis nih TT_____TT. Jaa, kembali lagi bekerja (hahahaha…)

Freeter, Ie o Kau

Category: Movies
Genre: Drama
Sudah lama ndak nge-review dorama Jepang (he..he..). Soalnya, beberapa bulan terakhir ini belum nemuin dorama yang bener-bener menyentuh hati dan bermakna (as usual). Finally, saiki nemu juga. Dorama gress, terbaru di Jepang. Baru pertama kali tayang 19 Oktober 2010 lalu. Jadi, di Jepang skarang baru masuk episode 2, sedangkan torrent di d-addicts baru episode 1 (he..he..)

Judul doramanya adalah "FREETER, Ie o Kau". Concern ceritanya adalah seorang anak muda yang memiliki idealisme tinggi, yang bener-bener kelewat idealis, sehingga hampir tiap 3 bulan ia berganti pekerjaan. Ia menganggap peraturan dan ketentuan "sosial" di dunia kerja itu sangat menyebalkan, sehingga ia memilih keluar dari perusahaan tempat ia bekerja. Karena kebiasaannya berganti pekerjaan dalam waktu singkat, ia mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan tetap. Akhirnya ia memilih untuk bekerja part-time, dan ujung-ujungnya ia berhenti total dan menjadi FREETER.

Mungkin istilah FREETER belum umum didengar, kecuali bagi pengamat studi keJepangan (terutama masalah sosial dan masyarakat Jepang). Jangan dikira, negeri semaju JEPANG tidak memiliki masalah sosial. Dalam satu dekade ini, terutama pada saat perekonomian Jepang mulai stag dan melemah, mendapatkan pekerjaan tetap semakin sulit dilakukan. Akhirnya, banyak anak muda usia produktif (15-34 tahun) yang tidak bekerja, tinggal "menumpang" di rumah orang tuanya, dan pada kasus ekstrim, ia menjadi depresi dan ber- "hikikomori" (
http://en.wikipedia.org/wiki/Hikikomori)

Lebih lanjut tentang FREETER bisa dibaca di :
http://en.wikipedia.org/wiki/Freeter

Nah, si tokoh utama yang bolak balik keluar dari pekerjaan ini, selanjutnya memilih untuk tidak melakukan apa-apa, hanya mengurung diri di rumah, karena menganggap tidak ada perusahaan yang sesuai dengan idealismenya. Tentu saja, hal ini menjadi beban psikologis bagi Ibu dan keluarganya, hingga akhirnya sang ibu menderita stress berat.

Sang tokoh merasa terkejut, karena ia tidak menyadari bahwa perbuatannya itu berakibat fatal pada ibunya. Kemudian ia mulai sadar dan bangkit serta menemukan motivasi baru untuk melanjutkan hidupnya, "Even though I’m just a freeter, I’m going to buy a house for the sake of my family."

***

Alasan aku memilih dorama ini, karena ia menggambarkan kondisi yang (hampir) sama dengan apa yang kualami saat ini. Masa-masa baru lulus kuliah, bergabung bersama jutaan "pengangguran" pencari kerja, yang harus menghadapi perbenturan antara idealisme diri vs realita dunia kerja.

Walau baru menonton episode pertamanya, aku mendapat pelajaran berharga dari sini. Bahwasanya tidak ada pekerjaan yang sempurna dan sesuai dengan idealisme kita. Kita harus melihat realita yang ada, dan lebih menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat, dengan lebih mengkompromikan "idealisme". Dan juga, diperlukan Motivasi dan NIAT yang kuat + benar dalam menjalani hidup ini. Supaya kita tidak mudah jatuh dan terpengaruh pikiran-perbuatan negatif.

Semoga aku tidak sampai menjadi seorang FREETER terlebih sampai ber-hikikomori…..

Fight… Fight… Fight… and keep on positive thinking :D!

PS :

Resensi lengkap tentang dorama ini ada di tautan :

http://wiki.d-addicts.com/Freeter,_Ie_o_Kau.

Taare Zameen Par – Every Child is Special

Category: Movies
Genre: Education
Apa yang terbayang di benak kita, ketika mendengar kata "film India" atau "Bollywood"? Asumsi saya, sebagian besar akan membayangkan para tokoh utama yang tampan dan cantik, bernyanyi (lip sing) sambil menari-nari di taman; dengan kisah cinta nan heroik yang mengharu biru. Namun, untuk film India yang satu ini, jangan harap :). Film ini jauh dari image tersebut, dan memang berbeda dengan film India pada umumnya.

Judul aslinya adalah Taare Zameen Par – तà¤&frac34;रॠà¤à¤&frac14;मà¥à¤¨ पर – atau dalam Bahasa Inggrisnya berarti âStars on Earthâ?. Film yang dibintangi serta disutradai oleh Aamir Khan, yang semakin melejit namanya melalui film â3 Idiotsâ?, hendak mengusung sebuah nilai: Every Child is Special.

Film ini berkisah tentang seorang anak bernama Ishaan, seorang anak yang dianggap luar biasa nakal dan banyak ulah. Ia sering mendapat nilai merah dalam berbagai pelajaran. Baik guru, tetangga maupun orangtuanya, menganggap Ishaan adalah biang masalah, sehingga akhirnya sang Ayah mengirim Ishaan ke sebuah sekolah asrama.

Ternyata, usaha tersebut tidak membuahkan hasil apapun (pada mulanya). Justru, Ishaan semakin depresi dan kehilangan semangat. Bahkan, melukis yang merupakan satu-satunya kesenangan dan kelebihan dari Ishaan, terbawa bersama perasaan negatif itu.Selain karena atmosfir pendidikan sekolah dan karakter guru di sekolah barunya, yang ternyata tak ada bedanya dengan sekolah lamanya, Ishaan yang masih berumur 8 tahun pun dipaksa untuk tinggal jauh dari ibu yang sangat dicintainya.

Guru-guru di sekolah barunya tersebut, menganggap bahwa nilai bagus adalah segalanya. Matematika, sains, bahasa, semua harus sempurna.Sampai akhirnya, datanglah seorang guru seni pengganti yang memiliki pandangan berbeda. Dial adalah Nikumbh (Aamir Khan) yang juga mengajar di sebuah sekolah khusus.

Nikumb-lah, sosok yang mendeteksi akar permasalahan dari Ishaan, yaitu disleksia (kesulitan dalam membaca dan menulis). Nikumb berusaha untuk mengembalikan sinar mata Ishaan. Tidak hanya itu, ia berusaha menyadarkan orang tua Ishaan tentang betapa pentingnya dukungan dan perhatian orang tua terhadap anak, bagaimanapun âspecialâ?nya ia.

"Setiap anak memiliki keterampilan yang unik, kemampuan dan impian. Setiap anak, cepat atau lambat mereka semua akan belajar, namun dengan kecepatannya masing-masing. Every child is special."

Film yang baru saya tonton beberapa hari yang lalu ini, meninggalkan bekas yang amat mendalam di hati. Namun, bekas tersebut bukan luka melainkan sebuah inspirasi, pengingat bagi saya yang akan berperan sebagai seseorang pendidik, serta (kelak) sebagai orang tua dan ibu. Saya perlu memahami konsep âevery child is specialâ? secara mendalam, sehingga ketika berhadapan dengan seorang anak, saya tidak akan mengalihkan âbebanâ? ambisi tak tercapai saya kepada sang anak, serta tidak pula memaksakan tuntutan dunia untuk serba sempurna.

Yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan adalah mendorong dan mengarahkan apa yang sudah menjadi kelebihan dan potensinya. Agar ia bukannya terbebani, melainkan dengan senang hati menjalani apa yang menjadi kelebihannya.

Maka, para orang tua, guru, pemerhati maupun praktisi dunia pendidikan, menurut saya, perlu menyaksikan film ini 🙂

Sudahkah kita semua memahami dengan sebenarnya, bahwa every child is special? Semogaâ¦.

PS: Lebih lanjut mengenai film ini, dapat melihat trailer (
http://www.youtube.com/watch?v=2VdZUjOurPk) maupun OFFICIAL WEBSITE nya (
http://www.taarezameenpar.com/).

Garis Batas; Perjalanan di Negeri-negeri Asia Tengah

Category: Books
Genre: Travel
Author: Agustinus Wibowo
Tajikistan. Kirgistan. Kazakhstan. Uzbekistan. Turkmenistan. Stan… Stan… Stan..

Tahukah kawan? One of my lifetime dream adalah menelusuri Jalur Sutra. Dimulai dari Xi’an di Propinsi Shaanxi, sebelah timur China, sampai ke Turki di ujung barat benua Asia.

Jikalau mau tahu, penginspirasi mimpi itu adalah tulisan-tulisan dari Agustinus Wibowo yang diposting secara berkala di kolom Travel – Petualang dalam Kompas.com.

Perjalanan beliau yang dimulai dari China, Tibet, terus sampai menyusuri negeri-negeri di Asia Tengah, memberikanku semangat untuk menjelajahi sisi lain dunia serta mempelajari + memahami hakikat hidup manusia 🙂

Kumpulan catatan perjalanan beliau ini, memang sudah kunantikan sejak lama. Maka dari itu, saat berkunjung ke toko buku langganan di daerah Depok dan menemukan buku yang bertuliskan "Agustinus Wibowo", dengan tanpa pikir panjang, buku ini langsung kusikat! hahaha…

Buku "Garis Batas" ini adalah buku kumpulan catatan perjalanan beliau yang kedua setelah sebelumnya sudah terbit buku kumpulan yang pertama, yang berjudul Selimut Debu; catatan perjalanan di Afganistan.

Aku memang belum katam dalam membacanya. Tapi, baru beberapa halaman saja sudah kudapatkan banyak pengetahuan baru, tak hanya tentang negeri-negeri yang masih penuh misteri ini tetapi juga nilai-nilai hikmah dalam perjalanannya.

Mengutip dari kata pengantar yang dituliskan oleh mbak Ambar Briastuti, moderator milis Indobackpacker, bahwa :

"Ada dimensi yang berlapis-lapis, ada kesimpangsiuran, ada kesalahpahaman, ada pula pembantaian-sisi gelap yang jarang diceritakan jika kita ber-backpacking tanpa membaca dan merenungkan arti perjalanan, atau menjadikan perjalanan backpacking semata-mata seperti piknik liburan. Backpacking atau menjadi backpacker adalah identitas yang ingin ditempelkan ke semua pelaku perjalanan. Tapi untuk seorang Agustinus, backpacking adalah proses pembelajaran, bukanlah sekedar mengunjungi tempat, hanya demi mengatakan, "I have been there. I have done it."

Seketika, kalimat tersebut begitu menusuk hatiku. Mak jleb…Aku jadi mempertanyakan hakikatku dalam melakukan perjalanan selama ini. Sudah benarkah? Harus dievaluasi nih.

Further tentang karya-karya Agustinus Wibowo bisa dilihat dari web beliau di :

http://www.avgustin.net/

Atau add bliau di fb :
http://www.facebook.com/profile.php?id=546831052

Indonesia Mengajar 2

Category: Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author: Pengajar Muda Angkatan II
Alhamdulillah, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga ^^! Semoga dari kumpulan tulisan ini, bisa memacu semangat kita untuk ikut turun tangan, berkontribusi untuk negeri 🙂

Info lengkapnya dapat dilihat di sini:

http://pustakabentang.blogspot.com/2012/06/indonesia-mengajar-2.html

Judul : Indonesia Mengajar 2

Penulis : Pengajar Muda II

Penyunting : Ikhdah Henny & Retno Widyastuti

Penerbit : Bentang Pustaka

Jumlah halaman : xviii + 438 halaman

Harga : Rp. 69.000,-

ISBN : 978-602-8811-82-8

Buku ini merangkum aksi 72 anak muda yang terpilih dari ribuan anak muda hebat lainnya. Mereka bergerak, menyebar ke seluruh pelosok negeri dari Aceh hingga Papua. Mereka rela meninggalkan kenyaman kota dan keluarga untuk tinggal di tempat baru, melunasi janji kemerdekaan. Harapannya, negeri ini akan bersinar seiring bersinarnya generasi penuh harapan yang selama ini diabaikan. Kesulitan, hambatan, tangis, dan tawa mereka jalani dengan ikhlas.

Sekarang bukan waktunya lagi untuk mengeluh, mengasihani, atau menghujat pemerintah. Lebih baik menyalakan lilin daripada terus-menerus mengutuki kegelapan. Kini waktunya beraksi, bersama berkontribusi membangun negeri dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukankah mendidik adalah tugas semua orang terdidik?

Habibie & Ainun

Category: Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author: Bacharuddin Jusuf Habibie
"48 Tahun 10 hari. Allah, Engkau telah menitipi cinta abadi yang menjadikan kami manunggal. Manunggal yang dipatri oleh cinta yang murni, suci, sempurna dan abadi," (Habibie, hal 296).

MasyaAllah,

Memang benar, bahwasanya ada banyak sekali hikmah dari setiap peristiwa. Tak harus peristiwa yang kita alami sendiri, namun hikmah itu juga bisa kita dapat dari kisah hidup orang lain.

Kemarin malam, tepatnya 16 Maret 2011, resmi sudah aku memiliki buku setebal 323 halaman ini. Walaupun plastik yang menyelimuti buku ini belum kubuka (terbentur rutinitas dan kesibukan harian ^^"), ada rasa penasaran yang luar biasa di dalam hatiku. Ingin segera kubaca kata demi kata yang teruntai dalam memoir abadi antara Pak Habibie dengan "sigaraning nyawa" beliau, Ibu Ainun.

Hm… Pertama kali tahu tentang buku Habibie – Ainun dari kehebohan seorang "oknum" yang begitu berbinar-binarnya menceritakan betapa inginnya ia memiliki kisah sejenis dalam hidupnya setelah membaca buku ini (guess, who she/he is. wkwkwk…)

Karena itu, aku pun menjadi penasaran, ingin mengetahui lebih detail isi buku dengan men-search. Walhasil, dari hasil googling, kudapat tautan
http://www.detiknews.com/read/2010/12/01/102041/1506462/10/habibie-ainun-perjalanan-cinta-sang-profesor,. Dan tautan tersebut berhasil membuatku menjadi semakin ingin membaca 😀

OK! Kimeta~ Buku Habibie & Ainun akan menjadi teman perjalananku selama bertugas di Timur Indonesia akhir pekan ini ^____^! Tanoshimi~

Ancient MegaStructures Series

Category: Movies
Genre: Documentary
Review kali ini terkait dengan salah satu jenis film yang aku sukai, yaitu DOKUMENTER! Nah, documentary series yang hendak ku-review adalah buatannya National Geographic Channel yang berjudul ANCIENT MEGASTRUCTURES. Serial ini terdiri dari 2 season; season yang pertama ada 3 episode, dan season yang kedua ada 6 episode.

Judul-judul serialnya adalah sbb :

Season 1

"Ancient Megastructures: Chartres Cathedral"

"Ancient Megastructures: Colosseum"

"Ancient Megastructures: The Great Pyramid"

Season 2

"Ancient Megastructures: St Paul’s Cathedral"

"Ancient Megastructures: Alhambra"

"Ancient Megastructures: Petra"

"Ancient Megastructures: Machu Picchu"

"Ancient Megastructures: Angkor Wat"

"Ancient Megastructures: Istanbul’s Hagia Sophia"

Dari ke-9 judul di atas, baru 7 judul yang sudah kutonton dan kumiliki filmnya. Keren abizz deh pokoke! Senang rasanya bisa memenuhi rasa keingintahuanku terhadap peradaban masa lalu. Sekaligus kagum dengan kemampuan orang-orang zaman kuno yang sudah mampu membuat bangunan spektakuler, tanpa bantuan alat modern seperti yang ada saat ini.

Para ahli arsitektur, teknik sipil, bangunan, dan ahli-ahli lain yang ada di zaman kuno memiliki kemampuan yang tak kalah kerennya dengan para ahli masa kini. Bahkan, dalam beberapa kasus tertentu, masih ada misteri dan rahasia teknik pembangunan dari bangunan kuno tersebut yang masih belum terkuak dan belum terpikirkan oleh orang-orang masa kini. ck..ck.. Keren!!!

Pengen suatu hari nanti semua bangunan kuno nan "spektakuler" tersebut bisa kukunjungi. InsyaAllah :D!

Man jadda wa jadda…..

Myelin

Category: Books
Genre: Other
Author: Prof. Rhenald Kasali
Tahu buku ini pertama kali dari my bitter brother (wkwkwk). Pertama kali saat mendengar judul bukunya, kukira ini adalah sebuah novel dengan tokoh utama seorang wanita China, secara namanya ada "Lin" gitu (hoho~ parrah ^^"). Karena gak ngeh dan kurang tertarik dengan jenis novel, maka saat berkunjung ke toko buku, aku tidak berusaha untuk mencarinya.

Nah, dalam peristiwa lainnya, aku membaca sebuah tulisan dari Prof. Rhenald Kasali yang berjudul Passport. Seketika, aku langsung terkagum-kagum dengan segala tulisan beliau.

Peristiwa berikutnya…

Suatu hari di akhir pekan, aku berkunjung (untuk kesekian kalinya) ke toko buku langgananku itu. Sebut saja namanya adalah TM Bookstore, yang ada di bilangan Depok (tepatnya Depok Town Square). hahaha…

Nah, secara taksengaja aku melihat sebuah buku bersampul merah, dengan nama "Rhenald Kasali" sebagai penulisnya. Dan terkejutlah aku, saat membaca judulnya adalah MYELIN. hahaha… Kayaknya memang jodoh ama ni buku ;D. Memang, my bitter brother itu ndak memberitahu tentang apa isi bukunya dan siapa penulisnya. Tanpa pikir panjang, akhirnya kubeli buku itu.

Prof. Rhenald memperkenalkan myelin atau muscle memory yang membuka mata kita bahwa manusia tidak cukup berinvestasi pada otaknya saja, tetapi juga ototnya (muscle) agar ia berorientasi pada tindakan, membentuk budaya disiplin, dan membangun intrapreneuring, tata nilai, serta kinerja.

Brain memory dapat diibaratkan kereta Jabodetabek yang hanya mengandalkan sebuah lokomotif di kepalanya. Myelin merupakan rahasia di balik perkembangan talenta manusia dan kesuksesan dunia usaha yang melesat bak kereta Shinkansen. Dengan Myelin, seluruh kekuatan dihidupkan agar perubahan bukan sekedar angan-angan (copas dari ringkasan bukunya :D).

***

Dari buku ini, aku banyak belajar hal baru, terutama nilai-nilai leadership dan entrepreneurship (yang sangat jarang kujamah ^^"). Penjelasan konsepnya dipaparkan secara ringan dan kasuistik melalui perjalanan perusahaan-perusahaan serta orang-orang top di Indonesia maupun dunia, seperti Susan Boyle (Britain’s Got Talent), Se Ri Pak (pe-golf wanita asal Korea Selatan), Blue Bird, Wijaya Karya dll. Hohoho~ Jadi semakin tahu dunia bisnis dan kewirausahaan ^^

Tambahan lagi. Ada sebuah kata dan konsep baru yang aku pelajari dari sini, sungguh menginspirasi dan menjadikanku bersemangat untuk menerapkannya, yaitu KNOWLEDGE MANAGEMENT.

Penjelasan tentang knowledge management akan kutulis dalam postingan khusus dan tersendiri (soalnya lumayan panjang jhe :D).

Jaa, intinya buku ini highly recommend buat teman-teman semua ^^! Selamat membaca (baik dengan cara membeli, numpang baca di toko buku, maupun meminjam :D)

Lebih lanjut tentang resensi buku ini bisa dibaca di:

http://www.antaranews.com/berita/1269705043/rhenald-kasali-mengajak-indonesia-bergerak

PS: chongmal gomawoyo, oppa 🙂

Shinzanmono

Category: Movies
Genre: Drama
Everybody has a secret, so there are many lies and secrets hiding. People lie to escape from their sins, and to continue living their lives. But, a lie is a shadow of the truth….. (taken from the drama’s preamble)

============================

Ini dia satu lagi drama Jepang terbaru yang patut ditonton. Berkisah tentang seorang detektif yang merupakan orang baru (shinzanmono) yang ditempatkan di sebuah kota. Ia bertugas menyelidiki kasus pembunuhan yang terjadi di kota itu. Pendekatan dalam penyelidikannya dilakukan dengan cara yang "unik". Dari drama ini saya belajar tentang salah satu unsur dalam kehidupan manusia bernama "lie"….

Synopsis :

In the Ningyo-cho area of Nihonbashi, Tokyo – a woman was murdered. Detective Kaga Kyoichiro, who just transferred to the Nihonbashi police precinct, is placed in charge of the murder case. With virtually the entire residents of Ningyo-cho’s shopping street emerging as suspects, Detective Kaga must use his keen sense of deductive reasoning to uncover the truth

Further information :
http://wiki.d-addicts.com/Shinzanmono